HALIMAH BINTI MASDARI

Selasa, 30 Desember 2014

Membangun Hubungan Harmonis dalam Keluarga


Bagaimana Anda Mempersiapkan Diri?

Assalamualaikum. Wr. Wb.
Salam sejahtera untuk para pembaca
Semoga rahmad Allah senantiasa tercurah untuk kita semua
            Bagaimana yang akan kamu lakukan sebagaimana dirimu seorang wanita yang nantinya akan melahirkan calon penerus bangsa? Bagaimana bekal yang kau persiapkan dalam akhlak dan pengetahuan karena kau akan mendidik generasi emas bangsa? Bagaiamana cara untuk menjaga agar hubungan dengan keluarga tetap harmonis menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warohmah? Bagaiamana agar hubungan orangtua dengan anak tetap baik (harmonis)? Bagaimana agar hubungan suami dan istri in syaallah setia, dan istiqomah baik sampai akhir hayat?
            Ya...itulah sederet pertanyaan yang menyelimuti pikiran kita. Baik marilah kita kupas satu per satu. Disini, penulis hendak berbagi cerita, semoga bermanfaat. Alhamdulillah, penulis belajar mengerti kehidupan dengan mengambil hikmah dari sekian banyak orang. Akupun tak menangka bagaimana orang bisa memberiku amanah seperti itu...tapi aku yakin tiadalah ini terjadi tanpa kehendak Allh, semua atas izin Allah. Alhamdulillah penulis diberi kesempatan sering sekali mendapat curahan hati mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa (para ibu-ibu da bapak-bapak). Baik dari lower class hingga upper class. Aku sendiri tak tahu, orang yang baru mengenalku beberapa bulan, bahakan ada yang beberapa hari bisa mempercayaiku sepenuhnya bahkan terkadang rahasianya. In syaallah amanah itu tetaplah aku jaga, semoga Allah senantiasa menjagaku agar tetap amanah. Sebab tanpanya tiadalah aku bisa melakukannya. Ketika aku tanya mereka:
“Bagaimana kau mempercayaiku, bukankah engkau orang yang tertutup?”. Akupun kebingungan dilain aku sering mendapatkan titipan barang, uang, aku juga sering kali mendapatkan curahan dari berbagai kalangan.
“Aku mempercayaimu, in syaallah kau amanah”, jawabnya singkat.
            Kembali ke pertanyaan tersebut, ngomong-ngomong soal curhat...aku tak akan berbagi siapa-siapa saja yang curhat dan apa yang dicurhatkan, yups mohon maaf karena itu adalah amanah,, maka perlu dijaga. Baiklah, disini penulis akan berbagi tips-tips bagaiamana menjaga hubungan harmonis dalam keluarga, hal ini berdasarkan pengamatan penulis dari sekian banyak orang.
1.    Tips Seorang Wanita mempersiapkan Diri Sebelum Menjadi Seorang Istri:
Ø  Rajinlah ibadah termasuk sholat dan ngaji. In syaallah ketika kau rajin beribadah maka kelak anakmupun ketika kau berkeluarga menjadi anak yang soleh solekhah. Pepatah mengatakan “Buah jatuh tak jauh dari pohonnya”. Karakter seorang anak tak jauh berbeda dari orangtuanya terutama sang ibu, karena anak adalah cerminan dari orangtua. Maka ketika anak anda nakal ketika anda sudah berkeluarga janganlah langsung marah, ingat kembali masa muda anda dulu, sudahkan anda menjadi wanita yang solekhah, sudahkah suami anda menjadi lelaki yang soleh semasa muda, yang taat agama dan taat orantua?, jika belum sudah barang pasti sifat anak anda yang nakal adalah turunan dari sifatanda baik ayah ataupun ibunya.
Ø  Persiapkan diri dengan ilmu ukhrowi dan ilmu duniawi. Seorang ibu haruslah cerdas. Mengapa saya mengatakan demikian, karena seorang ibu yang nantinya akan melahirkan calon generasi bangsa dan negara, yakni kaum pemuda. Sebagaimana kita ketahui bahwa kecerdasan anak terutama menurun dari kecerdasan ibu. Ketika sang ibu cerdas, in syaallah anakpun cerdas. Hal ini berkaitan dengan mengapa menuntut ilmu hukumnya wajib bagi kaum muslim laki-lakidan perempuan. Karena setiap melakukan sesuatupun harus didasari dengan ilmu. Jika pemuda adalah tiang bangsa, negara dan agama, bayangkan jika pemudanya bodoh dan malas, apa yang akan terjadi tentu bangsa dan negara ini rapuh dan mudah diperdaya bangsa lain. Lalu, jika ada petanyaan...bagaimana jika ibu itu sejak lahir sebagai seorang idiot, bagaimana ia bisa cerdas?...kata Bapak ilmu itu bagaikan pisau, selama diasah in syaaallah bisa. Sebagai contoh, bukankah sudah banyak orang idiotpun yang juara bahakan di kancah internasional. Contoh lain, tentang kisah Ibnu Hajar. Beliau adalah ulama yang tersohor, kau tahu dulu ketika sekolah di pesantren hingga puluhan tahun, surat al fatekhahpun tak hafal hingga ia menangis karena saking bodohnya. Suatu ketika saat ia hendak pulang ke rumah dari pesantren, tiba-tiba hujan deras hingga ia berteduh dibawah pohon. Lalu apa yang terjadi...ia melihat batu besar yang ia duduki lama-lama lapuk. Lalu dalam fikirnya, “Batu saja yang sekeras itu bisa lapuk dan hancur karena tetes hujan, apa iya otakku begitu bodohnya hingga surat Al Fatekhah saja tak bisa, in syaallah bisa”. Maka trkadnya pulangpun tak jadi, ia kembali ke pesantrennya dan belajar bersungguh-sungguh. Walhasil beliau tak hanya hafal al-fatekhah saja, bahkan bisa mengarang kitab dan menjadi seorang ulma’ yang luar biasa. Yakinlah bahwa bahwa dibalik kesulitan akan Allah hadirkan kemudahan.
Ø  Seorang wanita harus menghiasi diri dengan akhlak. Sebagaimana kata bapakku ketika mengatakan padaku “Perbaiki dirimu dengan akhlak dan ilmu. In syaallah jodohmu adalah ceminan dari dirimu. Wanita yang solekhah in syaallah mendapatkan lelaki yang soleh. Sedangkan wanita yang buruk akhlaknya in syaallah mendapatkan lelaki yang buruk akhlaknya”. Nah...sekarang yang menjadi pertanyaan. Jika yang baik mendapatkan ang baik pula dan yang buruk mendapatkan yang buruk pula, mengapa Siti Asiyah (wanita slekhah) mendapatkan suami Raja Fir’aun yang jahat lagi kafir? Mengapa Nabi Lut yang soleh, istrinya pembangkang?. Baik disini penulis mencoba menjelaskan jika yang baik mendapatkan yang baik contohnya adalah Rosulullah dengan para istrinya (ummahtul mu’minin), sedangkan contoh yang bburuk dengan yang buru adalah abu lahab dan istrinya. Mengapa masih ada yang baik mendapatkan yang buruk?....kembali bahwa segala sesuatupun terjadi tiada yang kebetulan melainkan atas izin dan sepengetahuan Allah. Bisa jadi Allah menjodohkan yang baik dengan yang buruk untuk menguji keimanan dan kesetiaan seseorang akan cintanya terhadap Allah, bisa pula sebagai jalan dakwah, yakni yang baik mendakwahi yang buruk akhlaknya agar kembali ke jalan Allah. Semua terjadi atas kehendak-Nya, taiaalah itu sia-sia melainkan ada kegunaanya. Dan apapun yang Allah berikan adalah yang terbaik.
Ø  Selama belum menikah, taatlah pada orangtua. Guruku selalu mengatakan, “ Ketika seorang wanita belum menikah maka ridho Allah bersama ridho orangtua, sedangkan ketika sudah menikah maka ridho Allah bersama ridho suaminya, maka taatlah pada orangtuamu dan suamimu nanti kecuali jika diperintah maksiyat dan mempersekutukan Allah maka tolaklah”.

2.    Tips Agar Hubungan Antara Istri dan Suami tetap Baik
Tips ini berdasarkan pengamatan dan ilmu dari guru serta para ibu ataupun bapak yang sudah menikah dan memberikan pelajaran berharga untuk kita:
Ø  Untuk menjaga hubungan tetap harmonis, seorang istri maupun suami harus saling percaya satu sama lain. Jangan mudah dihasut orang lain, karena berita yang dibawa orang lain belum tentu benar adanya dan jika mempercayai hal yang tdak benar bisa menimbulkan fitnah serta justru merusuk hubungan antara suami dan istri itu sendiri.
Ø  Seorang suami jangan membanding-bandingkan istri dengan wanita lain yang mungkin lebih cantik atau lebih pintar atau lebih kaya, dll. Demikian juga seorang istri jangan pula membanding bandingkan suami dengan lelaki lain yang mungkin lebih tampan atau lebih pintar ataupun lebih kaya dll. Karena sikap membanding-bandingkan itu berarti kamu tak bisa menghargai pasanganmu, kamu belum bisa menerima kekurangan pasanganmu apa adanya. Bukankah hubungan yang baik itu saling melengkapi dan bisa saling menjaga serta saling menyayangi dan saling menghargai. 
Ø  Jangan terlalu cerewet menegur pasangan, karena bisa menimbukan salah paham, carilah waktu yang tepat kalau menasehati agar pasangan yang kau nasehatipun merasa nyaman akan nasehatmu. Misalkan, ketika seorang isri mengetahui suaminya berbuat dosa entah kecil ataupun besar, maka sang sistri wajib menasehatinya agar tak melakukan hal itu jika belum dilakukan dan memintanya untuk berhenti melakukan hal maksiyat ketika sudah terlanjur dilakuakn. Cara mengingatkannya, tunggulah waktu dimana suami merasa rileks/ tidak sedang capek ataupun letih (hindarkan jangan memilih saat suami sedang sibuk atau baru pulang dari kerja sehingga capek) lalu nasehatilah dengan cara yang baik yakni lembut dan halus serta jangan didepan oranglain kalau bisa usahakan saat kondisi empat mata.  Jangan menasehati saat kondisi capek karena bukannnya nasehatmu diterima justru ia bisa emosi terhadapmu.
Ø  Jika ada salah satu pasangan yang marah maka pasangannya harus ada yang mau mengalah. Misalkan suami yang marah, maka istri mengalah diam atau sebaliknya istri marah, suami mengalah diam. Lalu ketika kondisi tenang, barulah dinasehati. Untuk wanita biasanya ia luluh dengan kasih sayang dan perhatian, maka ketika ia marah, berilah perhatian ataupun kasih sayang.
Ø  Pujilah pasangan anda, tetapi jangan terlalu sering untuk membuat hatinya senang dan bahagia. Karena pujian akan membuat seseorang semakin dekat dengan anda, jangan mudah mencela karena dapat menimbulkan ketidakharmonisan keluarga.
Ø  Antar pasangan (suami/istri) harus saling menyupport, saling menyayangi dan saling mengasihi, serta saling menguatkan. Berilah kasih sayang pasangan (suami/istri) nomor dua setelah Tuhanmu.  Sempatkanlah mengirim sms rindu, kangen, ataupun sekedar tanya kabar jika berada diluar kota. Berilah pasangan deng kejutan kejutan yang indah terhadap pasanganmu sehingga hubunganmu semakin harmonis. Perlu kau tahu bahwa rosulullahpun adalah sosok yang romantis terhadap istri-istrinya beliau santun, penyayang dan lembut. Sudah sepatutnya sebagai umatnya kita mencontohnya. Baginda sayyidah Khodijah R.A dan siti Aisyah R.A selalu menguatkankan rosulullah ketika terpaan musibah menghadang, tak hanya menyumbang harta bahkan juga pikiran dan kasih sayang.

3.    Tips Menjaga Hubungan Baik antara Anak dan Orangtua
Berdasarkan pengamatan dari kehidupan mayoritas orang dan berdasarkan ilmu dari para guru disini ada pelajaran berharga agar hubungan orangtua tetap baik dengan anak:
Ø Jadilah orangtua yang bijak dengan memberikan teladan yang baik pada anak seperti solat ontie, rajin beribadah, rajin bekerja sehingga ketika memerintah anakpun in syaallah anak taat karena orangtua sudah mencontohkannya.
Ø Ketika menasehati anak, janganlah menggunakan cara kekerasan apabila anak berbuat salah. Jangan memukul atau menamparnya ataupun dengan kekerasan yang lain karena hal itu akan menimbulkan trauma pada anak. Akibatnya anak menjadi tertutup dengan orantua karena takut dipukul ataupun diberlakukan keras dan kasar sehingga hubungan orangtau semakin jauh dengan anak, dan orangtua semakin sulit  memantau perkembangan anak karena anak  menjadi takut dan tak penah curhat dengan orangtua.
Ø Orngtua janganlah terlalu otoriter dan memaksakan kehendaknya pada anak.
Ø Jadilah orangtua yang bijaksana, tegas, namun tidak kasar ataupun keras. Didiklah bahwa meskipun orangtua tak melihat ada Allah yang senatiasa melihatmu (anak), sehingga kau tak perlu takut pada orangtua (taat saja) melainkan takutlah pada Allah karena Allah selalu megawasimu, janganlah maksiyat, takutlah akan akhzab Allah yang teramat pedih.
Ø Berilah reward dan pujian atas keberhasilan anak.
Ø Jadilah anak yang taat akan perintah orangtua dan santun serta penyayang terhadap orangtua. Ingatlah bahwa ridho Allah bersama ridho orangtua. Jika mengatakan “Ah” saja pada orangtua dilarang, bagaimana jika menyakitinya tentulah dilarang. Jadilah anak yang taat, jangan membangkah bahkan membantah orangtua ketika diperintah orangtua dalam kebaikann. Orangtua in syaallah lebih tahu tentang kebaikanmu daripada dirimu, selama itu bukan perintah maksiyat maka laksanakanlah.

Demikian tips-tips bagaimana mempersiapkan keluarga yang sakinah, mawaddah, warohmah BIIDNILLAH. Semoga kelak kita termasuk golongan yang berimana dan bertaqwa. Aamiin...:)              
Wassalamualaikum. Wr. Wb.              


Tidak ada komentar :