HALIMAH BINTI MASDARI

Senin, 21 November 2016

KMI (KEWIRAUSAHAAN MAHASISWA INDONESIA) WADAHI MAHASISWA JADI PENGUSAHA

Wakili UNDIP di KMI (Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia) 2016,
Membawaku Melancong di Universitas Brawijaya



EXPO KMI (Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia) 2016 adalah puncak acara PMW (Program Mahasiswa Wirausaha) selama 2 periode yakni PMW 2014 dan PMW 2015. KMI 2016 ini semacam PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional) dari PKM (Program Kreativitas Mahasiswa), tetapi di KMI ini hanya untuk kewirausahaan saja. Tiap universitas diminta mengirimkan 3 delegasi PMW untuk mewakili universitasnya. KMI ini akan menyeleksi 100 universitas dan tiap universitas mengirimkan delegasinya.
Alhamdulillah, Halimah terpilih sebagai salah satu delegasi UNDIP dalam puncak acara KMI 2016. Disana ada ratusan stand mahasiswa yang mempromosikan produknya. Usaha dikelompokkan menjadi 3 yakni: 1) usaha di bidang jasa, 2) usaha di bidang makanan dan minuman, dan 3) usaha di bidang industri kreatif dan teknologi. Dimalam penganugerahan nanti akan dipilih juara 1, 2, 3 dan harapan dari tiap kategori stand terbaik, top three usaha di bidang makanan dan minuman, top three usaha di bidang usaha jasa, dan to three usaha di bidang industri kreatif. Yups, nggak jauh beda sama PIMNAS.
Dari awal datang KMI, niat Halimah bukan nyari juara tapi untuk menambah silaturahmi dengan teman-teman pengusaha se-Indonesia. Mengapa niatnya demikian?, karena dari silaturahmi-lah, sebagai jalan Allah memberikan rizki ke Halimah…yups, semacam memperluas marketing melalui networking hehe. Keuntungannya ikut KMI adalah bertemu mahasiswa pengusaha se-Indonesia, mendapatkan ilmu bisnis gratis, menambah wawasan, dan memperluas jaringan. Selain itu sebagai wadah jalan-jalan sekaligus nyari IDE buat berkarya hehe. 


EXPO KMI STAND UNDIP DI KMI 2016

BERSAMA DELEGASI UNDIP DALAM EXPO KMI STAND UNDIP DI KMI 2016

BERSAMA SIBRA (SINGA BRAWIJAYA) DALAM EXPO KMI STAND UNDIP DI KMI 2016

BERSAMA PENGUNJUNG DALAM EXPO KMI STAND UNDIP DI KMI 2016

EXPO KMI STAND UNDIP DI KMI 2016

Kata guru:
Thanks to God for what you have gotten and Keep everything that you have”
Seperti kata my teacher, bahwa segala yang Tuhan berikan harus disyukuri, maka sudah terpilih sebagai delegasi dalam KMI 2016, Halimah sudah bersyukur. Banyakin bersyukur atas nikmat Tuhan YME. Hidup itu bukan kompetisi siapa yang MENANG atau KALAH tetapi BEKERJASAMA bagaimana peduli terhadap yang lainnya. Pelajaran berharga yang Halimah dapat dari seseorang hari ini adalah sebagai berikut: 
*CERITA SEORANG TEMAN, DIASPORA DI AMRIK, YG BEKERJA DI CHEVRON, CALIFORNIA*
(sebuah catatan, yg mungkin bagus utk anak-anak Indonesia dan kita sendiri di lingkungan pekerjaan kita).
********************
*COMPETITION* vs *_COOPERATION_*
Jumat lalu, kedua anak saya menerima *Report Card* dari sekolahnya Ronald Reagan Elementary School (rapor kalau di Indonesia). Melihat keduanya mendapat nilai-nilai yang sangat bagus. Anehnya kok tidak tercantum *info tentang rangking?*, Saya tergoda bertanya ke salah satu gurunya...
“Anak saya ranking berapa, Ms. Batey?”
Dia balik bertanya, *“Kenapa Anda orang Asia selalu nanya seperti itu?”*
"Wah, salah apa saya ini....?" kata saya dalam hati.
Dia melanjutkan bicara, “Anda kok sangat suka sekali berkompetisi?", katanya.
"Di level anak Anda, tidak ada rangking-rankingan...!"
"Tidak ada kompetisi!" tambahnya.
"Kami mengajari mereka tentang 'cooperation' alias kerjasama....!. "Mereka harus bisa bekerja dalam “team work”. Dan mereka harus bisa cepat bersosialisasi dan beradaptasi. Mereka harus punya banyak teman. Lebih penting bagi kami untuk mengajari mereka story telling dan bagaimana mengungkapkan isi pikiran dalam bahasa yang terstruktur dan sistematis!. Kami mengajari mereka "logika" dalam setiap kalimat yang mereka ucapkan! Dari sini, rupanya kenapa teman-teman saya di kantor mentalnya selalu "How can I help you?”. Hampir tidak pernah saya lihat mereka “jegal-jegalan”. Dan, di Amerika hampir semua profesi mendapat penghasilan/ penghargaan yang layak. Tidak harus semua jadi dokter, insinyur atau profesi lain yang terlihat "terhormat" seperti di Indonesia. Semua orang boleh mencari penghidupan sesuai “passionnya”, sehingga semua bidang kehidupan berkembang maju, karena diisi oranng-orang yang bekerja dengan penuh gairah. Wah…saya jadi ingat, memang pendidikan di negeri saya sangat kompetitif. Banyak orangtua yang narsis kemudian memajang prestasi anak-anaknya di sosmed. Wow!...Tanpa disadari sebagian dari mereka nanti akan tumbuh menjadi orang-orang yang terlalu suka berkompetisi dan lupa bekerjasama. Kiri-kanannya dianggap “saingan” bahkan sangat mungkin sebagai “musuhnya”?. Dirinya harus menjadi yang terbaik! Mending kalau si anak bisa mengembangkan dirinya supaya menang persaingan. Yang ada, kadang mereka justru menunjukkan kebaikan dirinya dengan cara menungkapkan kejelekan2 temannya ataupun orang lain..."Kalo bukan kita siapa lagi?", begitu jargonnya… Wuih..., betapa arogannya, seakan-akan fihak lain tidak ada yg bisa! Hanya dia sendiri yang mampu! Kemudian yg ada adalah menjadi sakit mentalnya. "Aku menang.....aku menang....!" begitu suara anak-anak dari sebuah gang di ibukota... Entah permainan apa yang mereka menangkan?  Entah kapan dia sadar, bahwa hidup bukan melulu soal menang atau kalah!
(Bakersfield USA*) The magic words is *"How can I help you...”*
(Dikirim David Mafazi: dikirim 7.59 AM, 22 November 2016).
**********************************

Dari kata-kata tersebut, Halimah tersentuh dan Halimah belajar mencintai kerjasama sebagaimana Halimah membangun komunitas kegiatan sosial DCS (Disability Children Support), CCM (Coastal Cleaning Movement), dan SCE (Street Children Empowerment). Disana kami bekerjasama, saling bahu membahu dan saling membantu. Hidup bukan melulu soal kompetisi, persaingan, jegal-jegalan, menang-kalah, TETAPI bagaimana kita bekerjasama, saling menolong (how can I help you), peduli dan saling mencintai…yups tolong menolong. What am I waiting for?...i am waiting to be useful person who loves, cares, and helps each other. Love my parent, my sister, my family, orphan, dhuafa, and whoever whom I can help. Jadi, misalkan berwirausahapun, goalnya adalah membantu sesama dalam mengurangi pengangguran, membantu oranglain dalam mencari pekerjaan, serta mensejahterakan keluarga dan orang-orang yang Halimah cintai. Jadi golden goalnya adalah helping each other.
WISATA DI SELECTA (AGROWISATA) DI MALANG

WISATA DI SELECTA (AGROWISATA) DI MALANG.


Selasa, 15 November 2016

KADO DAN CINTA HALIMAH

KADO DAN CINTA HALIMAH                 

  
Setiap orang tentu memiliki rasa cinta terhadap orang-orang yang dicintainya. Demikian halnya dengan Halimah. Sebagaimana layaknya manusia, Halimahpun memiliki rasa cinta. Siapakah orang yang paling Halimah cintai?. Well…let me tell you about everyone whom I love. Orang-orang yang Halimah cintai adalah:
1.      Rosulullah SAW
Halimah memang tak pernah bertemu Rosulullah, tapi nggak tahu mengapa mendengar kata Rosulullah, hati Halimahpun bergetar. Ada cinta, ada rindu yang sangat besar untuk berjumpa beliau. Halimah mengenal kata “Rosulullah” sejak kecil, sejak Bapak sering mendongeng tentang sosok Rosulullah SAW. Halimah sangat kagum dan sangat mencintai Rosulullah SAW. Rosulullah SAW adalah sosok yang lemah lembut, santun, jujur, dapat, dipercaya, dan penyayang terhadap wanita. Beliau adalah aktivis dakwah dunia nomor satu, yang tak hanya memikirkan diri sendiri bahkan seluruh ummatnya di dunia. Halimah tak bisa membayangkan begitu baiknya Rosulullah. Mungkin bila Halimah hidup di zaman Rosulullah SAW, Halimahpun langsung jatuh hati padanya melihat kemuliaan akhlaknya dan kesantunannya.
“Ya Rosulullah…
Halimah kadang penasaran, juga nggak bisa membayangkan, Halimah benar-benar kagum denganmu ya Rosulullah. Engkau sungguh lelaki yang soleh, panutan seluruh ummat islam di dunia. Ada yang melempari wajahmu dengan kotoran unta, tapi engkau tidak membalasnya. Bahkan ketika orang tersebut sakit, engkau adalah orang pertama yang menjenguknya dan membawakannya makanan hingga orang tersebut tersentuh hatinya, terharu hingga masuk islam. Sungguh akhlakmu begitu mulia ya Rosulullah. Ya Rosulullah, Halimah rindu, akankah kelak di akherat engkau mau mengakui Halimah sebagai ummatmu ya Rosulullah?? Halimah banyak dosa ya Rosulullah, Halimah juga tak sebaik Rosulullah, tapi Halimah sangat mencintai Rosulullah dan selalu berusaha memperbaiki diri walaupun tak sehebat para mukminin dan mukminah.
Ya Rosulullah…
Ya Rosulullah, Halimah kawatir kelak di akherat engkau memalingkan wajahmu dan tak mau mengakui Halimah sebagai ummatmu. Ya Rosulullah…Halimah tak sebaik engkau yang memiliki keberuntungan dan langsung dimasukkan surga. Halimah tak tahu, akankah matiku nanti khusnul khotimah ataukah su’ul khotimah. Halimah khawatir bila matiku su’ul Khotimah. Itulah alasan Halimah kenapa Halimah tak mau taqlid ataupun ikut campur pada urusan orang lain kecuali membantu dalam kebaikan. Karena Halimah sadar, dosa Halimah sudah banyak, entah dosa terhadap orang-orang ataupun dosa terhadap binatang dan tumbuhan. Ya Rosulullah, Halimah tak mengharap surga karena Halimah sadar…Halimah tak pantas mendapatkan surga juga tak kuat bila tinggal di neraka. Namun demi cintaku ya Rosulullah, bertemu denganmu sudah Alhamdulillah…bertemu pada yang dicintainya adalah puncak dari puncak kerinduanku ya Rosulullah.
Ya Rosulullah…
Halimah sangat mencintai dan mengagumimu, ya Rosulullah. Engkau adalah teladan yang luar biasa. Engkau adalah yatim piyatu sedari kecil. Ayahandamu meninggal saat Engkau dalam kandungan. Ibundamu meninggal saat engkau berusia 6 tahun, dan kakek yang mengasuhmupun meninggal saat engkau berusia 8 tahun. Engkau hidup diatas kemandirian tanpa perhatian orangtua kandungmu, tapi engkau begitu tegar ya Rosulullah. Sedari kecil engkau sudah yatim piyatu, namun engkau adalah sosok yang luar biasa penyayang, penolong dan lemah lembut. Ya Rosulullah, aku sangat-sangat mencintaimu sedari kecil sejak dongeng tentang engkau merasuk di telingaku…Aku mencintaimu ya Rosulullah SAW. Itulah mengapa sedari dulu aku sangat mencintai yatim piyatu, karena Engkau (orang yang sangat aku cintai) juga yatim piyatu.
Ya Rosulullah, Halimah sangat sayang dengan yatim piyatu sebagaimana Halimah mencintaimu Ya Rosulullah. Halimah selalu menyisihkan uang menang lomba, uang kerja untuk Halimah bagikan pada yatim piyatu secara rutin diam-diam ya Rosulullah. Halimahpun tak tahu, ini kekuatan apa. Ketika bertemu yatim piyatu, rasa syukur Halimah bertambah dan rasa cinta Halimah terhadap mereka kian bertambah. Tak jarang Halimah terharu bahkan air mata berjatuhan. Halimah kagum dengan yatim piyatu ya Rosulullah, mereka bisa tegar walau tanpa kasih sayang orangtua, walau tanpa belaian manja dan perhatian orangtua…meskipun sejujurnya merekapun ingin merasakan indahnya diperhatikan, dimanja, dibelai orantua ya Rosulullah. Halimah pernah berdiri, lalu mendongeng dihadapan anak-anak yatim piyatu ya Rosulullah, mereka tersenyum, ngikutin Halimah, dan kita nyanyi solawatan bersama-sama. Dan mereka begitu riang seolah tanpa beban saaat begitu antusiasnya mendengarkan kisah yang Halimah ceritakan. Halimah bahagia melihat mereka tersenyum ya Rosulullah.
Ya Rosulullah…
Halimah didongengin Bapak, tentang kisahmu yang luar biasa. Ya Rosulullah, Halimah yakin apapun yang engkau pinta, pasti Allah kabulkan. Engkau tak pernah makan hingga kenyang, engkau pernah tidur di atas pelepah kurma, engkau pernah makan daun-daunan saat diboikot kaum quraisy, engkau pernah kesulitan dan hidup dalam kemiskinan. Halimah mencintaimu ya Rosulullah, saat Halimah tidur di kasur, kadang Halimah bertanya:
“Ya Rosul, dulu engkau pernah tidur di atas pelepah kurma, sedangkan Halimah ini tidur di kasur, maafkan aku ya Rosulullah. Maafkan atas kelancanganku yang melebihimu, padahal aku begitu mencintaimu”.
Saat Halimah makan enak, Halimahpun sering bertanya dalam benak Halimah.
“Ya Rosulullah, engkau pernah menderita saat diboikot kaum kafir hingga engkau makan daun-daunan. Maafkan aku yang lancang makan enak ya Rosulullah, Ya Rabb limpahkan rasa syukur padaku atas nikmat dan rahmad yang engkau berikan ya Rabb, ya Tuhanku”.
Ya Rosulullah…
Aku (Halimah) sangat mencintaimu. Engkau pernah hidup dalam kemiskinan. Halimah sangat mencintaimu, sebagai wujud cintaku padamu. Sejak kecil Halimah menyayangi fakir miskin dan dhuafa. Sejak kecil emak mengajarkan Halimah untuk mencintai dhuafa dan fakir miskin. Halimah tahu, orangtua Halimahpun dari keluarga tak mampu tapi kami selalu bersyukur atas rahmadmu. Dari kami yang tak memiliki rumah, berteduh-teduh di emperan rumah orang selepas kelahiran Halimah, lalu hingga usia 5 tahun engkau karuniakan gubug pada keluarga Halimah (dengan tanah numpang milik tetangga), lalu saat usia 5 tahun engkau karuniakan gubug tua di kampung milik Bapak Halimah sendiri. Walaupun rumah keluarga Halimah buruk, tapi Halimah sangat bersyukur ya Rabb, dari yang dulunya tak memiliki rumah engkau karuniakan kami rumah. Namun, di atas kemiskinan kami tidak pernah pelit. Aku belajar dari Emak, saat ada pengemis yang datang ke rumah, Emak selalu memberikan uang ataupun beras segelas bahkan tanpa rasa risih, Emak mengajak pengemis itu makan di rumah sembari disuguhkan segala makanan yang Emak punya sama seperti sayur dan lauk yang aku makan. Halimah sayang Emak ya Rabb, Halimah sayang Fakir miskin sebab Halimah pernah merasakan kemiskinan, Halimah mencintai Rosulullah dan Rosulullahpun pernah hidup dalam kemiskinan. Ya Rabb jadikan Halimah insan yang senantiasa bersyukur dan memiliki kepedulian terhadap keluarga dan kaum dhuafa, fakir miskin, serta yatim piyatu.
Ya Rosulullah…
Halimah pernah didongengin Bapak, bahwa engkau pernah menjabat sebagai kepala negara. Halimah ingin meneruskan jejakmu ya Rosulullah, Halimah ingin menjadi pejabat negara yang mementingkan hajad orang kecil, yang menumpas KKN, yang pro terhadap rakyat meneruskan jejakmu ya Rosulullah. Karena aku mencintaimu dan aku prihatin apabila ada pejabat yang kurang peduli terhadap orang kecil, apalagi orangtua Halimahpun orang kecil.
2.      Sayyidah Aisyah RA dan Sayyidah Khodijah RA
Sayyidah Khodijah adalah sosok yang Halimah cintai dan Halimah idolakan sejak Halimah kecil. Halimah mengagumi beliau, Halimah mencintai beliau. Beliau wanita suci yang disebut sebagai At-Thahiriyah, beliau taat rosulullah, beliau penyayang dan penyabar. Beliau mendukung jejak Rosulullah dalam berdakwah. Beliau kaya raya namun dermawan. Beliau rela mengorbankan harta, pikiran dan jiwanya untuk Tuhannya dan suami tercinta. Beliau menemani Rosulullah dalam suka dan duka. Beliau istri yang solekhah dan setia. Ya Sayyidah Khodijah, Halimah ingin meneladani kesantunan akhlakmu saat nanti Halimah berkeluarga, Halimah ingin taat pada suami dan menemaninya dalam suka dan duka.
Halimah sejak kecil didongengin Bapak tentang keanggunan Akhlakmu, ya sayyidah Khodijah RA. Tak hanya itu, beliau (Sayyidah Khodijah RA), juga sosok wanita karir yang mandiri, kaya raya dan membantu perjuangan Rosulullah. Beliau pengusaha wanita yang kaya raya. Halimah ingin meneladani beliau, menjadi pengusaha wanita sukses yang kaya raya. Dengan memiliki industri, maka halimah akan membantu orang-orang dalam mencari pekerjaan karena dengan membuka lapangan pekerjaan berarti Halimah mengurangi angka pengangguran. Halimah sadar, Halimah dari keluarga tak mampu…maka untuk mendapatkan modal usaha, Halimah harus bekerja terlebih dahulu. Setelah modal terkumpul dan cukup barulah mendirikan usaha yang besar. Halimah yakin ya Rabb, segalanya mungkin bagimu. Maka mungkinkanlah Halimah untuk menjadi pengusaha kaya raya. Aamiin.
Sayyidah Aisyah RA adalah istri kesayangan Rosulullah SAW setelah wafadnya sayyidah Khodijah RA. Sayyidah Aisyah memiliki jiwa leadership tinggi, terbukti ia sebagai panglima perang. Sayyidah Aisyah adalah sosok yang lemah lembut, cerdas dan cantik jelita. Bahkan karena kecantikannya, engkau memanggilnya Khumairah. Bahkan karena kecerdasannya, beliau meriwayatkan banyak hadismu ya Rosulullah. Ya Rosulullah, Halimah ingin menjadi multitalenta layaknya istrimu tercinta, baginda sayyidah Aisyah RA. Mengapa daridulu Halimah ingin menjadi wanita yang cerdas dan multitalenta sejak Halimah SD kelas 1? Karena Halimah sadar untuk memajukan islam butuh ilmu. Halimah ingin menjadi wanita berilmu dan mengamalkan ilmunya. Halimah ingin menjadi wanita yang berilmu dan berakhak layaknya istrimu sayyidah Aisyah RA yang cerdas dan berakhlak.
3.      Emak dan Bapak dan Adek Halimah
Orang yang paling Halimah cintai sejak kecil adalah Emak dan Bapak Halimah. Karena mereka adalah orang pertama yang ingin Halimah muliakan dan Halimah bahagiakan. Itulah mengapa sejak kecil, Halimah selalu rajin membantu Emak dan Bapak. Sedari SD, Halimah rajin membantu Emak ngarit di sawah sepulang sekolah di Madrasah. Sejak SD, aku selalu merenung untuk mengubah nasib keluargaku melalui ilmu. Itulah alasan, mengapa aku ingin menjadi bintang kelas. Karena satu cara yang bisa kulakukan untuk melukis senyum dan kebahagiaan untuk Bapak dan Emak adalah berprestasi.
Dari kecil, Halimah sudah terbiasa hidup keras. Tiap pagi bangun pukul 04.00, mengaji sebentar, lalu belajar sebentar dan membantu Emak memasak seperti mencuci piring, memetik sayuran, memotong bumbu-bumbu, memarut kelapa, dll. Lalu setelahnya menyapu, mandi, sarapan barulah berangkat sekolah. Hingga SMA, Halimah dan Afida (adek Halimah) tumbuh di atas keprihatinan dan jiwa yang sangat mencintai orangtua, membantunya, dan memuliakannya. Alhamdulillah tiap pagi- siang Halimah bisa menikmati sekolah SD, lalu sorenya bisa menikmati sekolah sore di madrasah. Halimah selalu berprinsip antara umum dan agama harus seimbang. Itulah alasannya mengapa Halimah kecil selalu berusaha, bila di SD selalu juara satu, maka di madrasahpun Halimah menjadi juara satu.
Alhamdulillah, sejak SD Halimah sering mendapatkan hadiah lomba baik dari madrasah, dari sekolah, maupun dari pemerintah. Bila hadiah itu berupa barang, maka hadiah itu Halimah bagi dua, sebagian untuk Halimah dan sebagian untuk Adek. Bila hadiah itu berupa uang, uang itu Halimah bagi 4, untuk Halimah, Adek, Emak dan Bapak. Hal itu berlanjut hingga SMP dan SMA. Alhamdulillah dari prestasi itulah, Halimah sering mendapatkan hadiah baik berupa uang maupun barang, setidaknya rizki itu bisa Halimah bagi-bagi pada orang-orang yang Halimah cintai. Karena Halimah kecil belum bisa kerja, bisa menghasilkan uang hanya melalui prestasi, maka Halimah berusaha untuk berprestasi agar bisa berbagi dan bisa melukis senyuman di hati orang-orang yang Halimah cinta.
Ketika mendapatkan hadiah lomba berupa uang dari prestasi, biasanya Halimah membelikan perabot dapur untuk Ibu seperti toples, panci, dll. Terkadang halimah belikan bibit padi bila musim hujan. Halimah survey terlebih dahulu, halimah amati kebutuhan Emak apa saja yang Emak tak mampu membelinya, itu Halimah lakukan sejak SD. Seperti saat musim hujan, Emak mau membeli bibit padi namun tak ada uang, daripada hutang maka Halimah belikan bibit padi. Emak butuh layar untuk menjemur gabah, sedangkan emak tak punya uang maka Halimah dan Afida membelikannya (dari uang nabung kami dan uang hadiah) ketika hari Ibu. Halimah sangat mencintai Emak, maka sebisa mungkin Halimah meringankan Emak sejak kecil.
Meringankan emak dengan membantu emak, tiap pagi, siang, sore dan saat bersama Emak rupanya sudah menjadi kultur (budaya) yang mendarah daging bagiku dan bagi Afida (adekku). Kami bahu membahu untuk membantu Emak. Halimah akui, sejak SD Halimah bisa sekolah karena Beasiswa, SD mendapatkan beasiswa tak mampu dan hadiah prestasi dari pemerintah. Waktu itu yang dipanggil di kecamatan hanya beberapa orang, alhamdulillah Halimah terpilih. Saat SMP, Halimah jua mendapatkan beasiswa prestasi dan beasiswa tak mampu. SMA pun sama. Berprestasi adalah alat bagiku untuk menyenangkan hati orangtua sekaligus bisa membantu meringankan beban orangtua.
Kebiasaan yang seringkali kulakukan adalah memberikan kejutan kado-kado sesuai kebutuhan Emak itu berlanjut dari SD, SMP, SMA hingga kuliah. Emak, adek, dan Bapak adalah orang pertama yang ingin kubahagiakan. Sebagaimana ketika SD hingga SMA, saat kuliahpun sama, aku berkomitmen untuk menjadi mahasiswa berprestasi. Dari uang juara lomba-lomba itulah aku berbagi. Aku belajar managemen waktu dengan baik agar aku tak keteteran karena aku harus kuliah, bekerja, berorganisasi, dan lomba sejak semester 1 di perkuliahan hingga lulus. Alhamdulillah hampir setiap menang lomba, uang itu bisa kugunakan untuk berbagi. Managemen keuangan itu penting agar antara pengeluaran dan pemasukan seimbang. Nah, uang juara itu aku bagi menjadi 4 bagian, bagian pertama untuk diriku (untuk kebutuhanku), bagian kedua untuk kutabung, bagian ketiga untuk sodaqoh yatim piyatu atau dhuafa, bagian ke empat untuk aku berikan ke Emak, Bapak dan Adek. Sehingga Halimah, keluarga, dan juga kaum yang membutuhkan (yatim piyatu dan dhuafa) pun jua turut merasakan kebahagiaan Halimah. Meskipun Halimah berbagi, Halimah tak pernah merasakan kekurangan, justru selalu mendapatkan nikmat dari Allah.  
Halimah sukanya diam-diam, survey dan langsung memberikan hadiah biasanya. Ada kejadian konyol yang pernah terjadi. Suatu ketika tepat semester 5 kalau nggak salah, Halimah memberikan kado untuk Emak, Bapak, Adek, dan sodaqoh yatim. Di toko baju, Halimah melihat batik bagus, kainnya halus, warnanya unik dan baju yang kulirik itu terlihat paling bagus. Terbesitlah untuk membelinya, kukira itu cocok untuk aku kasih ke Emak. Emak aku belikan baju, Adek aku belikan sarung dan jilbab, Bapak aku belikan sarung, dan guruku aku belikan sarung sebagai hadiah dan rasa cintaku dari hasil kerja kerasku sendiri. Semua kado sudah kubungkus rapi, kudistribusikan sesuai orangnya. Kau tahu apa…semuanya senang baik Bapak, adek, maupun guru. Yang Emak ketawa ngakak….karena baju yang bagus yang aku berikan Emak ternyata kekecilan…haha. Maklum, aku nggak tahu ukuran baju Emak, hanya mengira-ngira saja, ternyata presiksiku salah. Akhirnya baju itu diberikan nenek.
Halimah jua melihat Emak tak memiliki HP, maka Halimah belikan HP untuk Emak, Halimah titipkan teman. Hal yang paling terkesan, kalau memberikan Hadiah yang umum jadi nggak pakai size…nanti kekecilan atau kebesaran lagi…hoho. Ketika wisuda kemarin, Halimahpun berusaha menyenangkan hati kedua orangtua Halimah. Halimah berusaha lulus tepat 4 tahun sesuai permintaan Emak, Halimah belikan adek Halimah jilbab-jilbab, dan apa yang diinginkan, Halimah belikan Bapak sarung, Halimah berikan uang 200 ribu untuk Emak tandur, Halimah sewakan taksi untuk berangkat wisuda. Uang itu sengaja Halimah sisihkan dari kerja Halimah tiap hari baik uang ngelesin, uang jadi translator, uang dari usaha, dll. Biar gaji Halimah tak gedhe kalau berbagi in syaallah berkah. Halimah belikan buku religi untuk Bapak. Tepat 12 November 2016, rasanya prihatin melihat kitab-kitab dan buku-buku yang jumlahnya sangat banyak sekali dimakan rayap, terlebih kitab-kitab. Dari rasa prihatin itu, akhirnya uang yang kusisihkan kubelikan almari dan kuberikan Bapak dan adek agar mereka bisa menyimpan kitab dengan aman. Apalagi kitab kan sumber ilmu. Rasanya pas melihat mereka senyum, hati Halimah senang. Emak, Bapak dan Adek adalah orang yang Halimah cintai, ketika melihat mereka bahagia, Halimah turut Bahagia. Dan yang membuat Halimah senang, pas menyambangi yayasan, pengelola yayasan menyambut Halimah dengan welcome dan senyum. Sekali lagi aku katakan, anak-anak yatim piyatu adalah anak-anak hebat yang pernah Halimah temui, mereka tumbuh dewasa tanpa kasih sayang ataupun perhatian dari orangtua. Semoga kelak menjadi orang-orang yang hebat ya dek. Aamiin.
Halimah mencintai memberikan hadiah atau kejutan diam-diam dengan tiba-tiba langsung memberi pada orang yang halimah cintai karena sesungguhnya hadiah mendekatkan rasa cinta dan hadiah menghindarkan kebencian. Seperti kata Nabi Muhammad SAW:

تَهَادُوْا، فَإِنَّ الْهَدِيَّةَ تَُذْهِبُ بِالسَّخِيمَةِ

“Saling menghadiahilah kalian karena sesungguhnya hadiah itu akan mencabut/menghilangkan kedengkian.” (HR. Ibnu Mandah, lihat pembahasannya dalam Irwa`ul Ghalil, 6/45, 46)
تَهَادُوْا تَحَابُّوْا
“Saling menghadiahilah kalian niscaya kalian akan saling mencintai.” (HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad no. 594, dihasankan Al-Imam Al-Albani t dalam Irwa`ul Ghalil no. 1601)

“Siapapun yang memuliakan emak dan Bapakku maka akupun akan memuliakannya. Karena Emakku adalah surgaku, di telapak kakinyalah surgaku berada. Karena ridho hatinya maka ridho Tuhanku jua. Siapapun yang menyakiti hati kedua orangtuaku, maka ia menyakiti hatiku jua sebagaimana Rosulullah SAW dan Sayyidah Fatimah RA. Siapa yang membahagiakan Sayyidah Fatimah RA, maka ia jua membahagiakan Rosulullah SAW. Dan siapa yang menyakiti Sayyidah Fatimah RA, maka ia jua menyakiti Rosulullah”.                 
Bahkan untuk urusan apapun, aku berusaha mencari ridho Emak, karena ridho Emakku adalah ridho Tuhanku. Siapakah orang yang ingin aku muliakan dan aku bahagiakan di dunia ini sebelum dhuafa dan yatim piyatu? Mereka adalah orang yang ingin kubahagiakan pertama kali adalah Emak, Bapak, dan Adekku. Golden dreamku adalah memuliakan keduaorangtuaku, adekku, dan yatim piyatu beserta dhuafa.     
Bahkan untuk menerima seorang yang kelak menjadi imam hidupku selamanya (suami). Halimah meminta pertimbangan Emak, seandainya kog dia bisa memuliakan keluargaku dan menerima keluargaku apa adanya dan membahagiakannya maka aku terima cintanya. Namun bila sebaliknya,, ia tak bisa menerima dan membahagiakan keluargaku (hanya mencintaiku saja namun tak mencintai keluargaku), maka aku akan menolaknya. Aku sangat mencintai, memuliakan, dan sangat ingin membahagiakan keluargaku. Kebahagiaan Emak adalah kebahagiaanku jua.
Emakku adalah madrosah pertamaku. Emakku adalah wanita hebat pencetak prestasiku atas izin Allah. Emak yang mengandungku selama 9 bulan, Emak rela gendut demi hamil aku, rela gendong beban di perutnya kemana-mana demi Halimah. Emak menyusui Halimah hingga usia 2 tahun. Emak memandikan Halimah, nyuapin Halimah, ngajarin Halimah berdiri, dan sebagainya. Emak juga guru pertama Halimah. Emak yang ngedidik Halimah ngaji Al Qur’an, berjanjen, solawatan, dll. Emak yang ngajarin Halimah berhitung dan membaca. Ketika Halimah kritis selama empat bulan, Emak yang merawat Halimah, menyuapi, menuntun, melakukan apapun demi Halimah. Lalu apa balasan Halimah kalau bukan berbhakti dan membahagiakannya. Kalaupun kebaikan Emak dihitung, Halimah tak mampu menghitungnya saking banyaknya. Terimakasih Emak, jasa Emak sangat begitu besar. Halimah nulis ini, air mata Halimah tanpa sadar berjatuhan. Ya Rabb muliakanlah keduaorangtuaku sebagaimana ia mengasihiku. Limpahkanlah rizki yang berkah dan halal untuknya. Panjangkanlah umurnya hingga cucu-cucunya kelak dewasa. Jadikanlah kedua orangtuaku sebagai golongan orang-orang yang beruntung, orang yang engkau cintai dan engkau tempatkan di jannahMu.
Golden dream yang pengen Halimah capai dalam waktu dekat 2-3 tahun sebelum Halimah menikah adalah Halimah ingin membangunkan rumah yang layak untuk Emak dan Bapak. Itulah alasan kenapa Halimah pengen sukses berkarir karena Halimah ingin memuliakan dan membahagiakan Emak dan Bapak. Halimah tak ingin, di masa tua Emak dan Bapak banting tulang kerja kasar angkat beban berat. Halimah pengen di usia tua, kedua orangtua Halimah, mereka bisa hidup santai menikmati Hari tuanya, sedangkan kebutuhan ekonomi Halimah yang mencukupinya. Sudah saatnya Halimah memberi kebutuhan primer Emak dan Bapak, dari kecil kan mereka sudah memberikan kebutuhan primer Halimah. Halimah pengen, di usia tua Emak dan Bapak, Emak kubikinkan toko, rumah yang layak, dan bisa menikmati hari tuanya dengan nyaman (ngaji dan ibadah serta santai di hari tuanya). Bismillah semoga menjadi kenyataan. Aamiin ya Rabb.

Man Jadda wa Jada
Yakin in syaallah berhasil, karena Allah Maha memungkinkan segala sesuatu dan Allah membagi sesuatu berdasarkan kadar usaha hambanya.
Yakinlah bahwa di balik kesulitan ada kemudahaan.
Everything is possible with Allah through Ikhtiar…J


Kamis, 10 November 2016

LAPERMA PLATINUM, Solusi Tepat Atasi Nafsu Makan Anak

LAPERMA PLATINUM, Solusi Tepat Atasi Nafsu Makan Anak

LAPERMA PLATINUM( Sumber gambar: http://www.laperma.co.id/)
Anak merupakan anugerah Tuhan YME yang dititipkan pada orangtua. Anak adalah buah hati harapan orang tua yang nantinya akan melanjutkan perjuangan para orangtua dalam menggapai cita-cita. Oleh karena itu, sudah sepantasnya bila orangtua memberikan perhatian khusus pada anak, terlebih pada masa perkembangan dan pertumbuhan anak. Orangtua perlu menyediakan kebutuhan anak baik kebutuhan rohani maupun kebutuhan jasmani agar anak dapat tumbuh kembang dengan sehat dan  memiliki kemampuan intelegensi yang tinggi serta memiliki akhlak yang mulia.
Masa anak-anak adalah masa keemasan, dimana kemampuan anak untuk meniru apapun yang dilihatnya dapat dilakukan. Sehingga tak heran bila ada pepatah mengatakan anak-anak adalah great imitator. Usia pertumbuhan dan perkembangan anak adalah usia 0-6 tahun. Menurut Dinas Kesehatan Bengkulu (2016), tahapan tumbuh kembang anak ada 2 yaitu:
1.      Masa Pranatal
Masa pranatal (saat dalam kandungan) adalah waktu yang terletak antara masa pembuahan dan masa kelahiran. Pada saat ini terjadi pertumbuhan yang luar biasa dari satu sel menjadi satu organisme yang lengkap dengan otak dan kemampuan berperilaku, dihasilkan dalam waktu Iebih kurang sembilan bulan.
Masa pranatal terdiri atas dua fase yaitu :
a. Fase Embrio.
b.  Fase Fetus.
2. Masa Pascanatal
Tumbuh kembang pada masa pascanatal dibagi ke dalam beberapa fase berikut :
A. Masa Neonatus (0-28 hari)
Tumbuh kembang masa pascanatal diawali dengan masa neonatus, yaitu dimana terjadinya kehidupan yang baru. Pada masa ini terjadi proses adaptasi semua sistem organ tubuh, dimulai dari aktifitas pernafasan, pertukaran gas dengan frekuensi pernapasan antara 35-50 kali permenit, penyesuaian denyut jantung antara 120-160 kali permenit, perubahan ukuran jantung menjadi lebih besar di bandingkan dengan rongga dada, kemudian gerakan bayi mulai meningkat untuk memenuhi kebutuhan gizi.

B. Masa Bayi (29 hari – 1 tahun)
           Pada masa bayi, tahap tumbuh kembang dapat dikelompokkan menjadi 3 tahap yaitu :
Ø  Usia 1-4 bulan, tumbuh kembang pada tahap ini diawali dengan perubahan berat badan. Bila gizi anak baik, maka perkiraan berat badan akan mencapai 700-1000 g/bulan. Pertumbuhan tinggi badan agak stabil, tidak mengalami kecepatan dalam pertumbuhan tinggi badan.
Ø  Usia 4-8 bulan, pertumbuhan pada usia ini ditandai dengan perubahan berat benda pada waktu lahir. Rata-rata kenaikan berat benda adalah 500-600 g/bulan, apabila mendapatkan gizi yang baik. Sedangkan pertumbuhan tinggi badan tidak mengalamikecepatan dan stabil berdasarkan pertambahan umur.
Ø  Usia 8-12 bulan, pada usia ini pertumbuhan berat badan dapat mencapai tiga kali berat badan lahir, pertambahan berat badan perbulan sekitar 350-450 gram pada usia 7-9 bulan, 250-350 gram pada usia 10-12 bulan, bila memperoleh gizi baik. Pertumbuhan tinggi badan sekitar 1,5 kali tinggi badan pada saat lahir. Pada usia 1 tahun, pertambahan tinggi badan masih stabil dan diperkirakan mencapai 75 cm.
C. Masa Anak (1-2 tahun)
Pada masa ini, anak akan mengalami beberapa perlambatan dalam pertumbuhan fisik. Pada tahun kedua, anak hanya mengalami kenaikan berat badan sekitar 1,5 – 2,5 kg dan penambahan tinggi badan 6-10 cm. Pertumbuhan otak juga akan mengalami perlambatan, kenaikan lingkar kepala hanya 2 cm. untuk pertumbuhan gigi, terdapat tambahan 8 buah gigi susu, termasuk gigi geraham pertama dan gigi taring, sehingga seluruhnya berjumlah 14-16 buah. Pada usia 2 tahun, pertumbuhan fisik berat badan sudah mencapai 4x berat badan lahir dan tinggi badan sudah mencapai 50 persen tinggi badan orang dewasa. Menginjak usia 3 tahun, rata-rata berat badan naik menjadi 2-3 kg/tahun, tinggi badan naik 6-8 cm/tahun, dan lingkar kepala menjadi sekitar 50 cm.
 D. Masa Prasekolah (3-6 tahun)
Pada masa prasekolah, berat badan mengalami kenaikan rata-rata 2kg/tahun. Tubuh anak terlihat kurus, akan tetapi aktivitas motorik tinggi dan sistem tubuh mencapai kematangan dalam hal berjalan, melompat, dan lain-lain. Tinggi badan bertambah rata-rata 6,75 – 7,5 cm setiap tahun.
Pada masa pertumbuhan dan perkembangan anak (usia 1-6 tahun), biasanya anak mengalami masa sulit untuk makan (anak susah makan). Rendahnya nafsu makan anak ini tak jarang menjadi hal yang dikawatirkan Bunda pada anak. Mengapa demikian?, karena rendahnya nafsu makan anak berakibat pada berkurangnya bobot badan anak yang memicu anak rentan terserang penyakit bahkan dapat berdampak buruk pada kecerdasan (intelegensi) anak. Jadi, bila anak tak nafsu makan, Bunda jangan biarkan. Bunda tentu nggak mau kan, lihat si buah hati sakit?. Lalu apa solusinya Bun?...Nah solusinya, berikan anak LAPERMA PLATINUM aja Bun…J.
Bunda perlu tahu, kalau LAPERMA PLATINUM adalah nutrisi bergizi yang memacu nafsu makan anak sehingga anak dapat tumbuh kembang dengan baik. Jadi, kalau sekarang Bunda menjumpai nafsu makan anak rendah, jangan khawatir Bun, LAPERMA PLATINUM solusinya, makanya selalu sedia LAPERMA PTATINUM sebagai solusi kesehatan anak. Bunda tak perlu khawatir, LAPERMA PLATINUM terbuat dari bahan herbal pilihan, sudah teruji lolos BPPOM, rasanya enak (anak suka), komposisi tepat, dan bebas dari bahan kimia lagi. Ayo Bunda, segera berikan LAPERMA PLATINUM pada si buah hati.
Bunda perlu coba LAPERMA PLATINUM untuk menambah nafsu makan Bun. LAPERMA PLATINUM ini diperkaya dengan nutrisi sehat dari bahan-bahan berkualitas seperti madu apis mellifera, telawak, temuireng, sari ikan salmon dan lempuyang. Menurut Maduanak (2016), khasiyat madu untuk pertumbuhan anak diantaranya:
1.      Sumber vitamin untuk pertumbuhan anak (madu mengandung vitamin A, B1, B2, B3, B5, dan vitamin B6, uric acid, serta asam nicotinad).
2.      Menambah nafsu makan anak.
3.      Membantu menyembuhkan batuk anak
4.      Membantu melancarkan sistem pencernaan.
5.      Membantu memicu pertumbuhan anak sehingga memacu kecerdasan anak.
6.      Meningkatkan pertumbuhan anak.
Manfaat temulawak untuk anak diantaranya: 1) Menghilangkan rasa nyeri (kandungan curcumin pada temulawak berperan sebagai analgesik alami). 2) Membantu melancarkan sistem pencernaan. 3) Sangat baik untuk perkembangan dan pertumbuhan anak (kandungan curcumin pada temulawak berkhasiay untuk menjaga kekebalan tubuh dan tumbuh kembang anak). 4) Menambah nafsu makan anak (kandungan curcumin meningkatkan nafsu makan anak) (Anonim, 2016). Manfaat temuireng untuk anak diantaranya: 1) Meningkatkan  nafsu makan anak. 2) Sebagai obat cacing (Anonim, 2016). Manfaat lempuyang untuk anak diantaranya: 1) Meningkatkan nafsu makan anak. 2) Mampu menurunkan demam pada anak. 3) Mampu mengatasi sakit perut pada anak (Anonim, 2016). Menurut Asep (2016), ikan salmon bermanfaat untuk meningkatkan kecerdasan otak anak karena mengandung omega 3.
Nah, sekarang Bunda sudah tahu kan khasiyat LAPERMA PLATINUM. Ayo Bun, berikan LAPERMA PLATINUM pada anak agar anak tumbuh kembang dengan sehat dan kecerdasan otak yang baik. Tentu bangga donk kalau memiliki anak yang memiliki nafsu makan tinggi, sehat, dan cerdas, makanya berikan LAPERMA PLATINUM aja untuk kesehatan dan tumbuh kembang anak. LAPERMA PLATINUM…pilihan mama, kualitas hebat, anak jadi sehat. Sekarang giliran para Bunda untuk membuktikan khasiyatnya…J. Terbukti, LAPERMA PLATINUMcara mengatasi nafsu makan anak paling ampuh.

REFERENSI:
Anonim a. Manfaat Lempuyang untuk Bayi dan Anak. http://manfaatjahemerah.com/manfaat-lempuyang-untuk-bayi-dan-anak/. Diakses Tanggal 11 November 2016.
Anonim b. 2016. Manfaat Temuireng untuk Anak. http://manfaatjahemerah.com/manfaat-temu-ireng-untuk-anak/. Diakses Tanggal 11 November 2016.
Anonim c. 2016. Manfaat Temulawak untuk Anak. http://manfaatjahemerah.com/manfaat-temulawak-untuk-anak/. Diakses Tanggal 11 November 2016.
Asep, Komarudin. 2016. Manfaat Ikan Salmon dan Ikan Tuna untuk Perkembangan Anak. http://www.solusisehatku.com/manfaat-ikan-salmon-dan-ikan-tuna-untuk-perkembangan-anak. Diakses Tanggal 11 November 2016.
Dinas Kesehatan Bengkulu. 2016. Pertumbuhan dan Perkembangan Anak. http://dinkes.bengkuluprov.go.id/ver1/index.php/143-pertumbuhan-dan-perkembangan-anak . Diakses Tanggal 9 November 2016.
Maduanak. 2016. Madu untuk Anak. http://maduanak.org/. Diakses Tanggal 11 November 2016.



Minggu, 30 Oktober 2016

MELANCONG DI ISTANA UNAIR

MELANCONG DI ISTANA UNAIR

Serangkaian Acara Lomba dan Seminar STE (Science Technology Event) di UNAIR. 

Perkenalkan nama saya Dewi Nur Halimah. Saya adalah alumnus dari salah satu universitas ternama di Indonesia, yaitu Universitas Diponegoro, Semarang. Saya adalah alumnus dari jurusan biologi angkatan 2012 yang lulus dan diwisuda pada tahun 2016. Saya adalah seorang gadis kelahiran di Blora, 7 April 1994. Berkaitan dengan hobbi, hobbi saya diantaranya writing (because I am a book writer), reading ( to acknowledge my mind), melukis, menggambar, jalan-jalan, speech, and singing. Berkaitan dengan hobbi saya “jalan-jalan”, saya suka melakukan kegiatan sembari jalan-jalan, yups seperti kata pepatah:
“Sekali dayung, dua pulau terlampaui”
“Sekali lempar, dua mangga didapatkan”.
 Lomba adalah refreshing bagi saya. Lomba adalah ajang berkarya sekaligus sebagai wahana untuk merefresh otak. Lomba adalah salah satu cara untuk memperluas wawasan sekaligus menambah pengalaman, bertukar pikiran antar pemuda hebat dan menambah ilmu baru di tempat baru serta berjumpa dengan kawan-kawan baru. Ngomong-ngomong soal lomba,…well saya akan menceritakan pengalaman saya terkait perjalanan saya menuju UNAIR hingga mengukir kenangan di UNAIR. Tepat di tahun 2014, saya memiliki kenangan berupa pengalaman melancong di istana UNAIR dalam kompetisi karya tulis ilmiah nasional Science Technology Event (STE) di FST UNAIR.
Berbincang soal Lomba Science Technology Event (STE) UNAIR, lomba ini merupakan serangkaian acara yang diselenggarakan oleh Departemen Keilmuan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga. Serangkaian acara ini menjadi agenda terbesar dan bersifat tahunan. Pada penyelenggaraannya di tahun 2014 ini Science Technology Event mengangkat tema “Aplikasi Sains dan Teknologi dalam Peningkatan Kualitas dan Kuantitas Hasil Pertanian Indonesia sebagai Upaya Memenuhi Kebutuhan Pangan Nasional”. Adapun rangkaian acara Science Technology Event 2014 meliputi Lomba Karya Tulis Mahasiswa (LKTIM), Lomba Kreatifitas Video dan Seminar Nasional.
Lomba Science Technology Event (STE) UNAIR ini diikuti oleh berbagai peserta dari berbagai Universitas di Indonesia. Lomba ini melalui 3 tahapan seleksi yaitu tahap I (seleksi abstrak), tahap II (seleksi full paper), tahap III (seleksi finalist untuk menentukan kejuaraan). Well…finalis Science Technology Event (STE) UNAIR ini berasal dari berbagai universitas, diantaranya: UniversitasAirlangga (UNAIR), Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Negeri Semarang (UNNES), Universitas Lampung, dan Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS).
Back to competition, alhamdulillah tim saya yang terdiri dari Tony Abdillah Gumillar (ketua tim), saya (member), dan Indira Agustin (member) lolos ke tahap 3 sebagai finalis yang mempresentasikan karya kami di depan dewan juri. All praises to Allah. Ngomong-ngomong , keberangkatan kami penuh dengan perjuangan loooh..hehe. Oh ya, dalam timku, ketua kami (Tony), tidak bisa ikut berangkat lomba…jadi yang bisa hadir hanya saya dan Indira. Maklum…hehe Tony sibuk sebagai ketua Himpunan Mahasiswa Biologi…hehe. Yah…kamilah yang berangkat. Well…inilah petualangan melancong ke Surabaya. 
Saya dan Indira, berangkat dari kos (Tembalang) menuju Terminal Sukun (Banyumanik) sekitar pukul 16.00 dan tiba di  terminal sekitar pukul 16.15.  Kami menunggu bus jurusan Surabaya di Terminal Sukun hingga pukul 18.15 menit (2 jam menunggu….super sekali capeknya). Kau tahu kan, pekerjaan apapun yang paling menyebalkan itu menunggu…eiiits, so yang pasti-pasti saja hehe. Perjuangan tak sampai di sini, ternyata bus jurusan Surabaya tinggal satu-satunya. Berebutlah para penumpang di terminal menyerbu bus jurusan Surabaya yang tinggal satu-satunya itu, termasuk saya dan indira. Di tengah desak-desakkan penumpang, kami berdiri sambil memegang tali di atap bus, jumlah penumpang sangat banyak hingga kami (saya dan indira) tak mendapatkan tempat duduk. Perjalanan yang luar  bisa, hampir Semarang (Banyumanik) hingga Surabaya saya berdiri di tengah desak-desakan penumpang hingga lemas. Sekitar jam 00.00 setelah kurang lebih 6 jam berdiri, akhirnya saya mendapatkan tempat duduk dengan tubuh yang sudah lemas berdiri dan berdesak-desakan berjam-jam.
Tepat sampai terminal Surabaya pukul 02.00 am. Sembari menunggu penjemputan dari LO kami menunaikan solat isya’ dan setelahnya tidur di kursi tunggu di terminal. Maklum kami belum sempat tidur, dan tubuh teramat letih alias ngantuk berat. Pukul 02.30 kami sampai di tempat penginapan untuk para finalis lomba karya ilmiah. Tanpa tanggung-tanggung dengan mata setengah watt, layaknya lampu yang hendak padam…mata langsung terpejam dan tertidur pulas. Well…rasanya kurang afdhal ya kalau tidak ada teman tidur, eeeits jangan berprasangka buruk…maksudnya teman tidur (alarm yang ngebangunin), maka saya settinglah jam alarm pukul 04.30 untuk solat subuh sekaligus mandi pagi sebelum keberangkatan presentasi lomba.
Nomong-ngomong soal panitia lomba, over all panitia lomba ramah dan baik sama seluruh peserta finalis lomba. Selama di UNAIR, ada pemandangan unik, lebih tepatnya di Fakultas Sains dan Teknologi tempat saya lomba. Kulihat ada Student Center (SC), halaman hijau yang luas dengan pepohonan (ini yang paling saya suka…pohon itu bikin suasana sejuk, adem, dan asri), masjid, kantin, lapangan olah raga, dan lain-lain. Di balik semua fasilitas yang ada, yang menjadi sorotan saya (center of interest) dimanapun saya melancong…hehe maklum saya adalah gelandangan intelektual yang suka melancong dari suatu tempat ke tempat lainnya untuk menimba ilmu, memperluas wawasan, dan menambah pengalaman adalah masjid dan taman. Masjid adalah tempat saya menemukan ketenangan. Entah kenapa, dimanapun tiap berada di masjid serasa ada magnet yang bikin hati adem, tentram dan nyaman. Menurutku fasilitas masjid di FST UNAIR sangat memadai, mukenahnya tertata rapi, bersih, wangi dan antara tempat wudhu wanita dan pria yang terpisah sehingga aurat kaum perempuan tidak terlihat laki-laki, serta suasananya yang adem makin membuat saya betah untuk ngaji dan istirahat.
Next, saya akan memberikan penilaian saya pada halaman kampus yang hijau dan dihiasi pepohonan. Saya suka memandangnya, udaranya seger, hijau-hijau warna dedaunan memberikan nuansa suasana yang penuh kenyamanan. Suasana yang asri mengepung istana Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga, sungguh sangat menyejukkan hati yang memandang. Berbicara soal lomba, di sini saya mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman baru. Bertemu orang-orang hebat dan bertukar pikiran. Saran dan masukan para dewan juri yang konstruktif turut menyumbang dalam perbaikan penulisan ilmiah ke depannya. Ini adalah pengalaman yang cukup mengesankan dimana dimulai dari berdiri dibus ditengah desak-desakkan penumpang dari Semarang hingga Surabaya, ketiduran sebentar di terminal, hingga presentasi dan sambutan hangat dari panitia lomba. Secara keseluruhan selama di UNAIR, sambutan dan pelayanan LO serta fasilitas yang disediakan cukup memuaskan.


Notice: Artikel ini adalah artikel yang disubmit dalam ajang kompetisi penulisan blog UNAIR, info lebih lanjut dapat dilihat di http://bpp.unair.ac.id/ketentuanlomba/