HALIMAH BINTI MASDARI

Senin, 12 November 2018

JANGKAUAN DUNIA SERASA LEBIH MUDAH CUKUP DENGAN SENTUHAN LAYAR ATAU TEKAN TOMBOL OKE PADA SMARTPHONE DI ERA DIGITAL


JANGKAUAN DUNIA SERASA LEBIH MUDAH  CUKUP DENGAN SENTUHAN LAYAR ATAU TEKAN TOMBOL OKE PADA SMARTPHONE DI ERA DIGITAL 
 
Gambar 1. Tampilan Layar Full Screen Smartphone (Dokumen Pribadi).


Oleh: Dewi Nur Halimah, S.Si       
Email: halimahundip@gmail.com, PH. +6285725784395

            Memasuki era digital, hampir setiap orang memiliki smartphone. Bila dahulu komunikasi jarak jauh teramat susah, dan hanya bisa ditempuh dengan surat menyurat. Sekarang komunikasi bisa dilakukan kapanpun dan dimanapun cukup dengan aplikasi smartphone seperti telepon, SMS (Short Message), whatsapp, video call, dan lain-lain. Bila dahulu berjualan hanya bisa dilakukan dengan syarat penjual dan pembeli bertemu langsung sehingga terbatas akan jarak, tempat dan waktu. Saat ini bisnis online telah menguasai dunia, jual beli bisa dilakukan kapanpun dan dimanapun cukup dengan klik OKE pada smartphone, transfer, lalu barang dikirim seller hingga sampai di rumah buyer. Bila dulu proses belajar mengajar hanya bisa dilakukan di ruang kelas, saat ini belajar bisa ditempuh jarak jauh dengan kuliah online. Hal ini membuktikan bahwa kehadiran smartphone mempermudah manusia melakukan aktivitasnya.
Data Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat, saat ini terdapat 24 perusahaan manufaktur komponen produk ponsel dan tablet di dalam negeri. Sementara itu, berdasarkan laporan e-Marketer, pengguna aktif smartphone di Indonesia akan tumbuh dari 55 juta orang pada tahun 2015 menjadi 100 juta orang tahun 2018. Dengan jumlah tersebut, Indonesia akan menjadi negara dengan pengguna aktif smartphone terbesar keempat di dunia setelah China, India, dan Amerika. Bahkan data dari databoks.co.id (Portal Statistik dan Data) mencatat bahwa jumlah pengguna telepon seluler (ponsel) di tanah air pada tahun 2017 mencapai 371,4 juta pengguna atau 142 persen dari total populasi sebanyak 262 juta jiwa. Artinya, rata-rata setiap penduduk memakai 1-4 telepon seluler karena satu orang terkadang menggunakan 2-3 kartu telepon seluler. Sementara kaum urban Indonesia mencapai 55 persen dari total populasi.
Berdasarkan data wearesocial.sg, pengguna internet di Indonesia mencapai 132,7 juta dengan penetrasi sekitar 51 persen dari populasi. Untuk pengguna media sosial aktif mencapai 106 juta dengan penetrasi sekitar 40 persen, dan pengguna media sosial mobile aktif mencapai 92 juta atau sekitar 35 persen dari populasi. Dibandingkan dengan posisi Januari 2016, pengguna ponsel Indonesia meningkat 14 persen. Sementara untuk penetrasi mengguna media sosial aktif meningkat 34 persen, dan penetrasi pengguna media sosial mobile aktif bertambah 39 persen.
Berbicara era digital, saya pun turut merasakan dampak dari hadirnya smartphone dalam kehidupan saya sehari-hari. Smartphone dengan kemudahan mendownload apalikasi di Play Store sangat membantu saya dalam melakukan aktivitas saya seperti:
1.      Kemudahan berkomunikasi dengan keluarga, sahabat, rekan kerja, maupun kolega dan pasangan
Handphone pertama kali yang saya miliki adalah HP Nokia (tidak android dan bukan layar sentuh) pada tahun 2010 dimana saat itu saya kelas XI-IPA (Kelas Dua SMA). Dan dalam satu keluarga hanya satu orang yang memiliki HP yakni saya. Itupun saya tinggal di rumah agar bisa menghubungi orangtua ketika pulang sekolah sore dan tidak bisa pulang karena sudah tidak ada bus. Saat SMA saya biasa berangkat sekolah dengan bersepeda sekitar 5 km lalu naik bus (ngebis) lagi sekitar 13 km hingga sampai SMA. Bila tidak mendapatkan bus karena saya pulang kesorean bahkan menjelang maalam sebab saya mengikuti bimbingan ekstrakurikuler debat bahasa Inggris dan olimpiade Akuntansi yang pulangnya sore sekali, maka saya menghubungi Bapak menggunakan HP teman agar di jemput Bapak usai pulang kerja di sawah. Di sini keberadaan HP sangat membantu saya untuk berkomunikasi dengan orangtua perihal penjemputan pulang sekolah. Selain itu, hadirnya HP juga membantu saya berkomunikasi dengan keluarga jauh di Sarang (Rembang) dan di Pati.
Pada tahun 2015, saya baru memiliki HP layar sentuh (smartphone). Meski demikian sejak 2015, saya sudah merasakan keuntungan hadirnya smartphone. Saya bisa berkomunikasi dengan keluarga, rekan kerja, rekan lomba dan komunitas melalui grup WhatsApp. Bukan hanya itu, telepon pun bisa dilakukan dengan melihat langsung wajah orang yang kita ajak berkomunikasi dengan menggunakan layanan Video Call. Selain komunikasi dengan telfon atau video call, saya juga bisa berkomunikasi secara tertulis dengan berkirim chat, inbox, short message, direct message yang sangat membantu saya. Intinya, keberadaan smartphone sangat membantu saya berkomunikasi jarak jauh dengan keluarga, sahabat, kawan, rekan kerja dan pasangan. Yang jauh terasa dekat dengan adanya jalinan komunikasi.   

Gambar 2. Komunikasi Via WhatsApp (Dokumen Pribadi).

Gambar 3. Komunikasi Via Direct Message Instagram (Dokumen Pribadi).

Gambar 4. Komunikasi Via Inbox Facebook (Dokumen Pribadi).


2.      Kemudahan mengakses e-book, jurnal, maupun mencari materi untuk belajar dan mengerjakan tugas (kemudahan proses belajar)
Kehadiran smartphone di era digital sangat membantu saya dalam proses belajar. Saya dapat dengan mudah mendownload e-book, jurnal, searching informasi, maupun berkunjung pada e-library. Bukan hanya itu, kehadiran internet juga membantu saya untuk bisa mengikuti kuliah online, seminar online, dan mendengarkan ceramah para kiahi dan habaib. Bila dulu belajar hanya bisa diperoleh di sekolah dan harus mencatat, sekarang sudah tidak lagi. Bahkan pelajaran bisa diakses dengan mudah dengan canggihnya teknologi. Pengiriman tugas bisa melalui email, perolehan materi bisa dengan mendownload materi di web untuk melengkapi materi yang kurang atau belum disampaikan di sekolah sehingga dapat menambah wawasan.

Gambar 5. Pemanfaatan Internet untuk Download Ebook dan Jurnal (Dokumen Pribadi).

3.      Kemudahan mengakses transportasi
Dahulu sebelum saya memiliki smartphone dan Grab belum ada di daerah saya, bila kemana-mana saya naik bus, lalu bisa masuk ke daerah pedalaman yang tidak terjangkau bus, maka saya mencari pangkalan tukang ojek ataupun becak. Naasnya, bila larut malam dan saya tidak mendapatkan becak, terkadang saya harus jalan kaki untuk sampai ke tempat tujuan. Pernah suatu ketika saya mencari tukang becak, karena kemalaman tidak mendapatkan becak. Akhirnya saya berjalan 2 km. Bahkan saya pernah berjalan 10 km karena tidak mendapatkan transportasi.
Hal itu berbeda saat saya memiliki smartphone. Sejak 2017, ketika saya di Jakarta saya menggunakan aplikasi Grab. Aplikasi Grab memberikan banyak keuntungan bagi saya. Saya bisa memesan grab motor, grab car, grab makanan, pengantaran, dan grab pulsa sambil tiduran cukup dengan klik-klik perintah di aplikasi Grab. Selain itu hadirnya aplikasi Gojek juga sangat membantu saya dalam memperoleh transportasi. Grab dan Gojek adalah aplikasi andalan saya kalau mau pergi kemana-mana dan tidak bisa ditempuh dengan bus atau kendaraan umum. Sebagaimana contohnya adalah pada 2 November saya mendapatkan undangan dari DPK Blora untuk presentasi sebagai salah satu penulis Blora. Karena saya berangkat dari pondok, akhirnya saya memesan Grab. Grab membantu saya hingga saya sampai tempat tujuan dan dapat presentasi di depan DPK dan OPD Kabupaten Blora. Terimakasih Grab…J


 Gambar 6. Aplikasi Grab (Dokumen Pribadi)


4.      Jual Beli Online
Hadirnya smartphone dengan system android sangat membantu untuk berbisnis. Banyak toko online didirikan karena keuntungannya lebih besar disebabkan jangkauan pembeli lebih luas yakni seluruh masyarakat dunia dapat mengetahuinya. Bukan hanya itu, jual beli online pun mudah untuk dilakukan tanpa harus mempertemukan antara penjual dan pembeli. Saya pun juga merasakan kemudahan jual beli secara online. Saya bisa memanfaatkan media sosial yang saya miliki untuk menawarkan produk-produk karya saya yakni buku-buku saya, sabun inovasi saya saat mahasiswa, dan menjadi dropshiper produk orang lain. Jadi menurut saya, keberadaan android ini sangat membantu proses jual beli menjadi lebih mudah.  



 Gambar 7. Jual beli online dengan akun faceboook dan instagram.



5.      Berkarya lewat website
Penyampaian materi pelajaran sekolah ataupun kuliah juga bisa dilakukan dengan dipublish di website atau blog agar bisa dibaca oleh khalayak umum seperti di blogger, wordpress, portal pendidikan, dan website lainnya. Kita bisa membuat websitesendiri dengan memanfaatkan blogger ataupun worpress dan layanan website gratis. Caranya cukup mudah bila kita sudah memiliki email, tinggal sign up, lalu lengkapi data yang diminta untuk melengkapi dan terakhir klik sign up. Selanjutnya bila ingin menggunakan website gratis (seperti blog) yang kita buat, cukup dengan sign in dengan memasukkan email dan password. Namun apabila kita tidak bisa membuat website sendiri atau menginginkan website berbayar agar tampilan website lebih menarik dan kerem, kita bisa menggunakan jasa pembuatan website berbayar di Domainesia. Bikin website kan mahal?. Tidak, di Domainesia, pembuatan website dengan harga terjangkau dan berkualitas. Domainesia memberikan layanan pembuatan domain, hosting, dan juga Web Apps. Nah keuntungan kalau kita memiliki website sendiri itu banyak, diantaranya; bisa digunakan untuk mempromosikan produk (berbisnis), penyampaian materi (proses belajar mengajar online), dan lain sebagainya.
Gambar 8. Tampilan Domainesia (Dokumen Pribadi)

Gambar 9. Akun Domainesia saya setelah Sign In (Dokumen Pribadi).

Pada hakekatnya perubahan era manual menjadi era digital telah memberikan dampak yang besar bagi kehidupan masyarakat seluruh dunia. Semua bisa dilakukan hanya dengan genggaman smartphone. Akan tetapi kita perlu bijaksana dalam memanfaatkan smartphone di era digital. Mengapa?. Sebab bukan saja hanya memberikan dampak positif, smartphone juga bisa memberikan dampak negatif. Semua tergantung bijaksana tidaknya user dalam menggunakan smartphone. Beberapa dampak negatif smartphone diantaranya; kemudahan akses situs porno, situs-situs kekerasan, mudahnya hoaks tersebar, penipuan online, dan lain sebagainya. Meski demikian dampak negative dapat diminimalisir bahkan bisa dicegah, semua kembali pada kebijaksanaan user dalam menggunakan smartphone. Bagi saya smartphone memberikan banyak dampak positif untuk kehidupan saya, memberikan kemudahan berkomunikasi, belajar, jual beli, akses transportasi, mengadakan seminar online, sinau bareng online, dan lain sebagainya. Yuk, menjadi user yang cerdas dan bijaksana dalam memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang bermanfaat. Teknologiku adalah jalanku berkarya dan bermanfaat untuk ummat. Serunya berkraya dan mengukir prestasi di era digital yang serba mudah koneksi.   

#digitallife
 #madepossible
#domainesia
#SerunyaMenggunakanSmartphoneDiEraDigital


Tidak ada komentar :