HALIMAH BINTI MASDARI

Kamis, 15 November 2012

Keladi Hias



2.1 Definisi Keladi
            Menurut Tjitrosoepomo (2004), Caladium bicolor  (Keladi hias) merupakan genus dari famili Araceae, klasifikasi lengkap dari Caladium berdasarkan sistem klasifikasi tumbuhan adalah sebagai berikut:
Kingdom     : Plantae
Divisi          : Spermatophyta
Sub Divisi   : Angiospermae
Kelas          : Monocotyledoneae
Ordo           : Arales
Famili         : Araceae
Genus                   : Caladium
Spesies       : Caladium bicolor
            Caladium di Indonesia lebih dikenal dengan sebutan keladi hias. Variasi keindahan bentuk, corak, dan warna daunnya yang sangat beragam, serta perawatannya yang mudah menjadi daya tarik tersendiri bagi orang untuk membudidayakan Caladium. Caladium secara alami tumbuh di hutan-hutan tropis yang rindang, subur, dan lembab. Lokasi tumbuhnya antara lain di pinggir sungai, di bawah pohon besar, dan tempat-tempat berongga yang lembab pada ketinggian 0- 1000 m dpl. Tanaman ini menyukai suhu 21-31oC. pada suhu di bawah 15oC Caladium akan mati secara perlahan-lahan dan pada suhu diatas 32oC umbinya akan tumbuh menciut. Sementara itu intensitas cahaya matahari yang dibutuhkan Caladium 50-70%. Jika intensitas cahaya matahari yang diterima kurang dari 50%, warna daun Caladium akan memucat. Sebaliknya, jika intensitas cahaya matahari yang diterima lebih dari 70%, daun Caladium akan terbakar sehingga daunnya berubah menjadi kuning atau kecoklatan.
            Keladi banyak ditemukan di hutan-hutan tropis. Habitat asli keladi adalah lingkungan yang lembab dengan kondisi tanah gembur, subur, suhu lingkungan yang memadai dan air yang selalu tersedia dengan membuat media tanamnya tidak becek. Ada juga yang bisa tumbuh ditempat teduh (cahaya relative) dan tempat yang penuh cahaya. Lingkungan tempat penanaman keladi harus emiliki cahaya yang relative terang. Bahkan, beberapa kultivar membutuhkan cahaya matahari langsung agar daunnya bisa muncul secara sempurna
           

Selasa, 11 September 2012

Padamu Ayah Ibu

Hatiku dalam kegelapan
Tangisku menghiasi langkahku
Kesedihan menerpa huidupku
Teringat perjuanganku menempuh jalan yang berliku-liku
Terbayang mimpi yang selalu hadir dalam hidupku
Keringat yang bercucuran disekujur tubuhmu....
Panas terik matahari yang tak kau hiraukan.....
Dingin guyuran air hujan yang tak kau rasakan......
Banting tulang disawah seharian
Demi sesuap nasi dan biaya sekolahku
Kau korbankan semua untukku
Tanpa menuntut balasan ,kau berikan semua itu
Ayah,Ibu.........
Kerja kerasmu tak akan berlalu sia sia
Semangatku kan berkobar,mimpiku kan kukejar
Meski rintangan kan menghadang,cobaan kan menerjang
Takkan kuhentikan langkahku,
Akan kugapai asaku tanpa kata menyerah.......
Padamu kupersembahkan
Kesuksesan akan terwujud di hari yang akan datang
Membahagiakanmu adalah tujuanku
Menebar kasih ,menanam cinta
Sebagai balas budi atas pengorbananmu selama ini
Terimakasih ayah, ibu.........

Jumat, 07 September 2012


GURINDAM
Damai terasa sungguh dijiwa
Jikalau sikap selalu dijaga

Hindarkan hati dari iri
Sukuri nikmat diri sendiri

Sungguh bahaya terpelesetnya lidah
Karena mengobatinya tiidaklah mudah

Kalau bicara yang penting saja
Agar terhindar dari maksiyat dan dosa

Jagalah lidah dari ghibah dan namimah
Sungguh itu bias mendatangkan fitnah

Banyak berdikir mensucikan diri
Pada Yang Kuasa dekatkan diri

Bicara baik merupakan sedekah
Amal yang baik dalam beribadah

Jadilah insane yang jujur
InshaAllah hidup kan makmur

Perbanyak diri dengan intropeksi
Supaya dikau lekas mawas diri

Teguhkan hati dengan iman yang kuat
Agar selamat dunia akhirat

Jumat, 24 Agustus 2012

PERASAAN KETIKA LULUS DI PTN

PERASAAN KETIKA LULUS DI PTN

Pengumuman hasil SNMPTN, siapa sich yang gak deg-degan?. So pasti donk semua siswa yang mengikuti ujian SNMPTN jalur tertulis merasa deg-degan, termasuk salah satunya aku. Apalagi ketika melihat berita di Metro TV bahwa pengumuman SNMPTN diajukan tanggal 6 Juli pukul 19.00 WIB, sungguh benar-benar membuatku deg-degan.
Ditambah lagi teman-temanku banyak yang mengirim sms padaku menanyakan hasil SNMPTN, benar-benar membuatku khwatir, campur aduk deg-degan dan penasaran. Dengan segera aku meminta Bapakku untuk mengantarku ke warnet tepat pukul 20.00 kubuka situs web snmptn.ac.id, tetapi ketika kumasukkan nomor peserta snmptn-ku dan tanggal lahirku beserta capture tidak bisa kubuka disitu tertulis no peserta snmptn dan tanggal lahir tidak cocok, padahal nomor  peserta dan tanggal lahirku sudah benar. Sudah  ku ulang beberapa kali, namun tidak bisa. Sampai pukul 21.00 tetap tidak bisa ku buka, akhirnya aku memutuskan pulang ke rumah dengan hasil kosong. Keesokan harinya aku ditemani adikku bersepeda onthel pergi ke warnet yang berjarak kira-kira  7 km dari rumah. Sejak pukul 09.00 sampai pukul 14.00 aku diwarnet. Tetapi yang membuatku kecewa, hasilnya tetap nihil seperti kemarin masih tidak bisa dibuka.
Aku berusaha terus dan tidak menyerah begitu saja, aku mencoba menghubungi dikti ingin bertanya pengumuman hasil snmptn-ku tidak bisa dibuka, ternyata no telfonya belum dipasang. Kemudian aku mencoba menghubungi Bu Ipung bagian akademik Undip. Kemudian beliau menyarankanku untuk menelfon Pak Wahyu pakar IT Undip dan beliau memberi nomornya padaku. Lalu aku mencoba menghubungi Pak Wahyu tetapi hasilnya nomor tidak dipakai lagi (alias tidak bisa dihubungi). Dengan hasil kecewa aku pulang, dan spontan air mataku berjatuhan membasahi pipiku.
 Tiba-tiba aku mendapat sms dari Mas Yusuf (panitia sanlat), beliau mengatakan bahwa saya lolos SNMPTN keterima di Undip jurusan biologi. Beliau juga mengetahui hal ini tidak dari situs resmi snmptn.ac.id tetapi dari koran kompas. Dikoran tertulis namaku, no peserta snmptnku dan kode prodiku. Alhamdulillah akhirnya usahaku tidak sia-sia, aku lolos snmptn, sungguh betapa bahagiannya aku setelah menangis berjam-jam karena aku tidak bisa membuka pengumuman snmptn-ku. Aku bersyukur atas nikmat yang engkau berikan ya Allah. Dan untuk memastikannya aku pergi ke kampus UNDIP dan aku konsultasi masalahku pada Bu Partiwi bagian registrasi, kemudian beliau memerintahkanku ke Bu Anik. Dan ketika dicek bu Anik ternyata aku salah mengisi tanggal lahir ketika input daftar snmptn. Alhamdulillah ya Robb,akhirnya engkau kabulkan permohonanku,aku lolos snmptn.It is really good news for me.


Jumat, 09 Desember 2011

cerpen karya DEWI NUR HALIMAH

RUNTUHNYA PERSAHABATAN

“J
adi rambut kamu, kamu potong Del? Wah kamu sekarang makin tambah cantik, so sweet, dan pokoknya mantep deh” kata Tika sembari mengacungkan kedua ibu jarinya.
“Ah.........masak, perasaan biasa-biasa aja tuh, nggak usah hiperbola deh?” jawab Adel nggak percaya.
“Kamu nggak percaya, coba deh kamu ngaca pakai kaca ini” kata Tika, menyodorkan kaca.
Adel kemudian mengambil kaca pemberian Tika, dilihatnya wajahnya perlahan-lahan. Ia hanya senyam-senyum sendiri saat melihat wajahnya dikaca.
‘Benarkan apa kata aku, kamu sich nggak percaya” ujar Tika pada Adel.
“Ya........”jawab Adel tersenyum tipis.
Tiba-tiba ada teman-teman yang mau bergabung dan ngobrol bareng Tika dan Adel.
“Hey Adel, kok kamu sekarang tambah cool kayaknya” sapa Nova ceplas-ceplos. “Mana rambutnya diurai, tangannya juga pakai gelang biru” lanjutnya.
“Iya tuh Adel, biasanya rambutnya kan dikuncir sekarang kok diurai dan sekarang ada poninya lagi, New..........nich ya!”kata Wina.
Adel hanya diam aja dan wajahnya nampak nyengir.
“Hey Tik, kapan kamu gaulnya kaya Adel perasaan kamu biasa-biasa aja, modern dikit dong” kata Nova pada Tika.
“Ya........gimana ya, dari dulu kamu kan tau kalau aku biasa-biasa aja, kalaupun rambut aku kupotong toh kamu kan juga nggak bakalan tahu karena aku berjilbab. Lagian nich ya ngapain harus modern dan gaya, jadi diri sendiri kan lebih nyaman” papar Tika dengan jelas.
“Ya tuh benar 100 % mantep” kata Bianto mendukung jawaban Tika.
“Eh......Adel, aku kasih tahu ya, nggak usah kemayu dan menjeng kayak Nova, pakai direbounding segala lagi, udah gitu tangannya ada gelangnya ,pakai banyak jepit rambut lagi,kayak mau kondangan aja........ biasa aja dong” kata Bianto sambil mengorak arik rambutnya Nova.
“Bian, ngapain sich pakai ngorak-arik rambutku segala” kata Nova ketus.
“Ya nich Adel sekarang berubah 180 °,” tambah Yanti.
            Adel terdiam dan membisu, matanya sudah berkaca-kaca, namun ia memaksakan untuk tersenyum. Digandenganya tangan Tika diajak keperpustakan. Ketika hendak melangkah keperpustakaan, Adel mendengar teriakan Yuda.
“Adel-Adel, mentang-mentang mau naik kelas rambutnya new hu..........”teriak Yuda dengan suara lantang.
            Adel tetap berjalan dan tak menghiraukan kata Yuda. Begitu sampai diperpustakaan Adel dan Tika langsung membaca buku. Adel membaca novel, sedang Tika membaca buku religius. Disela-sela membaca buku, Tika menyempatkan membuka percakapan dengan Adel.
“Adel.........kata teman-teman tadi nggak usah dimasukkan ke hati, ya” kata Tika pada Adel.
Adel tetap membaca novel dan ia tidak menghiraukan kata Tika dianggapnya kata Tika hanyalah angin lewat. Melihat perlakuan Adel yang aneh padanya, Tika memakluminya dan ia melanjutkan membacanya.
 Teeet...............suara bel berdering tanda bel pulang sekolah. Hari ini sekarang pulangnya lebih pagi dari biasanya karena sudah usai melaksanakan tes ulangan akhir semester dan guru-guru sibuk menilai hasil tes.
Keesokan harinya anak-anak datang kesekolah seperti biasanya. Hari ini seperti kemarin yaitu jam kosong. Sekolah mengadakan lomba footsal dan tiap kelas harus mengikutinya. Dikelas anak-anak putri pada ngobrol dan sebagian ada yang menonton lomba footsal.
“Del, Adel.........,kamu potong rambut dimana?”tanya Septia.
“Ya disalonlah masak dirumah makan?”jawab Adel agak ketus.
“Ya, maksud aku disalon mana?”tanya Septia lagi.
“Ada aja, mau tau aja lho” jawab Adel semakin ketus.
            Adel meninggalkan tempat duduknya dan langsung berjalan menuju Tia.
“Tia, kamu mau nggak ikut aku diperpustakaan” tanya Adel.
“Ya, aku mau”jawab Tia.
            Mereka kemudian bergegas menuju perpustakaan. Begitu mereka meninggalkan kelas,semua anak-anak membicarakannya.
“Eh guys, sekarang itu si Adel sama si Tia cocok banget, sama-sama menjeng”kata Wina.
“Iya tuh, dulu sich waktu rambutnya belum dipotong dia nggak kemayu. Dan diamanapun ia pergi pasti bareng Tika dan dia alim banget nggak kaya gini” tambah Diah pada teman-teman.
            Saat mendengar perkataan itu Tika sedih, air matanya serasa akan terjatuh membasahi pipi, namun ia tahan hingga yang terlihat hanyalah mata yang berkaca-kaca. Melihat sahabatnya bersedih Septia dan Manda menenangkan Tika.
“Nggak usah dimasukin kehati Tik, nggak usah nangis ntar teman-teman malah curiga lagi kalau kamu nangis”kata Manda dengan lembut.
“Ya, ngapain aku nangis toh yang dibicarain teman-teman kan bukan aku”jawab Tika
“Kayaknya persahabatan kamu sama Adel mau runtuh ya?”tanya Septia.
“Iya tuh. Aku sendiri bingung, entah mengapa sikap Adel sekarang berubah padaku. Dulu kemanapun ia pergi selalu denganku, kini dia justru mengajak Tia tanpa denganku”kata Tika dengan suara melemas.
            Saat menghadap ke depan, Tika melamun, matanya tak berkedip dan sorot pandangannya lurus menghadap ke depan, serta badannya tak bergerak. Dibayangkannya masa lalu bersama Adel. Ia yang selalu bersama Adel saat fotocopy, saat dikantin, saat diperpus, saat dikelas sampai-sampai di wc pun selalu bersama. Serasa kebersamaan itu hanyalah tinggal kenangan.
“Sorry Tik, aku nggak bermaksud menyakitimu. Aku Cuma nggak mau teman-teman selalu membandingkanku dengan kamu jika kita bersama. Aku tau mungkin kamu berimage baik dimata teman-teman. Sedang aku? Kamu adalah sosok pendiam, biasa dan nggak gaya, kamu juga nggak rame kalau tanpa aku. Aku rasa kita lebih baik berpisah daripada ntar terpengaruh dengan sikap aku sekarang ini”kata Adel dalam hati saat ia berada diperpus.
            Dikelas Tika merasa bosan, ia bergegas berjalan keluar dari kelas mencari suasana baru diluar kelas.
“Tika..........”terdengar suara Widya memanggilnya.
Tika menoleh kebelakang dan menghentikan langkahnya. Widya menghampiri Tika dengan nafas terengah-engah karena sehabis berlari menejar Tika.
“Widya, sebaiknya kita istirahat dulu, ntar kalau nafas kamu sudah lega kita terusin jalan lagi, OK !!” pinta Tika pada Widya.
“Nggak papa kok, aku sudah pengen banget nich nonton lomba footsal. Kira-kira kelas kita masuk semi final nggak ya??” kata Widya.
            Tanpa basa-basi mereka langsung menuju lapangan lomba footsal. Mereka menyaksikan lomba footsal.
“Tika, Tika lihat deh kelas kita masuk semifinal, asyiik............!!” kata Widya sembari menepuk bahu Tika.
“Ya,ya. Alhamdulillah kelas kita masuk semifinal semoga nanti menang biar nanti masuk ke final” kata Tika.
“Amin...........amin.........amin........” gurau widya sembari mengangkat kedua tangannya.
“Eh Wid, kok pakai tangannya diangkat segala kayak do`a waktu kondangan aja” kata Tika.
“Goal!!” suara tendangan bola
“Yeach, kelas kita menang, hooooore..........!!”kata Widya.
            Tika hanya tersenyum lalu ia menarik tangan Widya untuk diajak ke perpus.
“Tapi Tik, aku mau lihat finalnya” elak Widya.
“Finalnya dilanjutkan besok, jadi sekarang itu permainannya udah selesai” kata Tika.
            Tika dan Widya kemudian berjalan menuju perpus. Disela-sela saat berjalan Tika mencurahkan seluruh isi hatinya pada Widya.
“ Tahu nggak Wid, sekarang ini aku bingung, persahabatanku dengan Adel yang sudah kujalani setahun kini serasa runtuh tertendang gelombang. Adel yang dulu selalu bersamaku kini justru selalu bersama Tia. Adel juga nggak menghiraukan aku bila aku didekatnya dia lebih milih cerita sama Tia. Aku tahu Tia dan Adel sama-sama sahabatku. Tapi aku nganggap Adel lebih dari sahabat bahkan aku nganggap dia kayak saudara. Jujur, aku cemburu banget sama Tia. Gimana nich, kasih solusi dong?” cerita Tika panjang lebar.
“Ya sabar saja, setiap masalah itu pasti ada jalan keluarnya. Tapi, masa segitunya kamu sampai cemburu kayak pacaran aja” jawab Widya.
“Cemburu itu bukan untuk pacaran saja tau, untuk sahabat juga bisa atau untuk orang yang kita sayangi. Bukannya cemburu itu tanda kita sayang?? Asal kamu tahu aku itu takut persahabatanku dengan Adel terputus. Aku takut kehilangan perhatian Adel yang sudah kuanggap seperti saudaraku sendiri”jawab Tika dengan jelas.
“Ya sudahlah, nggak usah terlalu dipikirin ntar kamu sedih lagi. Allah pasti menunjukkan jalan keluarnya asal kamu mau berusaha dan berdoa, tapi satu pesan aku kamu jangan benci Adel ya, Adel is your best friend OK.........!!” ceramah Widya pada Tika.
“Ya Miss English, itu pasti kulakukan, Adel kan my best friend”gurau Tika.
            Tanpa terasa karena terlarut dalam percakapan Tika dan Widya sudah sampai diperpustakaan. Dihampirinya Adel yang duduk disamping Tia.
“Hey.....del, aku cari-cari ternyata kamu disini” sapa Tika dengan ramah.
            Adel cuek saja dan mukanya langsung menoleh pada Tia dan tak menanggapi sapaan Tika, ia justru mengalihkan pembicaraan pada Tia.
“Tia, yuk kita ke kelas, aku sudah nggak mud nich baca diperpus” kata Adel sembari menggandeng tangan Tia.
            Tika terdiam, kesedihannya kini semakin parah.
“Widya, kamu tahu sendiri kan kalau Adel sekarang dia cuek ama aku, apa salahku hingga dia kayak gini. Aku bingung Widya, perasaan selama ini aku setia sama persahabatan ini” kata Tika dengan mata yang berkaca-kaca.
“Udah, nggak usah sedih kan ada aku yang selalu bersamamu OK!!. Kalau gitu sekarang senyum dong, mana Tika yang dulu yang selalu ceria dan bersemangat tunjukin dong” hibur Widya.
            Saat Adel tiba dikelas, Septia dan Manda menghampiri Adel. Mereka tak mau sahabatnya bersedih karena takut kehilangan Adel.
‘Adel, boleh nggak aku duduk disampingmu?” tanya Septia.
“Boleh, emangnya ada apa??” jawab Adel.
“Adel, aku juga boleh kan duduk didekat kamu, bolehkan aku ikut bercakap-cakap denganmu dan Septia” pinta Manda.
“Boleh, ada apa nich kok tumben ngajak aku bicara??” tanya Adel kebingungan.
“Del, sebenarnya aku sedih ngelihat kamu dan Tika semakin jauh. Aku tahu kamu dan Tika itu sahabat yang sudah menjalin hubungan selama setahun. Mana mungkin sekarang kamu mendadak berubah sikap menjadi gini, ini sulit dipercaya tahu, apa kamu mau kalau persahabatan yang sudah kamu jalani selama setahun lenyap begitu saja........Del plis tolong kamu pikirin itu baik-baik!!” kata Septia memelas.
“Kamu nggak tahu kan apa yang aku rasakan sekarang, setiap aku jalan sama Tika teman-teman selalu ngebandingin aku sama Tika, kalau aku berimage baik sich “no problem” tapi ini..........” kata Adel dengan air mata yang berjatuhan dipipinya.
“Ya aku tahu perasaan kamu, itu pasti sediiiih banget. Tapi bukan berarti kan kamu ngelampiasin rasa kekesalanmu itu pada Tika. Apa kamu siap kehilangan Tika, orang selalu bersama dengan kamu?” kata Manda.
            Adel mengusap air matanya yang berjatuhan, kemudian nampak dari mimik mukanya mulai tersenyum.
“Makasih ya guys, kalian peduli dengan persahabatanku sama Tika. Makasih buat semua sarannya” ujar Adel.
            Begitu Tika dan Widya kembali ke kelas dan duduk dikursinya tanpa basa-basi Adel langsung menghampirinya.
“Tika, sorry ya Tik, selama ini sikapku berubah sama kamu. Aku yang tidak selalu bersamamu, aku yang cuek denganmu, aku yang membuatmu sedih. Tik kamu masih maukan jadi sahabatku lagi??” ucap Adel “ Aku takut kehilangan kamu Tik” lanjutnya.
“Ya Del, aku mau jadi sahabatmu. Aku juga takut kehilangan perhatian kamu” jawab Tika.
            Kemudian mereka berpelukan dan mereka berjanji akan selalu bersama jika disekolah layaknya saudara. Mereka saling menumpahkan semua kesalahan mereka. Melihat hal ini Septia dan Manda tersenyum karena Manda dan Septia bila menyatukan persahabatan Adel dan Tika kembali yang telah tertelan gelombang emosi.

Selasa, 29 November 2011

cerpen


Meraih Mimpi
B
egitu Muhammad Sholikin sampai di rumah, diletakkan sepeda unta yang biasa gunakan untuk sekolah didekat ruang tamu.Lalu hendak pergi ke kamarnya, tiba tiba ia dihentikan oleh perkataan Bapaknya .
             “Le, luwih becik awakmu mendek sekolah wae,Bapak wes ora sanggup nyekolahke kowe, utange Bapak akeh. Wes awakmu melu Bapak wae dadi pengrajin kayu neng Jepon ,“ celetus Bapak dengan bahasa jawa yang begitu medok sehingga mengejutkan Sholikin.
             Sholikin terdiam kepalanya merunduk dan matanya berkaca-kaca .Serentak tiba-tiba Sholikin mengungkapkan kata pada Bapak .
             “Maaf Pak , Sholikin masih pengen sekolah .Masak sudah kelasXII  keluar to Pak. Ya imboheman  to Pak, kan sudah akan UN ,bentar lagi dapat ijazah,”kata Sholikin dengan lembut. “Begini saja Pak,kalau Bapak sudah tidak sanggup membiayai biaya  sekolah Sholikin , biar Sholikin ikut Pak lek dan bantu kerja Paklek ,siapa tahu  Paklek mau membiayai sekolah Sholikin ,apalagi Paklek kan termasuk orang mampu di desa kita ini Pak,”lanjutnya.
            “Ya terserah kamu saja le, maafkan Bapak yang tidak bias membiayai sekolahmu,semoga Paklekmu mau menyekolahkanmu,”jawab Bapak dengan wajah penuh penyesalan .
             Seusai berganti pakaian tanpa makan siang terlebih dahulu ,Sholikin langsung minta izin pada Bapaknya untuk pergi ke rumah Pakleknya .Ia kayuh sepeda untanya dengan cepat,dengan harapan ia lekas sampai di tempat Pakleknya.Setelah lima menit mengayuh sepeda ,Sholikinpun tiba di rumah Pakleknya . Diletakkanya sepedanya di teras,dan ia masuk ke rumah Pakleknya. Pada Pakleknya ia menceritakan semua masalahnya tentang Bapaknya yang sudah tak mampu menyekolahkannya.Ia meminta bantuan Pakleknya agar bersedia menyekolahkannya sampai ia lulus UN dan mendapatkan ijazah.
            “Ya,Paklek akan membiayai sekolah kamu,tapi Paklek minta setelah sekolah kamu Bantu Paklek jualan ste di pasar Blora”,kata Paklek membuat hati Sholikin lebih merasa lega.
           “Ya Paklek ,terimakasih ya Paklek . Nanti kalau pulang sekolah Sholikin langsung bantu Paklek jualan sate di warung dan kalau hari minggu biar Sholikin saja yang mencari rumput untuk ternak Paklek,”kata Sholikin dengan raut wajah yang berseri-seri.
Sejak saat itu pula Sholikin menginap di rumah Pakleknya. Setiap sepulang sekolah ia membantu Paklek dan Buleknya jualan sate di Blora . Namun demikian, walaupun waktu Sholikin banyak digunakan untuk bekerja , ia masih tetap berprstasi .
              Hari demi hari Sholikin jalani dengan hati riang.Meskipun banyak pekerjaan menumpuk menunggu sentuhan tangannya. Ia mengerjakan semua itu dengan ikhlas.
                “Alhamdulillah Paklek mau membiayai sekolahku .Aku masih bisa mendapatkan  ijazah SMA .Aku harus terus berjuang untuk bisa meneruskan ke perguruan tinggi, perjuanganku tah boleh berhenti sampai disini,”gumam Sholikin sambil melamun.
                Tanpa terasa hari berlalu begitu cepat dan UN serta UAS pun telah dilaksanakan . Tiap malam hati Sholokin selalu deg-degan, ia selalu memikirkan hasil UN dan UAS nya. Ketika pengumumnan kelulusan tiba, yang datang ke sekolah adalah Bapak Sholikin. Dan pengumumannya adalah…
                “ Selamat untuk Mohammad Sholikin ia mendapatkan danem dengan jumlah 58 dengan nilai matermatika 10, kimia 10, fisika 10, bahasa inggris10,biologi 9,dan bahasa Indonesia 9,”kata Buguru yang berkerudung merah yang memberi pengumuman .
                Mendengar pengumuman itu Bapak Sholikin terharu dan ia menangis karena begitu bahagia mengetahui prtasi putranya . Lalu serentak Bapak Sholikin sujud syukur.
              “Sajada wajhiya lilladzi kholakohu wasakko sam’ahu wabasorohu bi khaulihiu wakuwatihi,”ucap Bapak Sholikin sembari sujud syukur.
                Dan saat itu pula Sholikin mendapatkan kesempatan beasiswa sekolah ke Amerika dengan gratis. Tanpa sepersenpun uang yang harus dikeluarkan .Semua biaya hidupnya ditanggung pemerintah. Dan kebahagiaan yang menyelimuti Sholikin di akhir perjuangannya yang berliku-liku.Akhirnya Sholikin dapat meraih mimpinya mendapatkan beasiswa.
*Tamat*

Selasa, 22 November 2011

Perasaan Hati

Perasaan Hati 
Aku tak tahu...
Hatiku mudah lemah dan luntur 
Aku tak tahu...
 Mungkin karena memendam sejuta perasaan
Sedih , pilu , senang ,benci beradu jadi satu
Aku tahu... 
Hatiku seketika bisa remuk 
Hancur berkeping keping
Aku tahu ...
Hatiku lemah dan sangat halus 
Tersentuh kata pedih sedikit saja, langsung pudar
Aku mencoba melupakan untaian perkataan itu 
Tapi, perasaan itu....
Justru merasuk  di jiwa
Aku tak salah , mengapa hatiku resah...
Aku tak kan menyakitimu 
Tak kan kulontarkan sarkasme padamu
Please satu pintaku..
Jagalag perasaan hatiku