HALIMAH BINTI MASDARI

Senin, 03 April 2017

Perjalanan Karir Mentari Desa

TUHAN AJARKAN AKU BERSYUKUR
DI SETIAP NIKMATMU

*****
Perjalanan Karir Pasca Lulus
*****
            “Life needs struggle…
            Pepatah tersebut bukanlah sembarang kalimat melainkan kalimat yang penuh tersirat makna yang kian mendalam. Kau tahu kawan, hidup itu penuh perjuangan. Seperti saat kau ingin mendapatkan sesuatu, maka kau harus berusaha semaksimal yang kamu mampu barulah kau bisa meraihnya. Kau tentu ingat bukan, tentang wiseword yang berbunyi “Hasil tak akan mengingkari usaha”, rupanya kalimat tersebut bukanlah isapan jempol belaka, melainkan banyak amanat tersirat di dalamnya hehe.
            Kawan inilah secuil kisah perjalananku…
            Perjalananku penuh lika-liku, ada senangnya jua ada sedihnya.
            Aku wisuda bulan Oktober tepatnya tanggal 28 Oktober 2016. Namun aku masih stay di Semarang hingga November 2016. Pertanyaanya, mengapa sudah wisuda kog masih di Semarang hingga satu bulan an, apa kerja di Semarang?. Karena aku menunggu jadwal lomba, bulan November aku harus mengikuti lomba kewirausahaan mahasiswa mewakili UNDIP. Selama masa tenggang antara lomba dan pasca wisuda, aku tiap sore hingga malam mengajar anak-anak, sementara kalau pagi menulis, kalau jadwal pengabdian ya pengabdian. Biasanya pukul 16.00-17.30 aku ngajar, lalu pukul 18.30 – 20.00 ngajar lagi.
           Sebenernya aku sudah keterima kerja sejak bulan Mei 2016, sebelum aku lulus saat aku di Jakarta lomba, tepatnya setelah selesai seminar proposal (atau bahasa kerennya sempro hehe…but it’s not SEMPROL…hehe). Tapi tawaran itu belum aku ambil, karena perizinan ortu hehe. Kalau belum diizinin aku ya taat, karena uang kerjaku jua buat siapa kalau bukan buat membahagiakan orang yang aku cinta, terutama keluarga. Terlebih aku masih galau, hehe…antara S2 atau kerja, macam iklan clear and clear aja ya…”Mau nikah apa lanjut S2, jawabannya nikah tapi setelah lanjut S2” hehe
        Nyari pekerjaan itu gampang-gampang susah, iya kan hehe. Tanggal 13 Desember 2016 aku mutusin mendaftar kerja di perusahaan desain interior café. Well, setelah wawancara, aku lolos sebagai business development manager.  Seneng…alhamdulillah seneng, tapi ada sedihnya. Guruku dan ortuku tak meridhoiku kerja di sana, karena paham kami yang berbeda. Mereka menghawatirkanku, kami (terutama keluargaku dari Ahlu sunah Waljama’ah NU…yups salafy NU), sedangkan tempatku bekerja di lingkungan wahabi. Jadi guru ngajiku, ayahku, jua Ibuku tak merestuiku kerja di sana. Well, akhirnya aku resign sebelum kontrak kerja. Aku yakin, akan ada nikmat lainnya sebagai ganti nikmat ini…hehe. Lagian aku kerja kan buat membahagiakan adekku tercinta, ortu, kalau mereka tak setuju lalu buat apa uang jerih payahku hehe. Sempat terjadi kebingungan, “apa iya posisi ini aku lepaskan?”, tanyaku dalam hati. “Apa nggak sayang?, tapi aku yakin guru, ayah, ibu, dan adek melarangku pasti karena mereka sayang. Iya mereka menghawatirkanku menjadi radikal makanya diminta resign hehe. Ya ikhlasin sajalah, in syaallah ada nikmat yang lain.
            Lanjut lagi, si Halimah emang pantang nyerah. Semuanya unik, ada air mata, ada sentum tawa, pokoknya penuh perjuangan. Terimakasih buat Kang Ibad yang kata-katanya menyejukkan hati, terimakasih buat pokemon fasilitator (Mas David) yang baik hati ngereview CV aku, terimakasih buat si tomboy (Indri) yang nyupport aku, terimakasih buat Mas Restu yang banyak memberikan arahan dan masukan yang membangun untukku, serta terimakasih buat Ibu dan Ayah yang selalu mendukung baik doa, finansial maupun segalanya. Tak lupa adek tercinta yang tiada henti mrndokan mbaknya. Makasih adekku sayang…J. Yups mereka semua adalah orang yang kukenang pasca kelulusan. Sahabat jua  keluarga…J
            Akhirnya aku mendaftar Indonesia Mengajar, alhamdulillah dari 10.213 aku lolos ke tahap selanjutnya masuk 210 besar. Selama masa tenggang antara seleksi wawancara IM (Indonesia Mengajar) dengan tahap final tanggal 20 Januari 2017. Aku menyibukkan diri pergi bekerja di kediri. Aku mengajar sebagai tutor biologi, di BIAS Education for SBMPTN Learning. Yups…mengajar SBMPTN buat persiapan masuk kuliah. Alhamdulillah murid-muridnya pada seneng, pas farewell day, kita main game yang nggak bakal terlupakan. Sikap aku yang ceplas-ceplos, lucu, terkadang membuat anak girang. Aku nggak nyadar kalau divedeo-in, saking girangnya, aku pernah loncat sambil teriak…yee-yee…yeye. Bayangin deh, kayak anak kecil kan, jadi wajar kalau aku sama anak-anak mau anak SD, SMP, SMA, bahkan Maba banyak yang bilang gemes. Alhamdulillah ala kulli hal, aku syukuri, gajinya lumayan, setidaknnya bisa buat aku mndiri, per harinya 100 ribu. Alhamdulillah. Hal yang paling kukenang adalah saat aku ngajar anak-anak antusiasnya buat mendengarkan tinggi, yang aktif tanya dan ngejawab serta maju ke papan tulis mengerjakan soal dariku juga tinggi.
            Nah, yang terkenang lagi. Saat di perpisahan kita main game tembak-tembakan, main hom pim paa, yang kalah aku hukum untuk menjawab soal quis SBMPTN. Game untuk refresing di farewell day, Quis buat melatih daya ingat mereka sekaligus membantu daya belajar mereka terhadap SBMPTN hehe. Di akhir kita makan gorengan sama minum es bareng, lalu ada sesuatu yang tak terduga yang tak pernah aku pikir sebelumnya, aku dapat surprise dari anak-anak. Dapat kado tas. Alhamdulillah, tasnya bagus, warnanya merah hati, cocok sama dressku warna merah hati hehe. Aku tak melihat hadiah dari harganya, tapi dari ketulusan yang memeberinya dan perjuangannya. Apalagi Nisa dan Fika, sebagai perwakilan yang izin bolos kelas buat beli kado tas, rela bolos dan hujan-hujanan demi beli kado itu…so sweet. Makasih adek-adek, love you…hehe. Mbak seneng kog, salut sama perjuangan kalian. Kelas paling gaduh adalah kelas setiap pelajaranku. Mulai dari anak-anak yang suka ngusilin aku, iya ngecomblangin aku sama mas Zaki (S2 Fisika ITS). “Mbak-mbak, Mbak Halimah itu cocok sama Mas Zaki. Mas Zaki itu kalem, pinter, hafidz, ganteng lagi. Mbaknya cantik, kalem, pinter, bla-bla,”kata anak-anak. Aku hanya senyum saja, masalah jodoh biar Allah yang mengatur. Dia yang bisa meyakinkanku bahwa ia bisa membuatku bahagia dan berani menghitbahku, dialah jodohku. Sesimple itu hehe.
            Pas sore-sore sebelum pamitan, kita (eits, maksudnya aku sama anak-anak) ambil Foto bareng. Eh tiba-tiba Mas Zaki ngelihatin terus dari kejauhan, terus dateng katanya mau membantu fotokan kita. Langsung deh, anak-anak sorak-sorakan…geeer…muka aku langsung malu, pucet, nunduk. Duh kog masnya datang sih, akunya kan jadi malu…haha. Apalagi anak-anak yang suka banget usil…hooo. Tapi aku akui, Mas Zaki orangnya peka banget, langsung gercep bantu, jadi kan anak-anak bisa ikut foto semua tanpa harus ada satu yang menjadi fotografer, karena fotografernya udah Mas Zaki hehe. Meski gitu, Mas Zaki juga foto bareng anak-anak dan aku. But…over all menurutku itu hanya keseruan sama anak-anak. Hal yang selalu kuingat, anak-anak itu lucu. Aku suka ngejelasin kaitan antara kejadian sehari-hari lalu aku kaitkan dengan hal ilmiahnya dan aku kaitkan dengan religi. Alhamdulillah banyak anak yang antusias bahkan tertarik.
            Setelah pamitan dari kerja di Kediri, aku wawancara Indonesia Mengajar selama 3 hari sambil perjalanannya di Yogjakarta. Selama masa tunggu pengumuman  (22 January 2017 hingga 10 Maret 2017) selama sekitar 46 hari, aku manfaatan dengan pengabdian di kampungku, mengajar anak-anak secara umum dengan biaya yang sangat murah, cukup 1000/ pertemuan. Les yang murah tujuanku untuk membantu anak-anak belajar, mengapa nggak gratis saja, kog bayar? Bayar itu biar aku bisa mandiri setidaknya bisa beli pulsa sendiri, bisa beli kebutuhan primerku sendiri tanpa minta orangtua. Alhamdulillah anak-anak suka. Aku suka kalau melihat-anak-anak prestasinya naik alhamdulillah ada yang dari ranking 9 jadi ranking 5, ranking 10 jadi ranking 6, ranking 16 jadi ranking 14 dst. Alhamdulillah. Kau tahu, anak-anak disini lucu-lucu, pasti tiap hari ada kenangan yang unik. Salah satu contohnya ini.
Apa fungsi hati?
“Untuk memendam perasaan cinta”
Haha…ya jelas pas dicocokkan teman-temannya pada  ngakak dan rumahku langsung ramai haha, lucu sih anaknya. Tapi setelah itu mereka hafal, kalau fungsi hati untuk menetralkan racun. Belum lagi pas ada yang salah dengar lucu.
Kapan dan dimana ASEAN didirikan?
Nah si adeknya  dengarnya bukan ASEAN tapi ADZAN…konyol ya, kan pelajaran IPS, lah masak adzan, kalau adzan kan pendidikan agama islam.
Dan taraaa…jawabnya saat mau solat dan didirika dimasjid dan di mushola
Haha…langsung deh ngakak semua, duh dek…fokus-fokus. Tapi gara-gara kejadian itu, dia jadi hafal tanggal dan tempat ASEAN didirikan.
Itu belum apa-apa, masih ada banyak kisah lucu-lucu anak-anak lagi.  
           Tanggal 6 Februari, aku dikabari temanku bahwa ada yang keterima IM (Indonesia Mengajar). Akupun deg-degan, langsung kulihat email. Katanya lolos maupun tidak lolos mendapatkan email semua. Ternyata emailku masih kosong, emang sih pengumumannya nggak bareng, ya sudahlah. Tanggal 10 Februari teman-temanku banyak yang ngabarin bahwa mereka dapat email, baik ada dapat email yang menyatakan tidak lolos jua yang lolos. Aku main deg-degan, teman-temanku seleksi sudah dapat email kog aku belum sendiri. Makin deg-deg an lah aku. Tanggal 18 Februari semua teman-temanku satu seleksi sudah mendapatkan pengumuman, kecuali aku. Maka makin deg-deg an lah aku. Antara ketrima atau tidak, akhirnya kuputuskan bertanya mas Gusra, panitia Indonesia Mengajar.  Kata Mas Gusra, diminta menunggu email masing-masing. Anehnya, kenapa teman-teman sudah mendapatkan kepastian, saya sendiri yang belum, jengkel juga sih. Kenapa nggak bareng semuanya aja biar adil. Aku tunggu sampai akhir Februari, ternyata juga belum dapet email pengumuman. Semakin deh aku ngerasa di PHP in apalagi mas Gusra bilang kalau aku sedang dipertimbangkan oleh juri, masih ada peluang. Kenapa yang lain udah semua, aku doang yang belum.
            Ditambah lagi aku dapat pesan dari temenku yang diam-diam nyari informasi, katanya aku dimasukkan sebagi kategori waiting list alias cadangan. Nyebelin. Aku lebih suka sesuatu yang pasti, kalau diterima (lolos) dikabarin iya, kalau nggak ditolak aja, nggak usah nunggu lama tanpa kepastian IYA atau TIDAK. Pekerjaan paling menyebalkan itu di PHP in dan menunggu, yang ditunggu nggak ngasih kejelasan, serius menyebalkan. Ketika aku tanya lagi, Mas kapan pengumumannya, teman-teman sudah mendapatkan email kog saya sendiri yang belum, mohon kejelasannya mas?. Kau tahu jawabannya apa, “Kalau tidak sabar menunggu, Dewi mundur saja”. Dia bakal kena karma PHP in orang, sampai aku nangis, mas sigit juga ikut khawatir. Enak aja nyuruh orang mundur, aku jauh-jauh resign dari kerjaku di Kediri kan demi itu, lah yang lain (teman-teman seleksi di Yogja) awal Februari udah di umumin, masak aku sendiri yang belum diumumin dan disuruh nunggu sampai awal maret pakai bilang ada peluang lagi. PHP itu sungguh menjengkelkan dan menyebalkan. Ternyata benar kawanku, aku dijadikan cadangan, mungkin karena waktu disuruh nulis penyakit aku jujur semua…aku pernah patah tulang, aku punya riwayat mag, dan asma. Serta beberapa kecelakaan yang pernah kulalui yang disuruh menyebutkan, kusebutkan semuanya dengan jujur. Mungkin fisikku nggak cocok ditempatkan di tempat pelosok yang tertinggal, terdalam, terluar apalagi aku alergi debu, dingin, dan ikan gurami, ditambah nggak bisa renang. Tepat tanggal 10 Maret, aku dikabarin nggak lolos, kecewa sih karena pengumumannya paling lama, di PHP in ada peluang padahal cadangan sementara yang lain dikabarin di tolak di bulan februari, diterima juga bulan februari. Well…ya sudahlah, ikhlasin…berarti belum rizki hehe. Tuhan tahu mana yang terbaik untukku, dari 10.213 masuk ke 210 besar sudah alhamdulillah. Aku tak masuk 42 besar karena faktor kesehatan.
            Selanjutnya aku seleksi di perusahaan shampo (nama spesifik rahasia). Alhamdulillah lolos. Ada rasa senang, hati yang berbunga-bunga. Tapi setelah itu kebahagiaan itu berubah menjadi kesedihan. Well, ada pilihan harus lepas hijab. Karena aku mempertahankan hijab, akhirnya memilih resign sebelum kontrak setelah dinyatakan lolos. Lolos tapi resign lagi, mungkin belum rizki. Berarti mampu secara kemampuan/ seleksi tapi tidak memenuhi secara pakaian. Selanjutnya tanggal 20 Maret 2017, aku seleksi sebagai Medical Delegate Trainee di Nestle, tapi belum rizki. Tepatnya pas wawancara, ada keharusan bisa nyetir mobil dan sangat dianjurkan memiliki sim A. Karena tiap Medical Trainee akan diberi mobil untuk terjun ke lapangan sosialisasi produk Nestle ke medical professional seperti bidan, perawat dan dokter. Oon (gemblung…hehe atau bahasa samin e semprulnya saya), nggak bisa nyetir mobil nekad daftar padahal di web itu adalah suatu keharusan bisa nyetir mobil, kali bisa dilobby.  Well akhirnya pas wawancara nggak bisa di lobby dan nggak lolos. Trik, kalau daftar lihat perstyaratan semuanya, jangan asal nekad. Ini kedua kalinya saya di tolak saat wawancara setelah 4 kali lolos wawancara.
            Selanjutnya saya melamar kerja di Bank X (rahasia ya hehe). Nah setelah wawancara dari sekian banyak pelamar, alhamdulillah saya lolos. Tapi Bapak menyarankan resign karena di Bank itu, beliau masih meragukan. Sebagian ulama ada yang mengharamkan kerja di Bank, sebagian ulama lagi ada yang memperbolehkan. Daripada khawatir halal/ haram, akhirnya resign sebelum tandatangan kontrak kerja. Kalau kalian kerja di Bank, mantabkan hati. Kalau mantab silahkan dilanjutkan. Kalau ragu, silahkan resign sebelum tanda tangan kontrak kerja. Karena kalau sudah tanda tangan kontrakkerja, lalu resign…dendanya ratusan juta, ngeri kan hehe. Alhamdulillah ada banyak masukan dari orantua, guru, Mas Restu. Aku sering konsultasi pada yang sudah lebih pengalaman hehe, biar dapat masukan.
            Aku sempat jatuh sakit pula. Kepalaku pusing, beberapa kali ketrima di perusahaan harus resign karena bosku wahabi, ada yang mensyaratkan lepas hijab, ada yang riba, ada yang jadwal bertabrakan lomba. Aku sempat ke pesantren, ya sudah lebih baik nyantri dan sekolah lagi di pesantren. Ternyata sama Pak Kiahi disarankan bulan syawal saja mulai belajar dan sekolahnya di Ponpes. Hehe aku paling nggak betah nunggu lama, 3 bulan an. Akhirnya aku apply di perusahaan yang pernah menawariku, dan melobby orangtua agar mengizinkan, alhamdulillah lolos dan mendapatkan izin ortu, in syallah aku kerja di sana. Aku nggak pernah tahu, dimana aku berpijak. Karena apa yang Allah berikan datangnya tak terduga, bi haisu la yah tasib. Jalani, syukuri, nikmati. Alhamdulillah…J
            Sekali lagi terimakasih buat Kang Ibad yang kata-katanya menyejukkan hati, terimakasih buat pokemon fasilitator (Mas David) yang baik hati ngereview CV aku, terimakasih buat si tomboy (Indri) yang nyupport aku, terimakasih buat Mas Restu yang banyak memberikan arahan dan masukan yang membangun untukku, serta terimakasih buat Ibu dan Ayah yang selalu mendukung baik doa, finansial maupun segalanya. Tak lupa adek tercinta yang tiada henti mrndokan mbaknya. Jazakumulah khoir.
Rizki, Jodoh, dan Mati sudah diatur sama Allah
Cukup ikhtiar, jalani, syukuri
Segalanya akan indah dan datang tepat pada waktunya
Tak usah kawatir, in syallah jodoh tak akan tertukar
Jodoh akan datang pada waktu yang tepat
Jodohmu adalah dia yang meyakinkanmu akan membahagiakanmu
Lalu berani meminangmu dan menikahimu
Menjadikanmu sebagai pasangan halalnya
Tak usah kawatir kau tak bisa makan
Karena Rizki sudah dijamin berdasarkan ikhtirmu
Rizki tak akan tertukar
Tuhan tak memberikan apa yang kamu inginkan
TAPI Tuhan memberikan apa yang kamu butuhkan
Tuhan tahu mana yang terbaik untukmu
Bersyukurlah dan bersyukurlah
Karena nikmat Tuhan teramat besar 
Bahkan kau tak mampu menghitungnya…
Saat kau lelah dan kehilangan arah…
Dekatkanlah diri pada Allah
Dan perbanyaklah mengingat Allah
Niscaya Allah akan menolongMu
Terimakasih ya Rabb atas segala nikmatmu


Tidak ada komentar :