HALIMAH BINTI MASDARI

Jumat, 25 November 2016

KADO UNTUK EMAK DAN ADEK

JAM TANGAN UNTUK EMAK DAN AFIDA
  
            قال رسول الله ص. م.
ان المتحابين لتري غرفهم في الجنة كالكوكب الطالع الشرقي اوالغربي فيقال من هؤلاء فيقال هؤلاء المتحابون في الله عزوجل (رواه أحمد)

Sesungguhnya orang-orang yang saling mencintai, kamar-kamarnya di surga nanti terlihat seperti bintang yang muncul dari timur atau bintang barat yang berpijar. Lalu ada yang bertanya, “siapa mereka itu?, “mereka itu adalah orang-orang yang mencintai karena Allah ‘Azzawajalla. (HR. Ahmad).

         
Kamis, 24 November 2016 adalah hari yang spesial bagiku. Dimana tanpa kusangka-sangka, semuanya terjadi kebetulan dan terpikir saat itu juga tanpa planning jauh-jauh hari, aku menyambangi (menengok) adek Afida di pesanten. Adekku bernama Afidatul Mafrucha, biasa dipanggil Afida, usia kami terpaut 3 tahun. Bila aku 22 tahun saat ini, usia adekku 19 tahun. Afida saat ini sedang memperdalam agama, sudah hampir 5 tahun sejak kelulusannya dari SMP N 1 Ngawen dia belajar di pesantren, tepatnya di pesantren Al-Mus Putri 1 yang di asuh oleh Ibu Nyai Hajjah Halimah (Adek KH. Maemoen Zubair), letaknya di Sarang (ujung Timur Kota Rembang).
     Sebelum berangkat menyambang adek di Pesantren, Halimah mampir di toko swalayan membelikan kebutuhan utama pesantren adek (seperti: shampo, pewangi, rinso, sabun, pasta gigi, makanan dan kebutuhan pesantren lainnya). Tak lupa beli kue untuk di bawa silaturahmi ke rumah kakek sekaligus memberikan foto wisuda permintaan almarhumah nenek, kan nyenengin hati kakek itu sebuah kebajikan. Yups….Halimah sayang kakek hehe, sayang adek juga. Alhamdulillah setelah 3 jam perjalanan melewati Bogorejo, Jatinegoro, Bancar , Bulu akhirnya sampai Sarang juga. Begitu tiba di pesantren ternyata adek ikut musyawarah, jadi Ibu memanggilnya di sekolah. Begitu tahu yang datang menyambanginya adalah Emak dan aku, wajahnya sumringah…soalnya jarang banget aku ada waktu buat dateng ke pesantren dia kecuali silaturahmi lebaran hehe. Begitu sumringah wajah adekku, rautnya dihiasi senyum, matanya berbinar-binar dan mukanya berseri-seri. Kami begitu dekat, canda, guyon, meluk, nyubit pipi, dan tak lupa salam sayangku yang berupa ledekan cinta hehe. Nggak seru rasannya kalau nggak mencet-mencet hidung si adek juga nggoda si adek buat partner canda hehe.
       Kebahagiaan Halimah adalah saat melihat orang-orang yang Halimah cintai tersenyum bahagia dan Halimah bisa melihat sumringah wajahnya hehe. By the way cinta Halimah ke siapa?. Ke Idola seluruh ummat islam (untuk yang sudah wafad). Nah selain itu Halimah sangat mencintai keluarga Halimah, yatim, dhuafa dan fakir miskin. Dari kecil sudah cinta jadi sudah mendarah daging. Ketika Halimah waktu kerja dulu (semasa kuliah), Halimah sering nyisihin uang buat dibagi-bikan ke orang-orang yang Halimah cinta (yang tersebut di atas). Pas ngejenguk adek, Halimah berikan oleh-oleh yang Halimah dan Emak bawa ke Adek biar untuk kebutuhan pesantrennya dan khusus oleh-oleh snack dan makanan adek makan bareng-bareng dengan teman-teman pesantrennya hehe.
        Pas ngelihat jam tangan yang aku pakai (baru 3 jam pakai, karena baru beli), yups aku suka sesuatu yang simple, sederhana tapi kalau dipakai elegant manis hehe. Nah si adek (Afida) naksir sama jam tangan yang baru aku pakai, yups…maka aku berikanlah jam tangan yang baru aku beli itu ke adek. Dia senyum, dan bolpen bateraiku yang unik kuberikan dia juga. Dia makin senyum sumringah. Jujur seneng lihat adekku satu-satunya itu tersenyum manis. Ketika adek izin sholat Jama’ah selama sekitar setengah jam, hehe…Halimah pergi ke rumah kakek sambil bawain foto (berukuran 10 R) dan kue ke rumah kakek. Alhamdulillah kakek sehat. Maturnuwun duh gusti. Rasanya senang kalau melihat orang-orang yang kita cintai tersenyum. Sepulang menjenguk adek, Halimah dan Emak langsung pulang Blora…yups motoran. Pulang dari pesantren jam 15.00 dan sampai rumah jam 18.10. By the way sebelum pulang, Emak Halimah ajak mampir ke Toko Swalayan. Kasihan Emak….Semua orang yang Halimah cintai sudah Halimah berikan kado, adek yang paling banyak, sementara Emak belum. Makanya Emak Halimah ajak ke Toko Swalayan, Halimah minta Emak memilih barang kesukaannya dan Halimah belikan. Ternyata Emak ingin jam tangan bermotif emas dan perak. Yups Halimah belikan kebetulan pas…uang Halimah pas buat bayar. Sekaligus Halimah beli persiapan barang yang mau Halimah bawa sebelom nanti merantau lagi.
        Sebaik apapun Halimah, kebaikan Halimah tak akan menandingi kebaikan jasa Emak. Jasa Emak begitu besar sejak Halimah dalam kandungan hingga segedhe ini. Itulah sebabnya Halimah selalu berusaha membahagiakan Emak semampu Halimah. Sebagaimana Sayyidah Fatimah RA yang mencintai rosulullah SAW dan mau melakukan apapun demi Rosulullah SAW (sang ayah). Mengapa Halimah mencintai dek Afida dan selalu berusaha membuatnya tersenyum? Karena dek Afida banyak berkorban untuk Halimah. Karena Halimah sangat menyayanginya sebagaimana Nabi Yusuf AS sangat menyayangi Bunyamin (Adek Nabi Yusuf AS). Terlebih Afida adalah satu-satunya saudara kandung yang aku punya, maka membahagiakannya adalah kebahagiaan utamaku.   

Tidak ada komentar :