HALIMAH BINTI MASDARI

Senin, 21 November 2016

KMI (KEWIRAUSAHAAN MAHASISWA INDONESIA) WADAHI MAHASISWA JADI PENGUSAHA

Wakili UNDIP di KMI (Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia) 2016,
Membawaku Melancong di Universitas Brawijaya



EXPO KMI (Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia) 2016 adalah puncak acara PMW (Program Mahasiswa Wirausaha) selama 2 periode yakni PMW 2014 dan PMW 2015. KMI 2016 ini semacam PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional) dari PKM (Program Kreativitas Mahasiswa), tetapi di KMI ini hanya untuk kewirausahaan saja. Tiap universitas diminta mengirimkan 3 delegasi PMW untuk mewakili universitasnya. KMI ini akan menyeleksi 100 universitas dan tiap universitas mengirimkan delegasinya.
Alhamdulillah, Halimah terpilih sebagai salah satu delegasi UNDIP dalam puncak acara KMI 2016. Disana ada ratusan stand mahasiswa yang mempromosikan produknya. Usaha dikelompokkan menjadi 3 yakni: 1) usaha di bidang jasa, 2) usaha di bidang makanan dan minuman, dan 3) usaha di bidang industri kreatif dan teknologi. Dimalam penganugerahan nanti akan dipilih juara 1, 2, 3 dan harapan dari tiap kategori stand terbaik, top three usaha di bidang makanan dan minuman, top three usaha di bidang usaha jasa, dan to three usaha di bidang industri kreatif. Yups, nggak jauh beda sama PIMNAS.
Dari awal datang KMI, niat Halimah bukan nyari juara tapi untuk menambah silaturahmi dengan teman-teman pengusaha se-Indonesia. Mengapa niatnya demikian?, karena dari silaturahmi-lah, sebagai jalan Allah memberikan rizki ke Halimah…yups, semacam memperluas marketing melalui networking hehe. Keuntungannya ikut KMI adalah bertemu mahasiswa pengusaha se-Indonesia, mendapatkan ilmu bisnis gratis, menambah wawasan, dan memperluas jaringan. Selain itu sebagai wadah jalan-jalan sekaligus nyari IDE buat berkarya hehe. 


EXPO KMI STAND UNDIP DI KMI 2016

BERSAMA DELEGASI UNDIP DALAM EXPO KMI STAND UNDIP DI KMI 2016

BERSAMA SIBRA (SINGA BRAWIJAYA) DALAM EXPO KMI STAND UNDIP DI KMI 2016

BERSAMA PENGUNJUNG DALAM EXPO KMI STAND UNDIP DI KMI 2016

EXPO KMI STAND UNDIP DI KMI 2016

Kata guru:
Thanks to God for what you have gotten and Keep everything that you have”
Seperti kata my teacher, bahwa segala yang Tuhan berikan harus disyukuri, maka sudah terpilih sebagai delegasi dalam KMI 2016, Halimah sudah bersyukur. Banyakin bersyukur atas nikmat Tuhan YME. Hidup itu bukan kompetisi siapa yang MENANG atau KALAH tetapi BEKERJASAMA bagaimana peduli terhadap yang lainnya. Pelajaran berharga yang Halimah dapat dari seseorang hari ini adalah sebagai berikut: 
*CERITA SEORANG TEMAN, DIASPORA DI AMRIK, YG BEKERJA DI CHEVRON, CALIFORNIA*
(sebuah catatan, yg mungkin bagus utk anak-anak Indonesia dan kita sendiri di lingkungan pekerjaan kita).
********************
*COMPETITION* vs *_COOPERATION_*
Jumat lalu, kedua anak saya menerima *Report Card* dari sekolahnya Ronald Reagan Elementary School (rapor kalau di Indonesia). Melihat keduanya mendapat nilai-nilai yang sangat bagus. Anehnya kok tidak tercantum *info tentang rangking?*, Saya tergoda bertanya ke salah satu gurunya...
“Anak saya ranking berapa, Ms. Batey?”
Dia balik bertanya, *“Kenapa Anda orang Asia selalu nanya seperti itu?”*
"Wah, salah apa saya ini....?" kata saya dalam hati.
Dia melanjutkan bicara, “Anda kok sangat suka sekali berkompetisi?", katanya.
"Di level anak Anda, tidak ada rangking-rankingan...!"
"Tidak ada kompetisi!" tambahnya.
"Kami mengajari mereka tentang 'cooperation' alias kerjasama....!. "Mereka harus bisa bekerja dalam “team work”. Dan mereka harus bisa cepat bersosialisasi dan beradaptasi. Mereka harus punya banyak teman. Lebih penting bagi kami untuk mengajari mereka story telling dan bagaimana mengungkapkan isi pikiran dalam bahasa yang terstruktur dan sistematis!. Kami mengajari mereka "logika" dalam setiap kalimat yang mereka ucapkan! Dari sini, rupanya kenapa teman-teman saya di kantor mentalnya selalu "How can I help you?”. Hampir tidak pernah saya lihat mereka “jegal-jegalan”. Dan, di Amerika hampir semua profesi mendapat penghasilan/ penghargaan yang layak. Tidak harus semua jadi dokter, insinyur atau profesi lain yang terlihat "terhormat" seperti di Indonesia. Semua orang boleh mencari penghidupan sesuai “passionnya”, sehingga semua bidang kehidupan berkembang maju, karena diisi oranng-orang yang bekerja dengan penuh gairah. Wah…saya jadi ingat, memang pendidikan di negeri saya sangat kompetitif. Banyak orangtua yang narsis kemudian memajang prestasi anak-anaknya di sosmed. Wow!...Tanpa disadari sebagian dari mereka nanti akan tumbuh menjadi orang-orang yang terlalu suka berkompetisi dan lupa bekerjasama. Kiri-kanannya dianggap “saingan” bahkan sangat mungkin sebagai “musuhnya”?. Dirinya harus menjadi yang terbaik! Mending kalau si anak bisa mengembangkan dirinya supaya menang persaingan. Yang ada, kadang mereka justru menunjukkan kebaikan dirinya dengan cara menungkapkan kejelekan2 temannya ataupun orang lain..."Kalo bukan kita siapa lagi?", begitu jargonnya… Wuih..., betapa arogannya, seakan-akan fihak lain tidak ada yg bisa! Hanya dia sendiri yang mampu! Kemudian yg ada adalah menjadi sakit mentalnya. "Aku menang.....aku menang....!" begitu suara anak-anak dari sebuah gang di ibukota... Entah permainan apa yang mereka menangkan?  Entah kapan dia sadar, bahwa hidup bukan melulu soal menang atau kalah!
(Bakersfield USA*) The magic words is *"How can I help you...”*
(Dikirim David Mafazi: dikirim 7.59 AM, 22 November 2016).
**********************************

Dari kata-kata tersebut, Halimah tersentuh dan Halimah belajar mencintai kerjasama sebagaimana Halimah membangun komunitas kegiatan sosial DCS (Disability Children Support), CCM (Coastal Cleaning Movement), dan SCE (Street Children Empowerment). Disana kami bekerjasama, saling bahu membahu dan saling membantu. Hidup bukan melulu soal kompetisi, persaingan, jegal-jegalan, menang-kalah, TETAPI bagaimana kita bekerjasama, saling menolong (how can I help you), peduli dan saling mencintai…yups tolong menolong. What am I waiting for?...i am waiting to be useful person who loves, cares, and helps each other. Love my parent, my sister, my family, orphan, dhuafa, and whoever whom I can help. Jadi, misalkan berwirausahapun, goalnya adalah membantu sesama dalam mengurangi pengangguran, membantu oranglain dalam mencari pekerjaan, serta mensejahterakan keluarga dan orang-orang yang Halimah cintai. Jadi golden goalnya adalah helping each other.
WISATA DI SELECTA (AGROWISATA) DI MALANG

WISATA DI SELECTA (AGROWISATA) DI MALANG.


Tidak ada komentar :