HALIMAH BINTI MASDARI

Kamis, 05 April 2018

“Mengenal Lebih Dekat Batik Blora, For ALKHANSAS [B]ATIK”


“Mengenal Lebih Dekat Batik Blora, For ALKHANSAS [B]ATIK”  

            Blora terletak di sebelah selatan kabupaten Rembang. Blora merupakan salah satu kabupaten di wilayah Jawa Tengah yang terkenal dengan flora andalannya berupa tanaman Jati. Jati Blora terkenal hingga luar kota bahkan mancanegara. Bukan hanya terkenal sebagai kota jati, Blora juga terkenal akan seni budaya barongan dan kulinernya yakni sate.  Barongan adalah budaya andalan kabupaten Blora, sedangkan sate adalah kuliner khas kota Blora.
            Batik merupakan seni menggambar di atas kain menggunakan canting dan malam sebagai pewarnanya. Sejak dipilihnya batik sebagai warisan kebudayaan untuk kemanusiaan oleh UNESCO dan ditetapkannya Hari Batik Nasional oleh pemerintah, maka permintaan pasar akan batik pun meningkat. Hal itu lantaran diwajibakannya menggunakan batik sebagai identitas masing-masing daerah di lingkungan sekolah dan instansi pemerintahan. Blora sebenarnya tidak mengenal sejarah batik, layaknya kota Pekalongan, Lasem, Surakarta, dan Yogyakarta. Batik Blora adalah hasil dari pencarian identitas daerahnya dengan mengangkat corak batik bertemakan budaya, kuliner dan flora  identitas kabupaten Blora.  
            Batik karya pengrajin batik Blora yang dijadikan batik identitas kabupaten Blora diantaranya:
1.      Batik dengan corak motif “Tanaman Jati”
Tanaman jati merupakan tanaman kokoh yang banyak dijumpai di kabupaten Blora. Keberadaan jati yang melimpah di kabupaten Blora mengilhami para seniman batik untuk menjadikan gambar daun jati, akar tanaman jati, kembang jati, bahkan lingkar tahun tanaman jati sebagai motif batik. Karakter dan kekuatan unik tanaman jati menjadikan tanaman jati pantas untuk ditampilkan dalam lembaran-lembaran kain sebagai batik identitas kota Blora.

Gambar 1. Batik Motif Daun Jati (Available at: http://mustika-galery.blogspot.com)
2.      Batik dengan corak motif “Barongan”
Barongan merupakan salah satu seni rakyat kabupaten Blora. Batik corak motif “Barongan” merepresentasikan budaya Blora sebagai batik identitas kota Blora agar lebih dikenal oleh masyarakat. Rupa sang Barong ditampilkan dari tampak depan, dengan penegasan pada garis-garis mata dan ekspresi wajah sang Barong. Barongan menggambarkan kisah perjalanan Prabu Kelana Sewandana, seorang raja dari kerajaan Bantarangin dalam meminang Dewi Sekartaji, putri kerajaan Kediri.  Seni Barong adalah seni rakyat yang sangat populer di kalangan masyarakat desa di kabupaten Blora.

Gambar 2. Batik Motif Barongan (Available at: http://www.infoblora.com/2013/03/batik-blora-mustika-art.html)



3.      Batik dengan corak motif “Sate Blora”
Sate Blora merupakan makanan khas kuliner kabupaten Blora. Meskipun sate dapat dijumpai di daerah lain, namun kunikan rasa sate Blora tidak dijumpai di daerah lain menjadikan kota Blora terkenal dengan julukan dengan kota Sate. Bumbu khas pada sate Blora menjadikan sate sebagai makanan identitas kabupaten Blora. Pemilihan sate sebagai corak motif batik Blora sangatlah tepat ditampilkan dalam lembaran-lembaran kain untuk memperkenalkan kuliner sate pada masyarakat.

Gambar 3. Batik Motif Sate (Avalaible at: http://artgalery-blora.blogspot.co.id/p/blog-page_23.html)

4.      Batik dengan corak motif “Tayub”
Tayub merupakan salah satu seni rakyat kabupaten Blora. Tayub adalah bentuk tarian yang dibawakan oleh seorang penari wanita, namun biasanya juga dibawakan berpasangan antara penari wanita dan penari pria. Keunikan seni tayub kabupaten Blora menjadikannya layak untuk ditampilkan dalam lembaran-lembaran kain sebagai motif batik identitas kabupaten Blora.

Gambar 4. Batik Motif Tayub (Available at: https://desaputatsite.wordpress.com/2017/04/28/batik-motif-tayub/).

5.      Batik dengan corak motif “Sedulur Sikep atau Samin”
Budaya Sedulur Sikep atau lebih dikenal budaya “Samin” adalah budaya lokal asal kabupaten Blora. Budaya Samin ini berasal dari desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora. Keunikan dari budaya samin terletak pada kepribadian masyarakat samin yang jujur, apa adanya, menjunjung gotong royong dan kebersamaan, kesederhanaan, dan adil. Hal inilah yang mendorong budaya samin pantas untuk diangkat sebagai motif batik sebagai identitas Blora.  

Gambar 5. Batik Motif Sedulur Sikep atau Samin (Available at: https://twitter.com/BloraBatik/status/814425187990917120).