HALIMAH BINTI MASDARI

Jumat, 09 Desember 2016

Sayyidah Saudah RA, Wanita Mulia nan Murah Hati

Sayyidah Saudah RA, Wanita Mulia nan Murah Hati


         Dear Salikhah…
        Siapakah sosok Sayyidah Saudah Binti Zam’ah RA?. Sayyidah Saudah Binti Zam’ah RA adalah istri kedua rosulullah SAW setelah sepeninggalnya (setelah wafadnya) Sayyidah Khodijah RA. Suami pertama Sayyidah Saudah binti Zam’ah RA adalah Sakran bin Amr. Sakran bin Amar dan Saudah binti Zam’ah termasuk orang pertama yang memeluk islam dan meletakkan islam dan iman di dalam relung hatinya. Keduanya (Sakran bin Amr dan Saudah binti Zam’ah) termasuk orang-orang yang lebih dulu berpasrah hati dengan segenap jiwanya kepada Allah SWT, sehingga mereka dimasukkan sebagai golongan orang-orang yang meraih kebahagiaan duniawi dan ukhrowi.
            Namun, tak lama kemudian, berita keislaman Sakran bin Amr menyebar. Saat itu pula kaum kafir quraisy (para budak nafsu dan syahwat yang akalnya ditiup setan dan hatinya dipenuhi rasa benci terhadap kaum muslimin) langsung menimpakan siksa pada Sakran bin Amr sejadi-jadinya tanpa memperdulikan hubungan kekerabatan. Bagaimanakah kejamnya kaum kafir quraisy kala itu bila mendengar keislaman seseorang?. Ya…kaum kafir quraisy memperlakukan semena-mena siapapun yang masuk islam dan mengikuti Rosulullah SAW. Setiap muslim yang ada di tengah-tengah mereka ditangkap, lantas disiksa dengan pemukulan, ditelantarkan dalam kelaparan dan kehausan, dan dijemur dipadang pasir. Astagfirullah…L
            Dahulu, demi membela islam, seorang rela dipukul, disiksa, dijemur di bawah terik matahari di padang pasir. Sungguh begitu besar cintanya akan islam. Marilah merenung sejenak? Apabila anda muslim, seberapa besarkah cintamu pada Allah SAW dan Nabi Muhammad SAW?. Bila engkau mencintainya, dalam sehari berapa kali engkau mengingat Allah SWT (berdzikir dan bertasbih menyebutNya)?, dalam sehari berapa ratus engkau mengucap sholawat sebagai bentuk cintamu pada Nabi Muhammad?. Marilah merenung sejenak, kita renungkan seberapa banyak dosa kita, mari kita perbaiki perlahan-lahan.
            Back to Sayyidah Saudah RA Story...
Karena kejamnya kaum quraisy terhadap kaum muslim, maka Sayyidah Saudah RA bersama suaminya (Sakran bin Amr) hijrah ke tanah Habasyah. Keduanya menjalani kehidupan terbaik di bawah naungan iman dan tauhid di tanah An-Najasyi, raja yang adil.  Setelah itu mereka berdua (Sayyidah Saudah binti Zam’ah RA dan Sakran binti Amr) kembali ke Makah. Saat kembali ke Makah, Saudah binti Zam’ah RA dan suaminya rupanya masih melihat kaum quraisy masih saja memusuhi Nabi  Muhammad SAW beserta para pengikutnya. Hari-haripun berlalu, sementara pasangan ini (Saudah binti Zam’ah dan Sakran bin Amr) tetap hidup berdampingan dengan kitab Allah dan sunnah Rosulullah SAW setiap saat. Hingga akhirnya, tibalah Sakran bin Amr mengahadap Sang Maha Kuasa (tidur di atas ranjang kematian), dan Saudah binti Zam’ah menjadi janda.
Sayyidah Saudah binti Zam’ah RA adalah wanita pertama yang dinikahi Nabi Muhammad SAW setelah Khodijah RA wafad. Sayyidah Saudah tinggal bersama Nabi Muhammad SAW sekitar tiga tahun hingga beliau menikahi Sayyidah Aisyah RA. Berikut adalah keteladaanan kemuliaan hati Sayyidah Saudah RA:   
1.      Lebih mementingkan kebahagiaan orang yang dicintai di atas kebahagiaan diri sendiri.
Sayyidah Saudah RA berupaya sekuat tenaga menyenangkan hati Rosulullah SAW, meski harus mengorbankan kebahagiaan diri sendiri. Ia (Sayyidah Saudah RA) tahu bahwa istri yang paling Rosulullah SAW cintai adalah Sayyidah Aisyah RA. Ia ingin membahagiakan hati rosulullah SAW dengan memberikan jatah hari gilirannya kepada Sayyidah Aisyah RA demi mencari ridho Rosulullah SAW.
Bayangkan, wanita mana yang rela memberikan jatah malamnya bersama suaminya untuk madunya. Wanita mana yang ikhlas memberikan waktu kebersamaannya untuk wanita lain, demi menyenangkan hati suaminya. Sungguh, begitu mulia hati Sayyidah Saudah RA. Maka tak heran, bila ada wanita yang rela dimadu semata-mata untuk mencari ridho suaminya, berarti ia meneladani Sayyidah Saudah RA.
Diriwayatkan dari Aisyah RA, ia berkata, “Setiap kali hendak bepergian, Rosulullah SAW mengundi istri-istri beliau. Siapa yang undiannya keluar, dialah yang ikut pergi bersama beliau. Beliau membagi waktu satu hari satu malam untuk setiap istri beliau. Hanya saja Saudah binti Zam’ah memberikan jatah hari dan malamnya kepada Sayyidah Aisyah RA, Istri Nabi Muhammad SAW, demi mencari ridho Rosulullah SAW” ( Shahih, HR Bukhari (3593), kitab: Hibah, HR. Abu Dawud (2138) ).
2.      Dermawan
Sayyidah Saudah RA adalah istri Rosulullah SAW yang mencintai Allah SWT dan Rosulullah SAW diatas mencintai dirinya, sosok wanita yang mulia dan rendah hati, zuhud dan dermawan. Ia lebih mementingkan kebahagiaan akherat yang abadi dibandingkan kebahagiaan dunia yang sementara, sehingga hatinya tidak condong pada harta dan kesenangan duniawi yang kebahagiaannya nan fana. Bahkan, setiap kali mendapatkan uang, ia lebih mementingkan orang sekitar demi menginginkan kenikmatan di sisi Allah SWT.
Diriwayatkan dari Ibnu Sirin, bahwa Umar RA mengirim sekarung dirham kepada Sayyidah Saudah RA. Saudah bertanya, “Apa ini?”, “Dirham”, jawab mereka. “Dirham ditaruh di dalam karung seperti kurma? Wahai budak wanitaku, bawa kemari talam itu lalu bagi-bagikan dirham-dirham ini “. (HR Ibnu Sa’ad VII/56).
3.      Lucu dan Selalu menyenangkan hati suami
Sayyidah Saudah RA adalah sosok yang lucu dan selalu menyenangkan hati suami. Bahkan candaannya selalu menyenangkan dan menghibur hati Rosulullah SAW. Sayyidah Saudah RA sering bercanda dan membuat beliau (Rosulullah SAW) tertawa, membuat beliau bahagia dan senang.
Sudah berkata “Wahai Rosulullah, tadi malam aku shalat di belakangmu, saat aku rukuk bersamamu, aku memegangi hidungku karena kawatir mimisan.” Beliau (Rosulullah SAW) tertawa mendengarnya. Kadang Sayyiadah Saudah RA juga membuat beliau (Rosulullah SAW) tertawa karena sesuatu. (HR. Ibnu Sa’ad VIII/ 54).
4.      Sayyidah Saudah RA senantiasa rajin beribadah, selalu berlomba-lomba dalam kebaikan.

Semoga menginspirasi dan bermanfaat…J    


Tidak ada komentar :