HALIMAH BINTI MASDARI

Sabtu, 10 Desember 2016

Fatimah Az Zahra, Pemimpin Kaum Wanita Mukmin

Fatimah Az Zahra, Pemimpin Kaum Wanita Mukmin



            Assalamualaikum Salikhah…J
            Dear ladies around the world, Nama Fatimah Az Zahra atau dikenal sebagai sayyidah Fatimah RA tentu bukanlah hal asing bagi kalian. Ya, dialah sosok wanita terhormat yang mulia di dunia dan di akherat. Dialah sosok pemimpin wanita mukmin, Sayyidah Fatimah RA adalah putri Rosulullah SAW dengan Siti Khodijah RA. Sayyidah Fatimah RA adalah istri dari Sayyidina Ali RA, ibunda dari dua pemimpin mulia (Hasan dan Husein) serta ibunda dari dua putri tercintanya yakni Zainab dan Ummu Kultsum.
            Bagaimanakah sosok Sayyidah Fatimah RA?. Sayyidah Fatimah RA adalah sosok wanita solikhah yang penyayang, lemah lembut, taat perintah Allah dan RosulNya. Berikut adalah keteladanan sifat-sifat mulia yang dimiliki sayyidah Fatimah RA yang patut ditiru oleh wanita mukmin seluruh dunia:
1.      Memiliki jiwa leadership (kepemimpinan) tinggi.
Sayyidah Fatimah RA turut serta dalam perang Khondaq dan Khoibar. Pada peperangan ini, Nabi Muhammad SAW memberikan bagian untuknya sebanyak 85 wasaq gandum Khoibar.
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, Rosulullah SAW bersabda, “Wanita penghuni surga terbaik adalah Khadijah binti Khuwailid, Fatimah binti Muhammad, Maryam dan Asiyah”.  [ HR. Ahmad (1/ 294), dishahihkan Hakim (V/ 278,279), dan disetujui Adz-Dzahabi ].
Rosulullah SAW bersabda, “Engkau (Fatimah) pemimpin kaum wanita penghuni surga kecuali Maryam binti imran,” [ Sanad hadis ini Hasan, disebutkan Al-Muttaqi dalam Kanzul Ummal (XIII/ 675), dan ia nyatakan bersumber dari Ibnu Abi Syaibah. Tambahan hadis ini berasal darinya ].
Selain itu, Sayyidah Fatimah RA adalah sosok ibunda dari dua pemimpin pemuda penghuni surga.
Nabi Muhammad SAW bersabda, “Hasan dan Husain adalah dua pemimpin pemuda penghuni surga.” [ HR. Ahmad (III/ 3), HR. Tirmidzi (3768), Abu Ya’la (II/ 395) dengan sanad Hasan).
2.      Jujur dalam Berkata
Diriwayatkan dari Aisyah RA, ia berkata, “Tidak pernah aku melihat seorang pun yang tutur katanya lebih jujur melebihi Fatimah, kecuali ayahnya,”. (HR. Hakim dan ia nyatakan shahih, Adz-Dzahabi menyetujui pernyataannya).
3.      Pemalu
Diriwayatkan dari Anas RA, Rosulullah SAW datang menemui Fatimah dengan membawa seorang budak yang beliau berikan padanya. Saat itu Fatimah mengenakan baju yang jika digunakan untuk menutup kepala, kakinya terbuka dan jika digunakan untuk menutup kaki, kepalanya terbuka. Saat Nabi Muhammad SAW melihat sikap Fatimah, beliau bersabda: “Tidak kenapa bagimu, yang ada hanya ayah dan budak milikmu” [ HR. Abu Dawud da Baihaqi, Dishahihkan Al-Albani dalam Al Irwa (VI/ 206) ].     
4.      Sayyidah Fatimah RA adalah sosok yang pekerja keras dan mengabdi pada suami
Sayyidah Fatimah RA taat terhadap suami. Karena surga bagi seorang istri mukmin adalah taat pada suaminya.
Imam Adz-Dzahabi berkata, “Fatimah RA mengamalkan sunnah. Ia tidak mengizinkan seorangpun masuk ke dalam rumah tanpa izin suami”.
Bukan hanya itu, meskipun Sayyidah Fatimah RA adalah putri dari seorang Amirul mukminin, beliau bukanlah sosok yang manja, pemalas, dan ogah-ogahan. Hal itu terlihat pada beliau yang sering menyapu rumah hingga debu menempel pada pakaiannya, menumbuk gandum untuk makan, dan menyalakan api hingga bajunya kotor.
Ali RA menuturkan, “Aku menikahi Fatimah. Kami tidak punya tikar selain kulit kambing yang kami jadikan alas tidur pada malam hari, dan pada siang harinya kami gunakan untuk alas makan. Aku tidak memiliki pelayan selainnya. Saat Rosulullah SAW menikahkannya denganku, beliau mengirimnya dengan membawa sebuah selimut, bantal dari kulit berisi serabut, dua batu penggiling, kendi, dan dua gelas. Ia menggiling (gandum) dengan batu gilingan hingga membekas di tangannya, meminum dari geriba air hingga membekas di lehernya, menyapu rumah hingga debu-debu menempel di pakaiannya, dan menyalakan api hingga bajunya kotor.”  (Ahkmamun Nisa, Ibnu Jauzi, hal: 124).


Dear salikhah…tulah kisah Sayyidah Fatimah RA yang menginspirasi. Semoga kita dapat memetik hikmah darinya dan menjadikannya sebagai sosok tauladan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, terutama dalam rumah tangga. Sayyidah Fatimah RA adalah sosok yang zuhud, lebih mencintai kehidupan akherat yang sifatnya abadi dibandingkan kehidupan dunia yang sifatnya fana atau hanya sementara. Beliau senantiasa menjalankan sunnah, taat beribadah…mengutamakan Allah SWT dan RosulNya dia atas kepentingannya. Beliau sosok pribadi yang penyabar hidup di atas garis kemiskinan, beliau sosok penyayang, beliau sosok yang rajin beribadah. Semoga kita bisa berkumpul dan termasuk golongan yang beruntung yang dipertemukan dan disatukan dengan beliau di akherat nanti. Aaamiin.   

Tidak ada komentar :