HALIMAH BINTI MASDARI

Sabtu, 15 Juli 2017

KIAT BAHAGIA MEMBANGUN KELUARGA MADANI

KIAT BAHAGIA MEMBANGUN KELUARGA MADANI
*****
Written Based on Observation
*****

Keluarga bahagia, siapa sih yang nggak mau?. Well….hampir semua orang di seluruh perjuru dunia menginginkan kebahagiaan dalam rumah tangganya. Namun, sayangnya tidak semua orang bisa menemukan kebahagiaaan. Kebahagiaan adalah perasaan senang, damai, tenang, nyaman, penuh rasa syukur. Kebahagiaan tidak bisa dibeli dan tidak ternilai dengan uang, tapi kebahagiaan bisa DICIPTAKAN. Kebahagiaan tercipta dari adanya rasa syukur dalam setiap nikmat yang Allah berikan dan rasa sabar atas ujian yang Allah berikan. Segala puji bagi Allah, Tuhan Semesta Alam. Tiada Tuhan yang berhak di sembah kecuali Allah. Dialah Allah, Rabb bagi para makhluk sejagat raya. Dialah Allah yang menciptakan bumi langit dan seisinya.
Ngomong-ngomong soal kebahagiaan dalam rumah tangga, begitu banyak faktor yang mendorong terciptanya keharmonisan dalam keluarga. Begitu banyak rumah tangga yang kandas bahkan hancur di tengah jalan karena adanya kesalah pahaman. Oleh karena itu, penting adanya komunikasi yang baik antar sesama anggota keluarga. Keretakan dalam keharmonisan keluarga disebabkan oleh beberapa faktor seperti KDRT (Kejahatan Dalam Rumah Tangga) yang dipicu oleh adanya kekerasan fisik, kekasaran ucapan, maupun perselingkuhan (adanya pihak ketiga dalam rumah tangga).
Beberapa kejadian yang penulis amati berdasarkan penglihatan, pendengaran penulis selama bertahun-tahun terhadap para korban kekerasan diantaranya:
1.      Kejahatan Seorang Suami Terhadap Istri
a.       Suami yang suka marah-marah, bentak bentak istri padahal hanya disebabkan oleh permasalahan sepele. Bukan hanya itu, berlanjut dengan pembantingan perabotan rumah tangga. Perlu diketahui ini dapat memicu mental shocking yang memicu trauma pada istri, berantem/ bertengkar, hingga bila tak sanggup bertahan maka akan berakhir pada perceraian.
b.      Suami yang tidak menafkahi istri padahal dia kondisinya sehat dan tidak cacad. Suami yang membiarkan seorang istri menjadi tulang punggung keluarga, sementara dia ongkang-ongkang di rumah menggantikan pekerjaan wanita (masak, membersihkan rumah) sementara istrinya bekerja. Duhai lelaki, wanita kau nikahi itu untuk kau muliakan martabatnya, bukan kau jadikan tulang punggung keluarga. Duhai para lelaki, wanita itu tercipta dari tulang rusukmu, maka jangan sekali-kali kau salahi kodrat dengan menjadikannya sebagai tulang punggung. Suatu dosa besar, bila kau tak menafkahi dan menelantarkan anak dan istrimu, sebab yang berkewajiban menafkahi keluarga adalah seorang suami.
c.       Suami yang suka memukul istri, menampar dan menggunakan kekerasan fisik untuk menyelesaikan permasalahan. Kekerasalan bukanlah menjadi problem solving tetapi justru menjadi new problem dalam keluarga. Duhai lelaki, wanita itu tercipta dari tulang rusukmu, maka jangan kau kerasi dia karena akan mudah mematahkan hatinya. Bila istrimu salah, dekati ia, peganglah tangannya, peluklah lalu nasehatilah dengan penuh kelembutan dan kasih sayang. Selamanya kekerasan tak akan pernah menyelesaikan permasalahan, justru menimbulkan permasalahan baru.                
d.      Perselingkuhan suami terhadap istri. Suami yang suka main wanita (membawa pulang ke rumah wanita dan bergonta-ganti) dapat memicu keretakan keluarga. Perlu kau tahu, perselingkuhan tiada sedikitpun membawa manfaat untukmu, justru perselingkuhan menghancurkan keharmonisan keluargamu, kerenggangan hubungan seorang ayah terhadap anak, kerenggangan hubungan seorang suami pada istri. Bila ingin bahagia, sekalipun selingkuhan yang menggodamu lebih cantik, lebih kaya, lebih cerdas bahkan lebih segalanya, hatimu tak akan tergoyah. Sebab kau tahu bahwa Tuhan senantiasa mengawasimu, dan tak pernah lengah mengawasimu barang sedetikpun. Sungguh kau merasa malu bila Tuhan mengawasimu, sementara kau dalam maksiyat berselingkuh. Kau perlu ingat bahwa dulu kau pernah berjanji dalam akadmu bahwa kau akan memuliakan istrimu menjadi sosok yang halal bagimu, apakah kau tega merusak ikatan suci itu dengan perselingkuhan?. 
2.      Kejahatan Seorang Istri Terhadap Seorang Suami
  1. Istri yang membangkang pada perintah suami, padahal suami mengajak pada kebaikan dan ketaatan pada Allah. Maka perlu di ingat, ketika seorang wanita sudah menikah, ridho Allah bersama ridho suaminya selama suaminya memerintahkan pada kebaikan dan ketaatan pada Allah. Istri adalah makmum, maka istri harus bisa ditata imam.
  2. Istri yang tidak bersyukur atas nafkah yang diberikan suami, padahal suami sudah memberikan yang terbaik sesuai ikhtiar maksimal yang suami bisa lakukan. Istri yang selalu menuntut dan iri pada penghasilan tetangga. Misalnya; tetangga bisa beli motor, maka ia menuntut suaminya supaya bisa membeli motor, dll. Duhai wanita, jadilah wanita yang lemah lembut, tidak boros (hedon/ foya-foya, bukankah boros itu saudara setan, maukah kau menjadi saudara setan, menemaninya di neraka?), jangan banyak menuntut, perbanyak bersyukur, dan pandai memanage keuangan dengan baik.
  3. Istri yang suka main judi. Jangan dikira hanya laki-laki yang main judi, ada pula wanita yang hobi main judi, ke diskotik. Duhai wanita, janganlah seperti demikian, surga seorang wanita adalah di rumahnya. Sesungguhnya tiap kali ia keluar rumah, selalu dibuntuti setan. Maka berhati-hatilah. Jangan kau habiskan waktumu untuk hal sia-sia, lebih baik kau manfaatkan untuk melayani suami dan anak-anakmu, kau gunakan untuk mengaji dan segala yang bermanfaat untuk duniamu jua akhiratmu.       
  4. Perselingkuhan seorang istri terhadap suami. Perlu kau tahu, perselingkuhan tiada sedikitpun membawa manfaat untukmu, justru perselingkuhan mengharcurkan keharmonisan keluargamu, kerenggangan hubungan seorang Ibu terhadap anak, kerenggangan hubungan seorang istri pada suami. Bila ingin bahagia, sekalipun selingkuhan yang menggodamu lebih ganteng, lebih kaya, lebih cerdas bahkan lebih segalanya, hatimu tak akan tergoyah. Sebab kau tahu bahwa Tuhan senantiasa mengawasimu, dan tak pernah lengah mengawasimu barang sedetikpun. Sungguh kau merasa malu bila Tuhan mengawasimu, sementara kau dalam maksiyat berselingkuh.   
3.      Kejahatan Orangtua terhadap Anak  
  1. Orangtua yang memaksakan kehendak pada anak diluar kemampuan anak. Misalnya: 1). orangtua yang menuntut akademik anak bagus, padahal anak sudah rajin belajar namun kemampuannya memang segitu, lantas dipukul dan dimarahi, 2). Orangtua yang memaksakan jurusan pada anak padahal anak tidak suka. Duhai orangtua, perlu kau ketahui bahwa tiap anak terlahir dengan bakatnya masing-masing. Ada yang tercipta sebagai professor, ilmuwan, guru, dokter yang kemampuan akademiknya bagus. Ada yang tercipta dengan bakat seni dan sastra, sehingga kemampuan akademiknya buruk. Kau tak perlu memaksanya, seorang seniman tak perlu nilai matematika tinggi. Ada yang tercipta dengan keahliannya bermusik dan sebaigainya. Tugas orangtua, menuntun dan mengarahkan anaknya untuk mengembangkan bakatnya bukan untuk memaksakan kehendaknya. Pemaksaan kehendak terhadap anak ini memicu depresi dan stress pada anak. Duhai orangtua, latihlah dan didiklah anakmu sesuai keahliannya, kembangkan bakatnya dengan penuh perhatian dan kasih sayang.
  2. Orangtua yang suka menampar dan memukul anak bila anak melakukan kesalahan walaupun kesalahan kecil. Duhai orangtua, fisik seorang anak iu lebih lemah darimu, sekalipun kau memukulnya, ia akan terdiam dan kau berkuasa atas nafsumu. Duhai para orangtua, bila anakmu salah maka dekatilah jadilah orangtua sebagai sahabat anak sehingga hubungan anak dan orangtua kian dekat. Nasehatilah anak-anakmu dengan cara yang baik, kelembutan dan kasih sayang. Terlebih bila dirimu seorang ibu, genggamlah tangan anakmu, elus-elus kepalanya dengan kelembutan lalu nasehatilah dengan penuh kasih sayang. Sesungguhnya nasehat yang disampaikan dengan kelembutan akan lebih mudah diterima syaraf-syaraf otak.   
  3. Orangtua yang otoriter memaksakan kehendak pada anak tanpa mau memperhatikan apa mimpi dan kesukaan anak. Orangtua yang baik, menasehati anak dengan baik. Orangtua yang menelantarkan hak-hak anaknya. Hak seorang anak adalah dididik akhlak orangtua, diberikan pendidikan, kasih sayang, perhatian serta dicukupi kebutuhan lahiriah dan batiniah dengan baik.       
4.      Kejahatan Seorang Anak pada Orangtua
  1. Seorang anak yang membentak-bentak orangtua, memarahi oangtua dan menelantarkan orangtua di masa tuanya. Duhai anak muda, sesungguhnya kau bisa tumbuh besar, dahulu yang merawatmu, mendidikmu, dan memebesarkanmu adalah ibumu dan ayahmu. Muliakanlah orangtuamu, bahkan sebaik apapun kamu tak akan mampu menandingi ajsa kedua orangtuamu. Lalu bagaimana bila buruk, ingatlah sesungguhnya ridho Allah bersama ridho kedua orangtua.
  2. Seorang anak yang melawan orangtua padahal orangtua mengajaknya pada kebaikan dan ketaatan kepada Allah. Misalnya: anak yang tidak mau diajak solat oleh orangtuanya, anak yang mencuri harta orangtuanya untuk foya-foya, anak yang memisuhi orangtuanya, dll
  3. Anak yang memperlakukan orangtuanya layaknya budaknya, memerintah orangtua seenak jidatnya, menyuruhnya bersih-bersih rumah layaknya pembantu, membentak-bentak, dll. Duhai anak, muliakanlah orangtuamu, sesungguhnya jalan surga seorang anak adalah taat pada kedua orangtuanya selama orangtuanya tidak menyuruhnya pada keburukan.   

Duhai para istri, para suami, para orangtua dan para anak, berikut penulis sampaikan kiat-kiat membangun keluarga madani yang penuh dengan kedamaian dan keharmonisan. Semoga dengan membaca artikel ini, bermanfaat bagi kalian para pembaca. Penulis terinspirasi menulis ini karena keprihatinan penulis selama pengamatan bertahun-tahun sering menjumpai kasus KDRT, kasus kekerasan pada anak, dan kasus durhaka seorang anak pada orangtua. Harapan penulis, dengan membaca artikel ini, semoga Allah membukakan pikiran kita agar senantiasa menerima hidayah Allah. Sungguh, hanya Allah yang bisa memberikan hidayah pada hambaNya, Allahlah yang berhak menyelamatkan dan menyesatkan hambaNya. Dengan mengucap bismillah, semoga tulisan ini bermanfaat. Berikut penulis sampaikan kiat-kiatnya.
1.      Kiat membangun kebahagiaan untuk para suami terhadap istrinya
  1. Perlakukanlah istrimu dengan mulia, pasanglah wajah sumringah, senyum dihadapan istrimu maka itu akan memancarkan aura kebahagiaan.
  2. Jagalah komunikasi dengan baik pada istrimu, baik komunikasi secara langsung maupun komunikasi melalui handphone/ smartphone. Jangan sesekali kau berkata kasar (read misuh, seperti: menganjing-anjingkan istrimu, dancuk, dll) pada istrimu, berkatalah dengan penuh kelembutan dan kasih sayang. Misalnya: duhai istriku, duhai kasihku, ya khumairah, ya zakiah, ya bidadariku. Tidak apa-apa rimantis, kan kalian sudah halal. Rosulullah pun sangat romantis terhadap istrinya, pada Siti Aisyah, beliau memanggil dengan sebutan Ya Khumairah. Romantiskan…romantis itu halal bahkan diharuskan pada pasangan yang halal (suami istri).
  3. Kecuplah kening istrimu saat pulang kerja dan sebelum berangkat kerja. Maka ini akan membawa hubungan yang baik antara dirimu pada istrimu.
  4. Ketika istrimu ketakutan, maka peganglah tangannya, peluklah dan yakinkah bahwa kau berada di sampingnya dan ada untuknya. Tenangkan fikirannya, yakinlah in syallah ini akan memicu hubungan keluargamu langgeng, semoga keluarga yang baldatun thoyyibatun warrobun ghofur tercapai.
  5. Sesekali sempatkan waktu berdua sama istri dan beromantislah kalian, misal saling suapan, satu piring berdua. Tidak masalah selama ini untuk suami istri. Sebagaimana Rosulullah SAW sama Siti Aisyah RA. Rosulullah SAW dan Sayyidah Aisyah RA sering menghabiskan waktunya berduaa, bahkan rosulullah pernah minum secangkir berdua dengan sayyidah Aisyah RA, rosulullah SAW tiduran di pangkuan sayyidah Aisyah RA. Sekali lagi bersentuhan. Romantis dengan yang halal (antara suami dan istri) itu halal kecuali hubungan suami istri saat puasa di siang hari dan saat istri sedang haid. Itu tak lain untuk kebaikan manusia, sebab hubungan suami istri pada saat haidl dilarang dalam agama islam. Ternyata di balik larangan tersebut terbukti secara ilmiah bahwasannya ijma’ dengan istri yang sedang haidl (menstruasi) memiliki beberapa resiko buruk terhadap kesehatan.
Profesor Ali Baziad, pakar kesehatan kandungan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) mengatakan bahwa ada sejumlah risiko yang akan dihadapi perempuan yang melakukan hubungan seksual di saat haid. Pertama, risiko endometriosis, yaitu membaliknya darah “kotor” menstruasi ke rahim, bahkan organ-organ lainnya. Kondisi ini akan berakibat perlengketan darah menstruasi tersebut pada tempat yang tidak seharusnya, dan berkembang menjadi jaringan baru. Jika sudah terjadi perlengketan dan menampung darah, endometriosis akan menyebabkan nyeri, baik saat menstruasi ataupun saat berhubungan seks. Endometriosis bahkan dapat berkembang menjadi kista yang dampaknya cukup serius, seperti sulit memiliki anak. Endometriosis memang bukanlah penyakit yang menyebabkan kematian, tetapi dampaknya bisa menurunkan kualitas hidup. Kedua, berhubungan seksual dengan istri dalam keadaan haidl berisiko lebih tinggi terkena infeksi atau tertular penyakit dibandingkan melakukan hubungan seks di luar masa menstruasi. Saat menstruasi, kondisi leher rahim akan terbuka sehingga memungkinkan darah untuk masuk ke dalamnya. Hal tersebut memudahkan bakteri untuk menuju rongga panggul. Ketiga, saat wanita sedang haid maka ia mengalami penurunan hormon estrogen, yang artinya cairan lubrikasi sedang berkurang. Oleh karena itu pula, organ vagina rentan terluka dan menimbulkan rasa tidak nyaman saat melakukan seks. Keempat, saat menstruasi, kadar potential Hydrogen (pH) vagina lebih rendah, maka tingkat keasamannya pun berkurang. Kondisi tersebut lebih mungkin untuk infeksi jamur atau bakteri (Halimah, 2016 dalam buku Memahami Rahasia Wanita).
  1. Nafkahi istri dengan baik, jangan jadikan istri sebagai tulang punggung keluarga terlebih bila kondisimu sehat dan baik-baik saja.
  2. Penuhilah hak-hak istrimu dengan baik dan gaulilah istimu dengan cara yang baik.
2.      Kiat membangun kebahagiaan untuk seorang istri pada suaminya                    
Duhai wanita, sesungguhnya engkau adalah mahkota dari para mahkota, wanita adalah mahkota terindah dari perhiasan dunia. Cara wanita dalam melayani suami diantaranya:
a.       Berkata lembut pada suami dengan wajah sumringah, sehingga kala suami memandang istri hatinya terasa damai dan tentram.
b.      Bersikap lembut dan santun pada suami dengan perangai yang indah.
c.       Ketika suami pulang kerja di sambut dengan senyuman.
d.      Ketika suami berangkat kerja disiapkan pakaiannya, ditatakan dasinya bila kerja dikantor, ditatakan cangkut dan sabitnya bila bekerja di sawah, dan lain sebagainya.
e.       Masakkan air hangat untuk mandi suami, kecuali bila punya shower air hangat, nggak usah masak. Siapkan handuk untuknya sebagaimana yang diteladankan Sayyidah Muthi’ah RA.
f.       Cium tangan suami ketika suami hendak berangkat kerja.
g.      Rajinlah memasak untuk menyenangkan hati suami, ketahui makanan kesukaan suami lalu masakkan atau belikan. Ketahui perihal apa saja kesukaan suami lalu lakukan selama itu bukan kemaksiyatan.
h.      Selalu mendukung aktivitas suami selama sejalan dengan perintah Allah SWT dan tidak menyekutukannya.
i.        Taat pada suami sebab ridho Allah bersamaan dengan ridho suami (surga bagi seorang wanita yang sudah menikah pada keridhoan hati suaminya).
Sesungguhnya wanita yang lembut, santun lagi taat akan menjadi pemandangan indah bagi para suami sehingga semakin indahlah mahligai rumah tangga.
3.      Kiat membangun kebahagiaan untuk seorang Ibu pada anak
Duhai para Ibu, jadilah Ibu yang baik bagi putra-putrimu. Wanita yang cerdas akan melahirkan generasi yang cerdas. Kecerdasan seorang anak 60-70% ditentukan oleh genetik seorang Ibu. Jikalau menginginkan putra putrimu cerdas, maka jadilah Ibu yang cerdas. Sikap sosok Ibu yang baik ke anak:
a.       Tidak memaksakan kehendak pada anak.
Ibu yang baik tidak memaksakan kemauannya pada anaknya, ia hanya mengarahkan bakat yang dimiliki anaknya. Ia sadar betul bahwasannya tiap anak memiliki bakat masing-masing.
b.      Tidak membanding-bandingkan kemampuan anak pada saudaranya
Misal; “kakakmu lebih pintar daripada kamu, kakakmu lebih baik daripada kamu, adekmu lebih cantik daripada kamu” dan lain sebagainya. Tahukan anda para bunda, pujian yang mengunggulkan satu anak dan merendahkan anak lainnya dapat memicu kecemburuan saudara, lebih tepatnya kesenjangan saudara (rivalry sibling) yang mengakibatkan tumbuhnya rasa iri pada anak yang kurang diapresiasi, menimbulkan kehilangan percaya diri pada anak.
c.       Mendidik anak disiplin sejak kecil
Misalnya mendidik anak bangun pagi tiap subuh lalu solat subuh dan mengaji, mendidik anak mengaji setiap sore dan habis magrib, melatih anak belajar istiqomah pada anak.
d.      Jangan menonton TV ketika anak sedang belajar.
Berdasarkan pengamatan yang saya amati ketika ngelesin, banyak sebagian orangtu yang menuntut anaknya pintar namun kurang bijaksana dalam bersikap. Ketika anaknya belajar justru orangtuanya sibuk nonton TV dengan volume suara TV yang besar. Ini dapat mengganggu belajar anak. Alangkah bainya, saat anak belajar, seorang Ibu menemani anak belajar jika anak masih SD/ SMP, tanyakan mana yang sulit lalu ajari. Bila tidak bisa mengajari sendiri, berikan les privat lalu jangan kau menyalakan TV saat anakmu belajar, berilah teladan yang baik pada anakmu.
e.       Beri perhatian penuh anak, ketika anak takut, yakinkan bahwa engkau ada di sampingnya menemaninya. Misalkan; “Ketika anak takut terjatuh dari sepeda, yakinkan bahwa dia akan baik-baik saja, engkau ada di sampingnya menemaninya”. Jadilah ibu sekaligus sahabat bagi anak, sehingga ketika anak mendapati masalahnya baik dengan teman mainnya maupun teman sekolahnya, anak tidak sungkan untuk curhat pada orangtua. Bila anakmu yang salah, maka nasehati, bila anakmu benar dibully atau disakiti maka lindungi.
f.       Jangan terlalu galak pada anak menggunakan kekerasan fisik dan berkata kasar. Sikap ibu akan ditiru anak, maka berhati-hatilah ketika berbicara. Berikan teladan yang baik bagi putra putrimu. Jangan misuh di depan anakmu, jangan bertengkar di depan anakmu, jangan menampar anak/ memukul anak ketika salah. Ketika anak salah, dekati, kasih tahu letak kesalahannya, nasehati. Sambil menasehati sebagai seorang Ibu, pegang tangannya, sambil kau elus-elus kepala anakmu. Ingatlah bahwa air yang lunak dapat melapukkan batu yang keras. Sebagaimana sikap yang lembut dapat melunakkan hati yang keras.
g.      Rawatlah anakmu dengan kasih sayang, saat anak masih kecil didiklah dia dengan penuh kasih sayang. Jangan terlalu dimanja, juga jangan terlalu dikerasi…berilah kasih sayang secukupnya. Anak yang terlalu dimanja dapat menjadi anak yang nakal, bandel, dan manja tak mau mengakui kesalahannya ketika bersalah. Sebaliknya anak yang terlalu dikerasi dapat menyebabkan trauma, depresi, disleksia bahkan mental socking pada jiwa anak. Selalu ingat bahwa kasih sayang adalah cara terbaik mendidik anak.
h.      Didik anak untuk memiliki jiwa yang baik, Seperti selalu berterimakasih bila ditolong orang, selalu meminta maaf ketika melakukan kesalahan, bertanggungjawab atas perbuatan yang dilakukan, jujur, suka menolong, dan lain-lain.    
4.      Kiat membangun kebahagiaan  seorang ayah pada anak
Sosok figur seorang ayah sangat penting dalam keluarga. Bukan hanya berperan sebagai imam bagi sang istri, tetapi jua panutan bagi anak-anaknya. Sikap ayah yang baik bagi seorang anak diantaranya:
a.       Ayah yang tegas, disiplin, namun tidak menggunakan kekerasan fisik.
Misalnya; ayah mendidik anak bangun fajar lalu diajak solat subuh berjama’ah, ayah melarang putri wanitanya keluar malam tanpa makhrom terlebih dengan laki-laki bukan makhram, mengawasi teman pergaulan anak, dll.
b.      Ayah yang memberikan kasih sayang berupa perhatian ke anak dengan sikap tegas namun bukan menggunakan kekerasan.
Misalnya: 1) anak merasa ketakutan, sang ayah mengatakan “jangan kuatir nak, ayah disampingmu, ayah mendukungmu”. 2). Anak tidak melakukan sesuatu, bukan dimarahi tapi dilatih dan disemangati supaya bisa. 3). Dan lain-lain.
c.       Ayah yang mendidik akhlak (kharakter) yang mulia pada anak.
Misalnya: setiap malam setelah solat magrib, ayah mengajari anak mengaji. Bila ayah tidak bisa mengajari sendiri, anak dititipkan ngaji dengan ustads atas pengawasannya.
d.      Perhatian namun tidak overprotective
e.       Menasehati anak dengan memberikan teladan dan tidak menggunakan kekerasan
Misalnya; ayah menasasehati anak untuk rajin solat tepat waktu, maka sebelumnya ayah juga mencontohkan anak dengan ia rajin solat tepat waktu. Jadi tidak asal memerintah tanpa memberi contoh. Perlu diketahui, bukan hanya anak-anak saja tetapi orang dewasa juga bahwa orang lebih percaya pada sikap yang diimbangi perkataan daripada hanya ngomong saja tanpa sikap.
f.       Ayah menafkahi kebutuhan anak sesuai kemampuan maksimalnya dengan baik.
g.      Ayah melatih anak menjadi pribadi yang bijak dalam memanage waktu, memanage uang, dan memanage pekerjaan.
h.      Ayah yang tidak membanding-bandingkan kemampuan anak-anaknya. Karena hal ini dapat memicu kesenjangan saudara (rivalry sibling) atau bahkan memunculkan sifat iri pada anak. Ayah perlu tahu, bahwa tiap anak memiliki bakat dan keahlian masing-masing yang tidak bisa disamaratakan.
5.      Kiat membangun kebahagiaan kebahagiaan seorang anak pada orangtua
  1. Jangan membentak orangtua, walaupun sekedar berkata “ah”
  2. Mentaati perintah orangtua selama yang diperintahkan kebaikan dan bukan meminta durhaka kepada Allah SWT atau bermaksiyat.
  3. Berkatalah dengan kelembutan dan kasih sayang pada orangtua.
  4. Bila orang tua lelah sepulang bekerja, mka pijitlah, ambilkan makanan kesukaanya dan siapkan minuman untuknya.
  5. Berpamitan dan mencium tangan orangtua setiap mau pergi dari rumah
  6. Ucapkan salam setiap memasuki rumah
  7. Bantulah pekerjaan orangtua di sela-sela luangmu belajar seperti: membantu memasak ibu, membantu nyetrika, membantu menyapu, membantu mencuci baju, membantu di ladang, dan lain sebagainya.
  8. Memasang wajah sumringah ketika berbicara dengan orangtua (bukan cemberut).
  9. Memuliakan orangtua di masa tuanya sebagaimana orangtuamu merawatmu dengan sabar ketika masih kecil.

Demikian kiat bahagia membangun keluarga madani yang dapat penulis share berdasarkan pengamatan penulis selama bertahun-tahun. Semoga ini bermanfaat, dapat menginspirasi serta menjadi jalan hidayah atas izin Allah dengan menurunnya angka perceraian, berkurangnya angka perselingkuhan syukur-syukur tidak ada perselingkuhan, dan semakin banyaknya kebahagiaan serta keromantisan hubungan keluarga yang harmonis antara suami dan istri, antara seorang ibu dan anak, serta antara seorang ayah dan anak. Tiada kekuatan melainkan dari Allah, Dialah Allah…Dzat Yang Maha Kuat. Salam hangat dari penulis, semoga keluarga kita semua adalah keluarga yang harmonis. Aaamiin...Aamiin...Aamiin...:)                       
*****
May it’s useful
You can share it freely
See you on the next writing text
Happy Indonesia, Happy Family
*****      
  



Tidak ada komentar :