HALIMAH BINTI MASDARI

Kamis, 24 Agustus 2017

KEUTAMAAN MEMBACA AYAT KURSI PART III

KEUTAMAAN MEMBACA AYAT KURSI
*****
PART III
*****
Diambil dari Kajian Kitab Khozinatul Asror Hal 127-128
*****



            Keutamaan selanjutnya apabila engkau membaca ayat kursi adalah:
1.      Ayat kursi merupakan lebih mulia-mulianya ayat di dalam Al Qur’an.
2.      Apabila engkau membaca ayat kursi, maka engkau akan turut serta mendapatkan keagungan dari ayat kursi.
3.      Barangsiapa menjaga keistiqomahan membaca ayat kursi sebanyak 50 kali atau 170 kali, maka orang yang membaca tersebut akan mendapatkan 2 kemuliaan yakni kemuliaan di sisi Allah swt dan kemuliaan di sisi manusia.
4.  Barangsiapa membaca ayat kursi, maka ia dapat lebih unggul daripada yang lainnya atas berkahnya ayat kursi.
5.      Barangsiapa membaca ayat kursi, maka ia akan mendapatkan keluhuran dan kedudukan diantara kaum baik diantara kaum laki-laki maupun kaum perempuan.
6.      Puncak tertinggi ayat di dalam Al Qur’an adalah ayat kursi.
7.    Barangsiapa membaca ayat kursi, maka Allah swt akan memudahkan segala urusannya baik urusannya ketika di dunia maupun di akherat.
8.      Barangsiapa membaca ayat kursi sebanyak 50 kali atau 170 kali secara istiqomah setiap hari, maka Allah swt akan membukakan 8 pintu surga dan engkau boleh memasuki pintu surga manapun yang engkau kehendaki.
9.   Barangsiapa membaca ayat kursi, maka ia akan mendapatkan keberkahan dari membaca ayat kursi sehingga ia merasa kecukupan.
*****
Duhai kaum muslimin yang dirahmati Alah swt…J
            Sebelum penulis memaparkan tentang keutamaan membaca ayat kursi, izinkanlah penulis menuangkan beberapa pesan pada sekalian pembaca yang budiman. Kaum muslimin yang dirahmati Allah SWT, sebelum engkau mengamalkan segala sesuatu, yang pertama engkau lakukan adalah meluruskan niat “lilahi ta’ala” yakni meluruskan niat semata-mata hanya untuk mencari ridho Allah SWT. Sebagaimana ketika engkau lapar, maka engkau lantas memakan nasi dan engkaupun kenyang. Perlu engkau ketahui bahwasannya yang membuatmu merasa kenyang adalah Tuhan (Rabb Semesta Alam), sedangkan nasi yang engkau makan adalah perantara yang menjadikanmu kenyang. Sebagaimana engkau ketika bepergian ke suatu tempat menggunakan motor. Yang menjadikanmu sampai ke tempat tujuan dengan selamat pada hakekatnya adalah Allah SWT, sedangkan motormu adalah alatnya. Demikian pula ayat kursi, ayat kursi adalah alat sedangkan yang memberimu keberkahan, kemuliaan, dan kedudukan adalah Allah SWT.
Jadi sekali lagi, membaca ayat kursi hanyalah perantara, jangan sampai engkau salah pemahaman bahwa “ayat kursilah yang membuatmu memperoleh kedudukan dan keluhuran”. Demi Rabb Semesta Alam, sesungguhnya Allah-lah yang memberikan kedudukan dan keluhuran pada hambanya, membaca ayat kursi hanyalah perantaranya. Maka dari itu, luruskanlah niat, sebab ternilainya semua amal berawal dari niatnya. Niatkan segala sesuatu untuk semata-mata mencari ridho Allah swt dan untuk menghilangi kebodohan, dengan menghilangi kebodohan maka akan membawa kemajuan pada islam.
Baiklah, karena sedari awal sudah penulis jelaskan tentang pentingnya meluruskan niat. Oleh karena itu, dengan memuji Rabb Semesra Alam, tiada Tuhan yang berhak di sembah kecuali hanya Dia, perkenankanlah penulis untuk mengulas kajian selanjutnya pada kitab Khozinatul Asror. Sebagaimana telah penulis jelaskan sebelumnya di artikel “Keutamaan Membaca Ayat Kursi”, sesungguhnya ayat kursi memiliki beberapa keutamaan. Melanjutkan halaman kemarin, yakni kajian dari kitab Khozinatul Asror halaman 127-128. Ayat kursi merupakan pimpinan ayat dalam ayat suci Al-Qur’an. Pada Bab ini akan dijelaskan bahwasanya keutaman membaca ayat kursi adalah memperoleh kedudukan, keluhuran, dibukakan 8 pintu surga dan memperoleh keberkahan.  
Kaum muslimin-muslimat yang dirahmati Allah swt, mengapa engkau sangat dianjurkan untuk membaca ayat kursi?. Itu tiada lain karena  ayat kursi merupakan lebih mulia-mulianya ayat di dalam Al Qur’an. Bila engkau membaca sesuatu yang mulia, maka engkaupun akan turut serta merasakan kemuliaan dari yang engkau baca. Hal ini tak jauh berbeda bila engkau diundang untuk menemani kiahimu ke acara/ hajatan, sehingga  engkau berbaur dengan orang-orang besar nan ngalim. Maka engkaupun turut merasakan kenikmatan hidangan yang disuguhkan untuk kiahimu, saat kiahimu menyantap makanan yang disuguhkan, kaupun jua sama (menyantap makanan yang disuguhkan). Inilah namanya barokahnya memuliakan yang mulia, sehingga engkau turut merasakan kenikmatan itu.
Diriwayatkan oleh Muhammad bin Nasir dan Ibnu Abbas RA bahwa Rosulullah SAW berkata “Lebih mulia-mulianya surat di dalam Al Qur’an adalah surat Al Baqoroh. Dan lebih mulia-mulianya ayat di dalam Al Qur’an adalah ayat kursi, sebagaimana termaktub dalam kitab Duril Mansur”.
Abu Dar Al Ghifari RA berkata “Wahai Rosulullah, ayat manakah di dalam al qur’an yang lebih mulia?”. Rosulullah saw menjawab, “Lebih mulia-mulianya ayat di dalam Al Qur’an adalah ayat kursi. Beberapa langit, bumi, dan kursi bagaikan lingkaran yang dilemparkan ke bumi. Dan apabila langit dan bumi itu ditimbang menggunakan neraca dengan ayat kursi, maka ayat kursi lebih berat (dari langit dan bumi) sebagaimana tertera dalam kitab Taisir”.
Ibnu Abbas RA berkata bahwa lebih mulia-mulianya ayat di dalam Al Qur’an adalah ayat kursi sebagaimana termaktub dalam kitab Tafsir Kurtubi.
Duhai insan yang dimuliakan Allah swt, apabila engkau berdzikir dan mengerti keagungan ayat kursi, maka engkaupun akan turut serta mendapatkan keagungan dan kemuliaan sebagaimana mulia dan agungnya ayat kursi yang engkau baca. Tiada perkara yang lebih mulia dan agung dari memuji Rabb Yang Maha Luhur yakni dengan membaca ayat kursi dalam berdzikir. Hal ini disebabkan karena ayat kursi merupakan lebih mulia-mulianya ayat dan lebih agung-agungnya ayat di dalam Al Qur’an sebagaimana termaktub dalam kitab Tafsir Kudsi.
Barangsiapa menjaga keistiqomahan dalam membaca ayat kursi setiap hari sebanyak 50 kali (sebagaimana jumlah kalimah dalam ayat kursi ada 50 kalimat) atau sebanyak 170 kali (sebagaimana jumlah huruf dalam ayat kursi ada 170 huruf), niscaya orang tersebut akan mendapatkan 2 kemuliaan yakni kemuliaan di sisi Allah swy dan kemuliaan di sisi manusia”.
Sesungguhnya keutamaan lain dari membaca ayat kursi yaitu menjadikan orang yang membaca ayat kursi memiliki keunggulan lebih daripada yang lainnya dengan ia menjadi tuan (sayyidat) atau pemimpin sebagaimana termaktub dalam kitab Khowas. Sebagaimana dijelaskan dalam kitab Khoso’isil Qudsi bahwa puncaknya ayat-ayat di dalam Al Qur’an adalah ayat kursi. Barangsiapa menjaga keistiqomahan dalam membaca ayat kursi sebanyak 50 kali (sebagaimana jumlah kalimah dalam ayat kursi ada 50 kalimat) atau sebanyak 170 kali (sebagaimana jumlah huruf dalam ayat kursi ada 170 huruf), maka orang tersebut akan mendapatkan kedudukan dan keluhuran dan memiliki puncak jabatan (pemimpin) diantara kaum laki-laki dan perempuan, sebagaimana dijelaskan dalam kitab Khoso’is.
Diriwayatkan oleh Ma’kul bin Yasuri bahwa Rosulullah SAW berkata “Al Baqoroh adalah puncaknya surat di dalam Al Qur’an dan ayat kursi adalah puncak tertinggi dari ayat ayat di dalam Al Qur’an”.
Ibnu Sahal dan lainnya dari hadits Sahal bin Sa’ad RA bahwa Rosulullah SAW berkata “Setiap sesuatu memiliki puncak dan puncak dari Al Qur’an adalah surat Al Baqoroh sebagaimana termaktub dalam kitab Itqon”.
Barangsiapa menjaga keistiqomahan dalam membaca ayat kursi, maka Allah swt akan membukakan pintu segala urusannya baik di dunia dan di akherat sebagaimana Allah memenangkan kekasihNya (Rosulullah SAW) dalam perang badar.
Rosulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah swt menciptakan mutiara yang putih dan menciptakan minyak anbar dari mutiara putih, dan menuliskan ayat kursi pada minyak anbar tersebut, dan Allah menciptakan (semua itu) dengan keluhuran dan keagunganNya. Barangsiapa mempelajari (membaca) ayat kursi dan memuliakan ayat kursi secara hak, maka Allah akan membukakan 8 ( delapan) pintu surga dan engkau boleh memasuki pintu manapun yang engkau kehendaki sebagaimana tertera dalam kitab Tafsir Mujirul Ulum”.
Rosulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya Allah swt menciptakan mutiara yang putih dan menciptakan minyak anbar dari mutiara putih, dan menuliskan ayat kursi pada minyak anbar tersebut dengan 2 asma Allah (Ya Hayyu dan Ya Qoyum) dengan keluhuran. Barangsiapa membaca ayat kursi setiap bakda solat, maka akan dibukakan 8 pintu surga dan engkau boleh memasuki pintu manapun yang engkau kehendaki sebagaimana tertera dalam kitab Samsul Ma’arif”.
Barangsiapa menjaga keistiqomahan dalam membaca ayat kursi setiap hari sebanyak 50 kali (sebagaimana jumlah kalimat dalam ayat kursi yakni ada 50 kalimat) atau sebanyak 170 kali (sebagaimana jumlah huruf dalam ayat kursi ada 170 huruf), maka Allah swt akan membukakan pintu rizki, pintu kebagusan, dan pintu kebaikan sebagaimana Allah swt membukakan 8 pintu surga pada orang yang membaca ayat kursi sebagaimana termaktub dalam kitab Tafsir Ayat Kursi.
Diriwayatkan oleh Imam Hasan dan Sam’un dari Aisyah RA bahwasannya ada seorang laki-laki yang datang ke Rosulullah SAW lantas mengadukan permasalahan rumah tangganya yang jauh dari keberkahan (selalu merasa kurang). Rosulullah SAW bertanya: “Apakah kamu membaca ayat kursi?”. Laki-laki tersebut menjawab, “Tidak”. Lalu Rosulullah SAW berakata: “Apabila engkau tidak membaca ayt kursi sebelum makan makanan dan lauk pauk, maka Allah SWT tidak memberikan keberkahan pada makanan dan lauk pauk tersebut sehingga engkau tidak merasa cukup (kenyang). Allah swt memberikan keberkahan pada tiap barang (termasuk makanan dan lauk pauk) yang dibacakan ayat kursi sehingga dengannya engkau merasakan keberkahan dan berkembang/ pertambahan nikmat, sebagaimana termaktub dalam kitab Duril Mansur”.
Ahli Khowas (orang yang dikaruniai keistimewaan) berkata “Hasil ayng berkah dan berkembang itu tiada lain karena engkau membacakan ayat kursi pada makanan tersebut (walau sedikit) atau gandum atau jagung atau beras atau selain makanan tersebut”.
Berdasarkan hadits-hadits di atas yang tertera dalam kitab Khozinatul Asror, dapat diketahui bahwasannya sungguh mulia keutamaan dari membaca Ayat Kursi. Maka hendaklah bagi kaum muslimin terlebih yang sudah mengetahui keutamaan membaca ayat kursi, untuk senantiasa mengamalkan membaca ayat kursi dengan niatan yang lurus bahwasannya segala sesuatu terjadi atas kehendak Alllah SWT melalui perantara salah satunya dengan membaca ayat kursi secara istiqomah setiap hari sebanyak 50 kali atau 170 kali. Semoga dengan menjaga keistiqomahan dalam mengamalkan membaca ayat kursi, Allah swt senantiasa memberikan kemudahan dalam segala urusan kita, keberkahan, kedudukan serta kemuliaan baik kemuliaan di hadapan Allah maupun kemuliaan di hadapan manusia. Demikianlah yang dapat penulis sampaikan, semoga dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian.


*****
UCAPAN TERIMAKASIH
Sebagai rasa takdim penulis, penulis ucapkan terimakasih pada Abah KH. Muharor Ali selaku pengasuh PP. Khozinatul Ulum sekaligus guru yang mengampu dalam kajian kitab Khozinatul Asror. Semoga Allah swt senantiasa melimpahkan rahmadNya kepada beliau, memberikan nikmat panjang umur, melimpahkan rizkinya, dan memuliakannya sebagai golongan orang-orang beruntung. Semoga Allah swt senantiasa memuliakan para guru penulis, memberikan rahmad dan kasihNya sebab melalui perantara gurulah seorang murid dapat memahami suatu ilmu hingga dapat mengamalkannya. Mohon doanya semoga penulis senantiasa menjadi insan yang lebih baik dari sebelumnya, dapat bermanfaat di sepanjang hayatnya, dan dapat memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik. Semoga kita semua senantiasa dalam lindungan Allah SWT dan semoga akhir hayat kita nanti dalam keadaan khusnul khotimah. Aamiin.
   Jika dirasa tulisan ini bermanfaat, silahkan dishare. Semoga dengan membagikan tulisan ini dapat menjadi amal jariyah penulis jua guru penulis serta orang yang membagikan tulisan ini. Mohon doanya semoga penulis mendapatkan ilmu yang berkah dan senantiasa bermanfaat, serta menjadi santri yang berhasil dalam menimba ilmu serta tawadhu’. Tulisan ini tidaklah sempurna, sebab penulispun jua manusia yang tak luput dari dosa. Maka dari itu kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan untuk penulis pertimbangkan pada penulisan selanjutnya. Saran dan kritik: WA 085725784395/ email. halimahundip@gmail.com. Semoga bermanfaat.  
Tiada yang lebih utama dari sebuah ilmu yakni ilmu yang diamalkan dan dibagikan pada kaum muslimin lainnya. Maka atas setiap ilmu yang kau dapatkan, ajarkan pula pada yang lainnya sebagai jalan dakwahmu akan kebaikan sembari engkau amalkan.   

REFERENSI:     
Syeh Muhammad Haqi An Nadzili. Kitab Khozinatul Asror. Bab Sebab Turunnya Ayat Kursi. Halaman 127-128.                
 


Tidak ada komentar :