HALIMAH BINTI MASDARI

Senin, 19 Desember 2016

KHADIJAH BINTI KHUWAILID, PEMIMPIN WANITA SYURGA

KHADIJAH BINTI KHUWAILID, PEMIMPIN WANITA SYURGA
*****
Berteladan pada Ummul Mukminin, Sayyidah Khodijah RA.


            Siapakah sosok Khadijah binti Khuwailid (Sayyidah Khadijah RA)?. Khadijah binti Khuwailid adalah istri pertama Rosulullah SAW. Rosulullah SAW menikah dengan Sayyidah Khodijah RA pada usia 25 tahun, sedangkan Sayyidah Khodijah RA saat itu berusia 40 tahun. Pernikahan antara Rosulullah SAW dengan Sayyidah Khadijah RA, Sayyidah Khodijah RA melahirkan 6 orang anak (2 laki-laki dan 4 perempuan). Anak Rosulullah SAW bersama Sayyidah Khodijah RA yaitu: Qosim, Abdullah, Fatimah, Ummu Kultsum, Zainab, dan Ruqaiyah. Semua anak laki-laki beliau (Rosulullah SAW) meninggal dunia saat mereka masih kecil. Sementara anak-anak perempuan beliau, mereka menjumpai islam, masuk islam dan berhijrah. Semua anak-anak Rosulullah SAW meninggal dunia ketika beliau masih hidup, kecuali Fatimah. Fatimah meninggal dunia setelah enam bulan wafadnya Rosulullah SAW.
            Sayyidah Khodijah RA adalah ummul mukminin, pemimpin kaum wanita seluruh alam pada masanya. Ibu anak-anak Rosulullah SAW. Sayyidah Khodijah RA adalah orang pertama yang beriman dan percaya kepada Rosulullah SAW sebelum siapapun juga mempercayainya. Beliau (Sayyidah Khodijah RA) memiliki banyak keutamaan, dan termasuk di antara wanita sempurna. Ia wanita berakal, mulia, patuh perintah agama, terjaga dan mulia, termasuk salah satu penghuni surga. Beberapa keutamaan besar Sayyidah Khodijah RA diantaranya:
1.      Orang pertama yang shalat bersama Rosulullah SAW.
*****
Wanita pertama yang dinikahi Rosulullah SAW adalah Khadijah, dan orang pertama yang beriman kepada beliau adalah Khodijah”. (Al-Fushul. Hlm, 243).
*****
Imam Az Zuhri RA menuturkan, “Khadijah RA adalah orang pertama yang beriman kepada Allah. Rosul menerima risalah Rabb lalu pulang ke rumah, setiap kali melewati pohon ataupun batu, semuanya mengucapkan salam kepada beliau. Saat masuk menemui Khodijah, beliau berkata, “Tahukah kamu sosok yang aku ceritakan kepadamu yang aku lihat dalam mimpi, dia itu Jibril. Ia memberitahukan kepadaku bahwa ia diutus Rabbku kepadaku.” Beliau memberitahukan wahyu pertamanya. Khadijah berkata, “Bergembiralah, demi Allah, Allah akan selalu memberlakukan padamu dengan baik. Maka dari itu terimalah apa yang datang kepadamu dari Allah, karena itu adalah kebenaran.” [Tarikh Al-Islam, Adz-Dzahabi (I/128)].
*****
2.      Orang pertama yang memberi anak-anak untuk Rosulullah SAW. Sayyidah Khodijah RA adalah istri pertama Rosulullah SAW. Pernikahan antara Rosulullah SAW dengan Sayyidah Khadijah RA dikaruniai 6 orang anak (2 laki-laki dan 4 perempuan). Anak Rosulullah SAW bersama Sayyidah Khodijah RA yaitu: Qosim, Abdullah, Fatimah, Ummu Kultsum, Zainab, dan Ruqaiyah.
3.      Orang pertama di antara istri-istri Rosulullah SAW yang diberi kabar gembira surga.
4.      Orang pertama yang diberi salam Rabb
*****
Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, ia berkata, “Jibril datang kepada Rosulullah SAW, lalu berkata, “Wahai Rosulullah, Khadijah akan datang membawa wadah berisi makanan, atau lauk, atau minuman. Jika dia sudah tiba nanti, sampaikan salam Rabbnya kepadanya, juga dariku. Dan sampaikan kabar gembira kepadanya sebuah rumah di surga dari mutiara cekung, tiada kegaduhan dan keletihan di dalamnya.” [Muttafaq “Alaih”. HR. Bukhari (3820), kitab: Keutamaan-keutamaan. HR. Muslim (2432), kitab: Keutamaan Para Sahabat].
*****
5.      Wanita shiddiq pertama di antara para mukminin wanita.
6.      Istri Nabi Muhammad SAW yang lebih dulu meninggal dunia.
7.      Kuburan yang pertama kali disinggahi Nabi Muhammad SAW adalah kuburannya di Mekah.
8.      Pemimpin wanita penghuni surga
*****
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA, ia berkata, “Rosulullah SAW bersabda, “Para pemimpin wanita penghuni surga adalah Maryam binti Imran, Fatimah binti Muhammad, Khadijah binti Khuwailid, dan Asiyah istri Fir’aun.” [HR. Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir (12179), sanad hadits ini Hasan].
*****
Demikianlah beberapa keutamaan yang dimiliki oleh Sayyidah Khodijah RA. Sayyidah Khodijah RA adalah sosok wanita yang mulia nan lembut budi pekertinya, penyayang dan murah hati. Wahai muslimah nan solikhah, marilah berteladan pada akhlak Sayyidah Khodijah RA. Keteladanan sikap mulia Sayyidah Khodijah RA diantaranya:
1.      Khadijah binti Khuwailid (Sayyidah Khodijah RA) adalah sosok yang dermawan.
Sayyidah Khadijah RA rela memberikan seluruh hartanya untuk mendukung perjuangan Rosulullah SAW, rela mengorbankan harta dan pikirannya untuk  Allah dan Rosulnya.
Diriwayatkan dalam perbincangan hangat antara Rosulullah SAW dan Khodijah RA, datanglah Halimah As Sa’diyah (Ibu susuan yang menyusui Rosulullah SAW). Dalam pertemuan hangat antara Rosulullah SAW dengan Halimah As Sa’diyah, beliau (Rosulullah SAW) menanyakan kondisinya (kondisi Halimah). Halimah As Sa’diyah mengeluhkan kerasnya kehidupan dan kekeringan yang melanda padang luas Bani Sa’ad. Ia (Halimah As Sa’diyah) mengeluhkan kesulitan hidup, dan getirnya kemiskinan. Rosulullah SAW lantas mencurahkan kemuliaan beliau pada Khodijah RA. Khadijah RA tersentuh oleh kondisi Halimah As Sa’diyah, ibunda susuan Nabi Muhammad SAW, konsisi sulit yang menimpanya dan juga kaumnya. Kalbu Khadijah pun menuangkan kasih sayang dan cinta. Dengan rela hati, Khadijah memberi 40 ekor kambing, juga seekor unta yang membawa air. Khadijah juga memberikan bekal seperlunya untuk nanti Halimah As Sa’diyah bawa pulang ke padang luas kampung halamannya”. (Nisa’, Ahlil Bait, hal: 31, 32).
Selain itu, Sayyidah Khodijah RA gemar membagikan hartanya pada fakir atau miskin, Sayyidah Khodijah juga sangat memuliakan tamu dan gemar membantu orang dalam kesusahan.
2.      Sifat mulia dan Mementingkan Orang lain
Khadijah RA sangat mulia dan murah hati. Ia menyukai apa saja yang disukai sang suami, mengorbankan apa pun yang ia miliki demi membahagiakan sang suami. Tatkala Rosulullah SAW merawat putra paman beliau, Ali bin Abi Thalib, Ali menemukan hati penuh kasih dan Ibu yang sangat penyayang di rumah Khadijah, wanita suci nan penuh kasih. Inilah yang membuat Ali merasa tinggal bersama Ibu kandung sendiri. Khadijah memperlakukan Ali dengan sangat baik.  
Demikian halnya ketika Khadijah RA merasa bahwa Rosulullah SAW mencintai Zaid bin Haritsah. Khadijah menghibahkan Zaid kepada beliau, sehingga kedudukan Khadijah kian meningkat di dalam jiwa Nabi Muhammad SAW.
3.       Setia pada Suami, Menemaninya dalam Suka dan Duka
Dear shalihah, sudah selayaknya sebagai wanita kita meneladani sikap sayyidah Khodijah RA yang setia pada suaminya (Nabi Muhammad SAW). Sayyidah Khodijah RA dengan kerelaan hati memberikan seluruh hartanya untuk perjuangan Rosululklah. Sayyidah Khodijah menemani Rosulullah dalam suka maupun duka. Sayyidah Khodijah menguatkan Rosulullah ketika beliau ketakutan, kedinginan setelah ditemui Jibril dan menerima wahyu, Sayyidah Khodijah memotivasinya dan menyelimutinya. Sayyidah Khodijah RA menemani Rosulullah baik dalam dakwah islam baik secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi. Sayyidah Khodijah turut merasakan pedihnya diboikot kaum kafir quraisy menemani Rosulullah SAW. Sungguh betapa mulia nan murah hati Sayyidah Khodijah RA.
Sudah selayaknya kita meniru ummah kita (Sayyidah Khodijah RA) yang begitu setia pada sang suami.
Jadilah wanita…
Yang kala suamimu memandangnya, maka sejuklah hatinya
Yang kala suamimu berduka, maka engkau menguatkan pundaknya
Yang kala suamimu lemah, maka kau pun memotivasinya
Yang kala suamimu mendengarkan katamu, maka tentramlah batinnya
Yang kala bersamamu, maka semakin besar cintanya pada Rabbnya
Yang kala memandangmu mengingatkannya akan kehidupan akherat
Yang kala memandangmu mengingatkannya akan hari kematian
Jadilah wanita…
Yang kala suamimu di sampingmu, menginspirasinya untuk berbuat kebajikan
Yang kala bersamamu, mendorongnya dalam ketaatan pada Rabb dan RosulNya
Yang mana kalian berdua saling bahu membahu dalam kebaikan
Saling mengasihi dan saling mencintai dalam ketaatan
Membangun keluarga yang madani
4.      Khadijah RA adalah sosok yang Rajin Beribadah
Sayyidah Khodijah adalah orang yang pertama beriman pada Allah dan RosulNya. Sayyidah Khodijah orang pertama yang mempecayai Rosulullah SAW. Sayyidah Khodijah RA selalu mendampingi Rosulullah SAW hampir seperempat abad lamanya. Selama itu, ia meminum  dari sumber mata air jernih secara langsung. Meniru perilaku, akhlak, dan kasih sayang beliau (Rosulullah SAW) secara langsung. Sayyidah Khodijah RA senantiasa menjalankan shalat bersama Nabi SAW. Shalat kala itu adalah dua rokaat pada pagi hari dan dua rokaat pada petang hari, sebelum shalat lima waktu ditetapkan pada masa Isra’.
Diriwayatkan dari Urwah bin Zubair, dari Aisyah RA, Ia berkata, “Shalat pertama yang diwajibkan adalah dua rokaat, lalu shalat dalam perjalanan ditetapkan, dan shalat saat bermukim disempurnakan”. (Muttafaq Alaih. HR. Bukhari (1090), kitab: Jum’at. Muslim (685), Kitab; Shalat para Musafir dan Qasharnya).
5.      Sayyidah Khodijah RA adalah sosok yang Penyabar dan Pandai Bersyukur
Sayyidah Khodijah RA adalah sosok yang sabar dalam menemani Rosululklah SAW dalam berdakwah baik dakwah secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi. Beliau (Sayyidah Khodijah RA) menemani dan menguatkan Rosulullah SAW dengan kesabaran ketika sedang diboikot kaum kafir quraisy, dilanda kelaparan dan kemiskinan dan tetap menegakkan islam di jalan Allah. Sayyidah Khodijah RA adalah sosok yang penyabar menerima ujian dari Allah SWT.
Sayyidah Khodijah RA adalah sosok yang pandai bersyukur atas nikmat yang Allah SWT limpahkan padanya. Beliau (Sayyidah Khodijah RA) gemar menyedekahkan hartanya untuk fakir atau miskin sebagai wujud rasa syukurnya atas nikmat yang Allah berikan padanya. Sayyidah Khodijah RA selalu bersyukur atas nikmat keberkahan pernikahan yang dijalaninya bersama Nabi Muhammad SAW. Ia selalu melakukan apapun untuk semata-mata mencari ridho Allah SWT dan RosulNya.
*****
Demikianlah sekilas tentang keutamaan dan keteladanan akhlak mulia Sayyidah Khodijah RA. Semoga kita dapat meneladaninya dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, menjadikan beliau sosok cerminan tauladan dalam berperilaku dan berakhlak. Semoga tulisan ini bermanfaat. Terimakasih.
  


Tidak ada komentar :